Rini: Bandara Sukabumi Dorong Aktivitas Ekonomi i

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno

Oleh : Tri Murti / GOR | Minggu, 12 Agustus 2018 | 10:06 WIB

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meyakini pembangunan bandara di Sukabumi, Jawa Barat, dapat meningkatkan aktivitas ekonomi secara menyeluruh, terutama di sisi selatan Jawa Barat.

“Dalam arti usaha-usaha bisa lebih berkembang karena orang akan lebih mudah untuk melakukan konektivitas,” kata Rini usai kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi, Jakarta, Jumat (10/8).

Dia menilai Jawa Barat sebelah selatan memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, konektivitas perlu ditingkatkan untuk memanfaatkan potensi tersebut.

“Dengan ada bandara, orang jadi makin sering ke sana. Ada yang bisa sering juga ke Jakarta atau ke tempat yang lain, dan itu pasti kan meningkatkan ekonomi,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Pembangunan Bandara Sukabumi, yang lokasinya sudah ditetapkan di Kecamatan Cikembar, bakal dipercepat oleh Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Cisolok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu mengatakan pembebasan lahan ditargetkan selesai pada 2018 dan pembangunan diharapkan mulai awal 2019.

Anggaran pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar sementara pembangunan fisik menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kurang lebih Rp 400 miliar. Luas lahan yang digunakan untuk bandara tersebut sekitar 150 hektare (ha) yang berlokasi di Kecamatan Cikembar dan ditargetkan sudah bisa dioperasikan pada 2022.

Selain bandara, pemerintah juga mengupayakan reaktivasi lima jalur kereta api yang berada di selatan Jawa Barat akan direalisasikan pada 2018. Lima jalur kereta yang akan direaktivasi tersebut menghubungkan Sukabumi, Cianjur, Padalarang, Bandung, dan Garut.

Dipindah
Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menginginkan pembangunan Bandara Sukabumi yang saat ini ditetapkan di wilayah utara tepatnya di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dipindah ke selatan Sukabumi.

“Saya inginnya bandara dibangun di wilayah selatan seperti Kecamatan Ciracap atau Surade untuk menunjang keberadaan Geopark Ciletuh Palabuhanratu dan berpotensi menjadi bandara perintis,” kata Marwan di Sukabumi, awal pekan ini.

Menurut dia, sebenarnya keberadaan bandara di Sukabumi ini sudah lama menjadi mimpi dirinya, bahkan jauh sebelum Kementerian Perhubungan menetapkan lokasi di Cikembar, pembangunan awalnya direncanakan di wilayah Kecamatan Surade sehingga muncul nama Bandara Citarete.

Namun, dari hasil kajian di tingkat Kemenhub ada tiga kecamatan yang diprioritaskan untuk menjadi lokasi pembangunan bandara yakni Kecamatan Cikembar, Cikidang, dan Surade. Akhirnya dipilihlah Kecamatan Cikembar karena lokasinya yang dinilai strategis karena keberadaannya di tengah-tengah.

Tapi, kata dia, pihaknya akan tetap mendukung langkah pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan ini apalagi informasinya pembebasan lahan ditargetkan selesai 2018 ini sehingga pada awal 2019 sudah bisa dilaksanakan pembangunan fisik.

“Seluruh elemen masyarakat harus mendukung progam pembangunan insfrastruktur transportasi ini karena dampak positifnya akan besar seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Apalagi dengan adanya bandara ini wisatawan mancanegara yang datang ke objek wisata di Kabupaten Sukabumi akan meningkat drastis,” papar dia.

Lebih jauh, kata Marwan, pembangunan konektivitas insfrastruktur mulai dari Tol Bocimi, jalur ganda kereta api Sukabumi-Bogor, dan Bandara Sukabumi akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan dipastikan kedatangan investor dan wisatawan bakal meningkat drastis.



Selengkapnya
 
MORE STORIES