Gelombang Tinggi, Kemenhub Perketat Izin Berlayar i

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Oleh : Eko Adityo / GOR | Senin, 23 Juli 2018 | 17:13 WIB

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan para syahbandar pelabuhan agar memperketat izin berlayar dalam menghadapi gelombang laut tinggi yang terjadi akhir-akhir ini. Hal tersebut disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi saat melakukan jumpa pers bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (22/7).

"Berkaitan dengan cuaca dan gelombang yang terus meningkat, saya menginstruksikan para Syahbandar untuk memberikan syarat-syarat lebih ketat dan memberikan pemahaman baik kapal penumpang, logistik maupun nelayan," ucap Budi Karya.

Apabila diperkirakan gelombang akan tinggi dan tidak memenuhi syarat berlayar, sambung dia, tanpa alasan apapun kapal tersebut tidak boleh berlayar demi keselamatan. “Untuk nelayan nanti kita koordinasi juga dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam konteks kapal nelayan," tambahnya.

Lebih lanjut Menhub meminta kepada stakeholder terkait, seperti pemerintah daerah dan operator kapal untuk terus berkoordinasi dengan BMKG agar mendapatkan info terkini mengenai perkiraan cuaca dan tinggi gelombang laut.

"Saya meminta kepada pemda dan para operator kapal agar terus berkoordinasi dengan BMKG agar mendapatkan info-info penting mengenai cuaca dan tinggi gelombang laut. Tentunya info yang disampaikan BMKG dapat menjadi acuan ketika akan melakukan aktivitas transportasi," kata Budi Karya.

Di saat yang bersamaan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, BMKG perlu memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca terhadap transportasi laut. Hal itu karena diperkirakan pada 23-28 Juli 2018 masih akan terjadi gelombang besar dengan ketinggian 2,5-6 meter dan puncak ekstrem diperkirakan pada 24-25 Juli 2018.

"Gelombang tinggi berpeluang terjadi di Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Timur Kotabaru, Selat Makassar Bagian Selatan, Laut Flores, Perairan Baubau- Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, Perairan Selatan Pulau Buru-Pulau Seram, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, Perairan Yos Sudarso, Laut Arafuru dan Perairan Jayapura" jelas Dwikorita.

Sedangkan tinggi gelombang 2,5-4 meter (berbahaya) berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan Utara dan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepukauan Mentawai, Perairan Barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu dan Perairan Selatan-Pulau Rote.



Selengkapnya
 
MORE STORIES