Mempercantik Diri dan Bergerak Membesar i

Layanan jasa sandar kapal pesiar (cruise) di Pelabuhan Benoa, yang dikelola oleh PT Pelindo III (Persero).

Oleh : Fajar Widhiyanto / FW | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 20:01 WIB

Perusahaan pengelola kepelabuhanan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia III (persero), tahun ini punya gawe besar di sejumlah unit pelabuhan yang ia kelola. Sejumlah langkah dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperbesar skala bisnisnya, plus mengerek tingkat pendapatan perusahaan, sekaligus meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat pengguna jasa Pelindo III.

Di unit pelabuhan Benoa Bali misalnya, perseroan saat ini tengah melakukan upaya beautifikasi pelabuhan yang salah satunya akan menyiapkan terminal Cruise, sebuah terminal khusus untuk kapal pesiar berukuran besar. Nantinya, Port Benoa yang dikelola Pelindo III akan menjadi satu-satunya pelabuhan di Tanah Air yang mampu menerima kapal pesiar terbesar dunia.

Saat ini, Port Benoa mampu memberikan layanan sandar bagi kapal pesiar atau Cruise. Namun baru kapal pesiar dengan kapasitas penumpang 1.430 orang, seperti MV Volendam. Tetapi dalam waktu dekat, lewat langkah pengerukan yang bakal rampung pada Agustus tahun ini, Port Benoa akan menjadi pelabuhan cruise yang mampu disandari kapal pesiar besar seperti MV Genting Dream yang mampu mengangkut 3.352 penumpang.

“Nantinya Benoa akan bisa menerima kapal pesiar sebesar Genting Dream, yang kapasitas penumpangnya mencapai 5.000 orang termasuk kru,” kata I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra, direktur utama Pelindo III di Pelabuhan Benoa, Bali (26/7).

Terminal LNG yang dikelola anak usaha Pelindo III, yakni PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL), nantinya akan digeser ke arah utara pelabuhan, dan lokasi yang awalnya digunakan PT PEL inilah yang akan dijadikan terminal cruise. Saat ini di lokasi yang sama PT PEL masih menyediakan jasa pengurusan pengapalan, penyediaan fasilitas penyimpanan LNG, serta penyediaan fasilitas regasifikasi LNG dan penyaluran gas untuk mengangkut Liquid Natural Gas (LNG) milik PT PLN (Persero) dari Bontang ke PLTDG Pesanggaran. Pembangkit berkapasitas 200 MW tersebut merupakan milik anak usaha PT PLN, yakni PT Indonesia Power.

Nah, agar kapal pesiar besar seperti MV Genting Dream mampu sandar di Benoa, perusahaan melakukan pengerukan dan pendalaman alur serta kolam putar pelabuhan. Pasalnya kedalaman alur saat ini masih belum bisa menerima kapal dengan bobot mati sebesar MV Genting Dream, yang membutuhkan kedalaman perairan sedikitnya 10 meter.

Dengan langkah pengerukan yang ditargetkan rampung akhir Agustus ini, maka alur pelabuhan akan memiliki kedalaman minimal 12 meter. Perusahaan pun menyiapkan dana sebesar Rp400 miliar untuk pengerukan dan pendalaman alur. “Lebih rendah dari yang kami anggarkan sebelumnya, sebesar Rp700 miliar. Ini karena untuk pengerukan kami lakukan lewat tender,” kata Ari Ashkara, demikian panggilan akrab sang Dirut.

Pelindo III juga bakal mempercantik Port Benoa dengan sejumlah fasilitas properti anyar berupa Convention Hall, marina, hotel, branded store, art center serta pusat belanja modern. Sebuah lahan yang cukup luas setelah gerbang Pelabuhan Benoa nantinya akan disulap menjadi kawasan properti tersebut. “Kami juga akan menyediakan toko-toko branded internasional seperti Luis Vuitton di sana, sehingga orang tak hanya belanja di Jakarta saja, tapi juga di Bali,” ujar Ari Ashkara.

Untuk mempercantik Pelabuhan Benoa, Pelindo III pun harus menyiapkan dana sebesar Rp 7,5 triliun. Beruntung perusahaan bisa menggaet investor, sehingga Pelindo III cukup mengeluarkan dana dari kocek sendiri sebesar Rp 1,7 triliun. Dana tersebut digunakan Pelindo III untuk pengerjaan fisik infrastruktur dasar seperti terminal, dermaga serta pengerukan. Sementara untuk pembangunan properti, marina, fish market maupun fasilitas lainnya senilai Rp 5,8 triliun akan dikerjakan oleh mitra usaha. Sejauh ini PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) adalah pihak swasta yang siap untuk bekerja sama dengan perusahaan.

Mengingat proyek pengembangan Benoa ini dilakukan secara terintegrasi dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya milik Pelindo III dan merupakan proyek multiyears, maka Pelindo III membuka kemungkinan akan ada lagi pihak swasta yang ikut bergabung dan menanamkan modalnya di proyek yang digelar perusahaan.

Terkait kerja sama pengembangan Pelabuhan Benoa dengan CCCI, Pelindo III telah meneken dokumen Memorandum of Commitment beberapa waktu lalu, dan kontrak kerja sama akan diteken dua perusahaan bertepatan dengan penyelenggaraan IMF - World Bank Annual Meeting pada bulan Oktober tahun ini di Bali.



Selengkapnya
 
MORE STORIES