Proyek Tol Layang Pertama Makassar Raih Kredit Sindikasi Rp 1,54 Triliun i

Ilustrasi penandatangan kerja sama.

Oleh : Mashud Toarik / MT | Jumat, 10 Agustus 2018 | 10:59 WIB

Makassar – PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), anak usaha dari PT Marga Utama Nusantara (MUN) menerima pemberian fasilitas kredit sindikasi sejumlah Rp1,54 triliun. Fasilitas kredit sindikasi ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek Jalan Tol Layang A.P. Pettarani di Makassar.

Penandatanganan kredit sindikasi dilakukan oleh Anwar Toha selaku Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara, Susiana Santoso selaku Executive Vice President Group Corporate Finance BCA, Yayi Mustika Pudyanti selaku Vice President Group Corporate Banking BCA dan Andi Muhammad Rahmat selaku Direktur Utama Bank Sulselbar di Four Points Hotel, Makassar, Kamis (9/8).

Dalam keterangan tertulis disampaikan, sindikasi tersebut terdiri atas pembiayaan konvensional yang diberikan oleh BCA dan Bank Sulselbar. Dari total plafon sebesar Rp1,54 Triliun, BCA menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp1,31 Triliun dan Bank Sulselbar sebesar Rp230 Miliar.

Dalam perjanjian kerjasama ini, BCA juga bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB), Agen Fasilitas, Agen Jaminan, dan Agen Penampungan. Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit sindikasi berjangka waktu selama 12 tahun.

Direktur Utama PT BMN, Anwar Toha mengatakan, kerjasama ini akan semakin memperkuat struktur pendanaan pembangunan Jalan Tol Layang A.P Pettarani, sebagai jalan tol layang pertama di Kota Makassar.

“Langkah ini juga sekaligus merupakan representasi dari komitmen kami, untuk turut serta dalam memberikan solusi mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar, sekaligus menjadi bukti konkrit Perusahaan, dalam menerapkan skema pembiayaan Proyek Infrastruktur Non APBN atau Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah ( PINA ),” ujarnya.

Sementara Executive Vice President Group Corporate Finance BCA Susiana Santoso mengatakan, keberadaan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani nantinya dapat memberikan kontribusi besar terhadap mobilitas warga Makassar terutama pengguna jalan kawasan A.P. Pettarani.

“BCA berharap dengan adanya jalan tol layang pertama di Makassar ini dapat memberikan solusi dan pengendali kepadatan arus kendaran yang ada di Makassar. Tak hanya itu, kami juga berharap ke depan bahwa jalan tol layang ini dapat menjadi salah satu ikon baru kota Makassar,” ujar Susiana.

Di sisi lain menurutnya, per semester I-2018, tercatat BCA telah mengucurkan kredit infrastruktur sebesar Rp24,7 triliun yang mayoritas disalurkan ke sektor kelistrikan dan pembangunan jalan. Lebih lanjut, BCA akan terus mendukung berbagai proyek infrastruktur seiring dengan upaya pemerintah menyediakan jaringan konektivitas di seluruh wilayah di Tanah Air.

“BCA memproyeksikan penyaluran kredit infrastruktur ikut meningkat sebesar 31% di tahun 2018,” tambah Susiana.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat menjelaskan, dengan ikut bergabung dalam sindikasi pembiayaan jalan tol layang tersebut, pihaknya bangga bisa memberi kontribusi untuk Sulsel. “Sebagai bank pembangunan daerah, kita berharap pembiayaan ini bisa terus menguatkan peran kita dalam pembangunan berbagai infrastruktur di Sulsel dan Sulbar,” terang Andi Muhammad Rahmat.

Bank Sulselbar menrutnya berkomitmen memberi perhatian besar terhadap berbagai proyek infrastruktur di daerah. Apalagi, sebelumnya, pembiayaan dengan skema sindikasi sudah dilakukan Bank Sulselbar di proyek-proyek lain. Di antaranya, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan menggunakan pembiayaan syariah, serta Proyek Makassar New Port (MNP).

“Bank Sulselbar akan terus mendukung upaya-upaya pemerintah, khususnya daerah dalam pembangunan infrastruktur, dan memberi dampak besar untuk pertumbuhan ekonomi,” terang dia.



Selengkapnya
 
MORE STORIES