Tol Kunciran-Serpong Peroleh Kredit Rp 3,3 Triliun i

Ilustrasi Jalan tol baru

Oleh : Eko Adityo / GOR | Minggu, 22 Juli 2018 | 13:49 WIB

JAKARTA – PT Marga Trans Nusantara (PT MTN), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Astra Infra memperoleh pembiayaan kredit sindikasi sebesar Rp 3,3 triliun untuk membiayai pembangunan proyek Jalan Tol Kunciran- Serpong.

Konstruksi proyek ini ditargetkan rampung pada awal Januari 2019 dan beroperasi pada triwulan I-2019.

Presiden Direktur PT MTN Truly Nawangsasi menyatakan, proyek jalan tol Kunciran-Serpong merupakan bagian dari jaringan jalan tol Jakarta Outer Ring Road 2 yang membentang dari Cengkareng-Cilincing. Nantinya, dengan beroperasinya jalan tol Kunciran-Serpong ini dapat mendistribusikan lalu lintas sehingga dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing.

“Kami optimistis jalan tol Kunciran-Serpong dapat beroperasi tepat waktu. Semoga dengan kredit investasi ini bisa meningkatkan semangat untuk menyelesaikan proyek sesuai harapan,” ucap Truly di Jakarta, Jumat (20/7).

Proyek jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,19 kilometer (km) diproyesikan untuk beroperasi penuh pada triwulan I-2019. Per 15 Juli 2018 progres pembangunan konstruksi jalan tol Kunciran–Serpong untuk seksi 1 Kunciran-Parigi sepanjang 6,9 km telah mencapai 55,9% dan seksi 2 Parigi-Serpong sepanjang 4,3 km mencapai 60,3%.

Adapun progres pengadaan lahan untuk ruas tol ini telah mencapai 96,69% dan ditargetkan selesai 100% pada September 2018. Target pembebasan lahan ini meleset dari awalnya rampung 100% pada Mei-Juni 2018.

“Jadi kita harapkan pembebasan lahan bisa diselesaikan bulan Mei-Juni. Tapi karena ada masalah tanah kami harapkan bisa selesai di September. Di situ ada pekerjaan konstruksi empat bulan, sehingga kami berhitung di Januari 2019 sudah bisa selesai konstruksi 100%” jelasnya.

Menurut Truly, jaringan jalan tol JORR 2 berfungsi memecah lalu lintas yang saat ini menumpuk di dalam kota Jakarta. Ruas ini bisa menjadi pilihan alternatif untuk pengguna jalan yang biasanya menggunakan JORR 1.

“Jalan tol utamanya bisa menjadi pilihan alternatif dari JORR 1, sehingga distribusi lebih merata dan jadi cost logistik lebih kompetitif. Dengan begitu,produk barang lebih berdaya saing tinggi dan berdampak bagus untuk perekonomian,” tuturnya.

Kredit sindikasi untuk proyek jalan tol Kunciran-Serpong diberikan oleh para kreditur yaitu Bank Mandiri, BNI, BCA, BRI dan Bank Riau Kepri dengan Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunners (JMLAB) dari Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BRI.

Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit sindikasi berjangka waktu 15 tahun tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT MTN Truly Nawangsasi dengan sejumlah direksi bank pemberi kredit.

Penandatanganan perjanjian kredit ini turut disaksikan oleh Pemegang Saham MTN yaitu, Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal, Presiden Direktur Astra Infra Djap Tet Fa, Direktur Astra Infra Tan Thomas Kae Jye, Wakil Presiden Komisaris PT MTN Subagyo, dan Komisaris PT MTN Kris Ade Sudiyono.
Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal menyatakan bahwa fasilitas kredit sindikasi melalui perbankan digunakan untuk membiayai proyek-proyek jalan tol yang sedang dibangun dan akan beroperasi.

Selain itu ASTRA Infra sebagai pemegang saham di PT MTN juga menegaskan bahwa proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong diproyeksikan bisa selesai tepat waktu. PT MTN merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk (60%) dan Astra Infra (40%).

Sementara itu, Senior ExecutiveVice President Large Corporate Bank Mandiri Dikdik Yustandi selaku per wakilan dari para reditur mengatakan, penandatanganan kredit invetasi ini membuktikan komitmen perbankan untuk men-support infrastruktur.



Selengkapnya
 
MORE STORIES