Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: Perseroan.

Strategi Waskita Beton Precast Atasi Penurunan Peringkat Obligasi

Jumat, 16 Oktober 2020 | 09:24 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

 

 

JAKARTA, investor.id - Fitch Rating Indonesia menurunkan peringkat seluruh obligasi yang dimiliki oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menjadi CC dari sebelumnya CCC. Berbagai faktor jadi sebab pemangkasan rating obligasi tersebut.

Direktur Keuangan Waskita Beton Precast Mohamad Nur Sodiq menjelaskan bahwa latar belakang pemangkasan peringkat ini berdasarkan kinerja keuangan perseroan pada akhir Juni 2020. Pada periode tersebut perseroan mempunyai kewajiban jangka pendek yang belum terpenuhi, hal ini dinilai Fitch menjadi salah satu faktor penurunan peringkat.

“Strategi kami saat ini yakni dengan restrukturisasi pinjaman bank yang telah jatuh tempo,” jelasnya dalam keterangan resmi belum lama ini, Jumat (16/10).

Sodiq menambahkan pemangkasan pemeringkatan ini juga menyusul turunya peringkat obligasi yang dimiliki oleh induk usaha perseroan yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menjadi CCC dari sebelumnya B oleh lembaga yang sama. Peringkat ini mencerminkan potensi gagal bayar yang tinggi relatif terhadap perusahaan atau surat utang lainya di Indonesia.

“Terkait covenant atas masing-masing kewajiban, perseroan memiliki rata-rata adalah Current Ratio maksimal 3x, Gearing Ratio maksimal 2,5x, dan Debt Service Coverage Ratio minimal 1x,” ujarnya.

Kendati demikian pihaknya mengatakan hal ini tidak berdampak pada operasional maupun secara hukum, sampai saat ini upaya yang telah dilakukan oleh Waskita Beton untuk meningkatkan hasil pemeringkatan obligasi perseroan yaitu dengan melakukan perubahan perusahaan pemeringkat obligasi dari PT Fitch Rating Indonesia menjadi PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

“Saat ini peringkat Pefindo sudah didapatkan dan perseroan sudah meminta wali amanat untuk menindaklanjuti pergantian perusahaan pemeringkat efek. Selain itu kedepanya perseroan akan fokus untuk memperbaiki kinerja keuangan untuk meningkatkan kembali peringkat tersebut agar dapat menerbitkan obligasi kembali,” kata dia.

Adapun sebelumnya emiten berkode saham WSBP ini pada September lalu meraih kontrak sebagai pemasok produk sekaligus kontraktor pembangunan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) senilai Rp 3,89 triliun. 

Direktur Pemasaran Agus Wantoro mengatakan jalan tol KLBM merupakan salah satu proyek nasional pemerintah untuk mempercepat akses transportasi dan mempersingkat waktu pengiriman logistik yang selama ini terkendala akibat kepadatan kendaraan di daerah Legundi, Gresik. 

Di samping itu, pembangunan jalan tol KLBM sepanjang 38,3 kilometer (km) yang terbentang dari Kabupaten Sidoarjo hingga Kabupaten Gresik ini juga menjadi penghubung bagi jalan tol yang berada di sekitarnya.  

“Tol KLBM akan mendukung akses masuk-keluar ke kawasan industri di daerah Sidoarjo dan Gresik, yang mana akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan pelabuhan Gresik,” pungkasnya.

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN