Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelabuhan Rembang Terminal Sluke

Pelabuhan Rembang Terminal Sluke

RBSJ Dukung UPP Rembang Tertibkan Aktivitas Tanpa Izin

Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:55 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) mendukung penuh upaya Kepala Kantor Unit Pengelolaan Pelabuhan (UPP) Kelas III Rembang dalam melakukan penertiban segala bentuk aktivitas pemanfaatan tanah pelabuhan tanpa izin dan atau tanpa alas perjanjian yang jelas atau ilegal.

Hal itu agar tidak terjadi potensi kehilangan pendapatan dan kerugian keuangan negara yang lebih besar.

"Kami menyatakan setuju dan mendukung upaya Kepala Kantor UPP Kelas III Rembang dalam melakukan penertiban pengelolaan pelabuhan yang bersifat melawan hukum dan ketertiban," kata Direktur Utama PT RBSJ, Arif Budiman, SE di Rembang, Selasa (13/10/2020)

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak setuju atas adanya pendapat yang menyatakan bahwa tidak pernah ada pemberitahuan terlebih dahulu atau sosialisasi sebelum pelaksanaan penertiban di Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. "Justru pemberitahuan telah dilakukan," ujar Arif.

Menurut Arif, penolakan terhadap pelaksanaan penertiban di Pelabuhan Rembang Terminal Sluke jelas akan mengakibatkan bertambahnya potensi kerugian negara yang lebih besar dan memengaruhi kepercayaan investasi di daerah yang saat ini menjadi fokus pemerintah di saat likuditas keuangan ikut berpengaruh akibat pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, untuk itu PT RBSJ melalui BUP PT Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) saat ini sedang dalam proses permohonan mendapatkan hak konsesi pengelolaan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan upaya penertiban ini merupakan salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan hak konsesi.

Arif mengimbau kepada semua pihak terkait agar tunduk, taat, dan mematuhi peraturan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kabupaten Rembang, Edi Handoyo mengingatkan bahwa Pelabuhan Rembang Terminal Sluke dapat menangani bongkar muat barang 3 juta ton per tahun. Kendati Pemkab Rembang menginginkan bongkar muat barang lewat pelabuhan ini bisa mencapai 7 juta ton per tahun.

"Letak geografis Pelabuhan Rembang sangat bagus. Kedalamannya alami bisa mencapai 7 sampai 10 meter. Potensi barang yang melalui pelabuhan ini ada batu bara (bongkar) dan batu split, batu gamping, garam (muat) cukup besar," kata dia.

Edi menandaskan, pemerintah pusat telah mendukung pengembangan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Namun untuk pengembangannya, masih dalam proses. Padahal, dana sudah tersedia, karena ada investor dari Perancis yang berminat bekerja sama untuk membangun pelabuhan Rembang. "Kita menunggu konsesinya dulu," kata dia.

Edi secara jujur mengaku sudah tak sabar melihat pelabuhan tersebut dibangun. Mengingat, potensinya yang cukup besar. Makanya, pihaknya terus berupaya supaya pemberian konsesi oleh Kementerian Perhubungan segera diwujudkan.

"Mudah-mudahan tahun 2020 ini bisa diberikan konsesinya," harapnya.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN