Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi jalan tol. Foto: IST

Ilustrasi jalan tol. Foto: IST

Tol Palembang-Betung Groundbreaking, Ditjen Bina Marga Ajak Investor Lebih Berpartisipasi

Jumat, 16 Oktober 2020 | 04:50 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pembangunan Jalan Tol Ruas Palembang - Betung sepanjang 69,19 km mulai dilakukan groundbreaking.

Backbone Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari Bakauheni hingga Banda Aceh ditargetkan selesai tahun 2024.

"Kita punya target menggabungkan dari Bakauheni sampai Banda Aceh. Kita prioritaskan backbone JTTS ini selesai di 2024. Walaupun banyak masalah terutama pembiayaan, saya kira partisipasi investasi dari Waskita Toll Road dan investor-investor pendukung baru sangat kami harapkan," kata Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Hedy Rahadian saat groundbreaking Tol Palembang-Betung, Kamis (15/10).

Dalam waktu dekat ini, tambah Hedy, pembangunan JTTS diupayakan terhubung sampai Jambi. Sebab, konektivitas di wilayah Suamtera Utara dinilainya sudah cukup. Semisal di Medan yang sudah memiliki konektivitas dengan Belawan dan Kuala Tanjung. Sedangkan di Riau, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 130 Km baru diresmikan.

Ditambah lagi, Dumai memiliki pelabuhan besar. Sebaliknya, Jambi dan Sumatera Selatan tidak ada. Jadi hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk menghubungkan dengan pelabuhan besar. Sejauh ini, Pelabuhan Tanjung Api Api masih dilihat-lihat sekaligus menunggu kepastian investasi pelabuhannya.

Selanjutnya, Hedy yang mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang berhalangan hadir mengingatkan, pembangunan jalan tol bukanlah tujuan. Melainkan instrumen untuk pengembangan aktivitas ekonomi di wilayah sepanjang koridor tol. Untuk itu, dukungan dari para kepala daerah dan kabupaten juga sangat diperlukan.

"Bagaimana kita misalnya membutuhkan exit, jika tidak ada aktivitas ekonomi. Exit itu akan justified secara finansial dan ekonomi kalau ada kegiatan ekonomi yang besar. Jadi harus barengan. Kalau kita hanya bikin exit, tapi tidak ada kegiatan ekonomi, kasihan investornya," ucapnya.

Karenanya, Hedy pun mendorong Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mulai memikirkan beyond road atau beyond toll yang tujuannya untuk memiliki pusat-pusat pertumhuhan ekonomi baru. Di samping itu, ia juga meminta kepala balai lebih aktif mengawal pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung yang dikerjakan Waskita Toll Road terutama dari aspek kualitas.

"Kami berharap target 18 bulan ini bisa dilakukan lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik," tutur Hedy.

Pembayaran tol lewat bank daerah

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menjelaskan, saat ini jalan tol yang sudah beroperasi di JTTS sepanjang 648 Km, proses konstruksi 769 Km dan perencanaan 1300 Km.

Presiden selalu mengingatkan, JTTS harus menjadi instrumen transformasi wilayah, ekonomi, sosial, dan kawasan-kawasan di Sumatera. Sehingga selain bertugas membangun jalan tol, BPJT juga berkontribusi memberikan nilai tambah investasi dan pengusahaan.

"Jadi saya minta dukungan Gubernur dan anggota DPRD karena ke depan cukup banyak pembangunan jalan tol di Sumsel. Mohon juga Bank Pembanguna Daerah (BPD) didorong untuk ikut serta membiayai. Yang juga penting selain investasi, yaitu penyaluran dana untuk pembayaran langsung tanah," terang Danang. 

Ke depan, akan semakin banyak proyek jalan tol yang pembayarannya langsung dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada masyarakat. Biasanya, gubernur dan BPD meminta Kemenkeu agar pembayaran tol dilakukan lewat BPD di Sumsel. Selanjutnya, tunggu surat gubernur atas dukungan dari anggota DPRD. 

Selain dukungan dari BPD, Danang juga berharap, dalam proses konstruksi Tol Palembang-Batung, para pengusaha konstruksi lokal ikut berpartisipasi.

"Jangan lagi, sub kontraktor diambil dari luar Sumsel. Jadi salah satu ukuran keberhasilan kami adalah memberikan kesempatan bagi para pengusaha konstruksi lokal menjadi pemain penting di nasional. Begitu juga dengan lokasi-lokasi rest area untuk diisi UMKM Sumsel," ungkap Danang.
"Kami berpesan kepada Waskita Toll Road untuk selalu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kita tidak ingin, proyek-proyek itu mengalami gangguan karena kegagalan dalam proses pelaksanaan pekerjaan," tutup Danang.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN