Siap Membesar Secara Organik dan Anorganik i

Direktur Utama Pelindo III, Ari Ashkara (paling kanan) saat meninjau pengerukan di Pelabuhan Benoa, Bali (26 Juli 2018).

Oleh : Fajar Widhiyanto / FW | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 20:09 WIB

Perusahaan pengelola kepelabuhanan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia III (persero), tahun ini punya gawe besar di sejumlah unit pelabuhan yang ia kelola. Sejumlah langkah dilakukan untuk memperbesar skala bisnisnya, plus mengerek tingkat pendapatan perusahaan, sekaligus meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat pengguna jasa Pelindo III.

Pengembangan juga dilakukan di Lombok. Dikatakan I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra, direktur utama Pelindo III di Pelabuhan Benoa, Bali (26/7), Pelindo III juga akan menyiapkan Terminal Gilimas di Lombok Barat agar bisa menerima kapal pesiar internasional untuk bersandar di sana. Harapannya, Lombok yang kini gencar mempromosikan potensi wisatanya, bisa terbantu dengan ekspansi yang dilakukan Pelindo III.

Dengan nilai investasi sebesar Rp 1,3 triliun, akan dibangun dermaga sepanjang 440 meter dan lebar 26 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air). Sehingga dermaga tersebut akan siap untuk disandari cruise dengan panjang badan kapal mencapai 400 meter yang mampu membawa hingga 4.000 penumpang, atau dua cruise sekaligus untuk yang berukuran lebih kecil.

Tak cukup bertumbuh dengan pengembangan bisnis di sejumlah pelabuhannya, Pelindo III juga berhasrat untuk tumbuh secara anorganik, dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan. Di September tahun ini, Ari berharap pihaknya bisa menyelesaikan proses akuisisi 90% saham PT Gresik Jasatama yang merupakan operator terminal curah di Gresik.

“Gresik Jasatama sedang tahap valuasi dan diharapkan pada bulan September kita akan tanda tangan akuisisi sebesar 90%, dan bukan 60% lagi. Implikasinya terhadap perusahaan pasti akan bagus karena lebih terintegrasi dan konsolidatif,” ujar Ari Ashkara, panggilan akrab sang dirut.

PT Gresik Jasatama saat ini menjalin kontrak Building Operation Transfer (BOT) selama 25 tahun dengan Pelindo III. Di lahan milik Pelindo III di Gresik, PT Gresik Jasatama mengoperasikan terminal curah yang terdiri dari enam dermaga dengan fasilitas sepuluh derek atau crane. Di terminal berkapasitas 10 juta ton per tahun tersebut, Gresik Jasatama menangani komoditas curah yang seperti batu bara, kayu gelondongan, pupuk, material konstruksi, minyak sawit, semen, tekstil, dan kertas.

Ari berharap, dengan akuisisi tersebut akan memperluas pasar Pelindo III di segmen curah kering, sekaligus mengkonsolidasikan usaha hilir kepelabuhanan yang ditangani perusahaan. Nilai investasi untuk akuisisi, menurut Ari tak akan lebih dari Rp150 miliar. Setidaknya langkah ini akan menguntungkan dua pihak, karena belakangan Gresik Jasatama tengah mengalami kesulitan likuiditas.

Sinergi juga dijalin Pelindo III dengan sejumlah pemain swasta. Sebut saja dengan PT Indonesia Bulk Terminal. Dengan anak usaha dari PT Adaro Energy Tbk ini, Pelindo III akan membentuk perusahaan joint venture untuk mengembangkan Pelabuhan Mekar Putih di Kalimantan Selatan menjadi pelabuhan umum yang dapat melayani kebutuhan industri dan masyarakat.

Pelindo III rencananya akan menyuntikkan modal ke perusahaan patungan tersebut dengan porsi kepemilikan saham 56,6% sedangkan Indonesia Bulk Terminal 43,4%. Fasilitas yang akan dibangun di Mekar Putih antara lain terminal curah cair dan storage tank. Dikatakan Ari, investasi yang harus dikucurkan perusahaan di perusahaan patungan ini sekitar Rp250 miliar. Adaro grup sendiri tengah melakukakn studi untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih, dengan luas area awal 300 hektare (ha).

Dikatakan Ari, investasi Pelindo III di bersama Indonesia Bulk Terminal merupakan langkah investasi yang prudent karena perusahaan menginjeksi modal pada aset yang bisa langsung berproduksi. Seperti pada Indonesia Bulk Terminal, pada tahun 2017 perusahaan tersebut telah mampu menghasilkan net profit after tax Rp90 miliar.



Selengkapnya
 
MORE STORIES