IIF & BNI Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Proyek SPAM Bandar Lampung Rp 550 Miliar i

Penandatanganan perjanjian pembiaayaan proyek SPAM Kota Bandar Lampung di Jakarta, Rabu (15/8).

Oleh : Mashud Toarik / MT | Rabu, 15 Agustus 2018 | 19:39 WIB

Jakarta – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners (BNI) mengucurkan pembiayaan sebesar Rp 550 miliar untuk pengembangan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung. Adapun total nilai proyek tersebut mencapai Rp 750 miliar.

Managing Director IIF, Harold Tjiptadjaja mengatakan IIF dan BNI masing-masing mengucurkan Rp 225 miliar pada proyek tersebut. Pinjaman ini menurutnya akan jatuh tempo pada 12 tahun mendatang.

“Adapun proses konstruksi akan segera dilakukan setelah proses financial close tersebut, dengan jangka waktu selama 2 tahun pembangunan,” ujarnya usai Penandatangan Perjanjian Pembiayaan Sindikasi Proyek SPAM Kota Bandar Lampung tersebut di Kantor IIF, Jakarta, Rabu (15/8).

Sebagai catatan, SPAM Kota Bandar Lampung nantinya menyediakan air bersih sebanyak 750 liter per detik, dengan mengolah air yang bersumber dari Sungai Way Sekampung dan dialirkan melalui pipa transmisi sepanjang 22 km ke kota Bandar Lampung.

Fasilitas air bersih ini dapat menambah pasokan air minum pada sekitar 60 ribu rumah tangga atau setara dengan lebih 300 ribu penduduk di delapan kecamatan, yaitu: Kedaton, Rajabasa, Tanjung Senang, Sukarame, Sukabumi, Labuhan Ratu, Way Halim dan Kedamaian.

Proyek ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung dan didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia, terutama dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dukungan tersebut terlihat dari adanya Dukungan Kelayakan Proyek (Viability Gap Funding) yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, dan penjaminan proyek yang diterbitkan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Badan Usaha Pelaksana yang terpilih adalah PT Adhya Tirta Lampung (ATL) yang merupakan anak usaha dari Bangun Tjipta Group. ATL sendiri akan membangun proyek ini dengan skema Built Operate Transfer (BOT) dan diberi masa konsesi selama 25 tahun.

Sebagai perusahaan lokal, didalam pembangunan & pengoperasian SPAM Bandar Lampung nanti ATL berkomitmen untuk memaksimalkan tenaga ahli dari dalam negeri. Selain itu hampir semua material proyek juga akan memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri sekaligus mengikuti anjuran Pemerintah untuk mengurangi konten mata uang asing, yang pada akhirnya akan menghemat devisa negara.

Sementara penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi proyek SPAM Kota Bandar Lampung tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur IIF, Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi & Multinasional 1 BNI, Pemimpin Unit Bisnis Sindikasi BNI dan Direktur Utama ATL.

Penandatangan tersebut disaksikan oleh pihak Kementerian Keuangan, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, PDAM Way Rilau, PII, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) selaku pelaksana fasilitas Project Development Facilities dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas.

“Setelah dipercaya menjadi salah satu JMLAB pada proyek SPAM Umbulan, IIF sangat bangga dapat kembali berpartisipasi dalam proyek KPBU dibidang penyediaan air bersih. Proyek SPAM Kota Bandar Lampung ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup bagi 300 ribu jiwa.” kata Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono dalam sambutannya di acara tersebut.

Arisudono menambahkan IIF menerapkan prinsip – prinsip sosial dan lingkungan sebagai bagian dalam pembiayaan Proyek SPAM Kota Bandar Lampung untuk memitigasi risiko sosial dan lingkungan dari pembangunan proyek infrastruktur tersebut. Hal yang selalu diterapkan oleh IIF ini diharapkan menjadi pendorong bagi proyek-proyek infrastruktur lain untuk termotivasi dalam menjalankan pembangunan yang keberlanjutan.

Sementara Direktur Bisnis Korporasi BNI, Putrama Wahyu Setiawan mengungkapkan, penyaluran kredit BNI untuk proyek air minum ini merupakan salah satu bentuk dukungan BNI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang terus digelorakan pemerintah.

Sebelumnya, BNI menurutnya aktif memberikan dukungan pembiayaan untuk merealisasikan pembangunan beragam proyek infrastruktur penting di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari pembangunan jalan tol, pelabuhan laut, fasilitas telekomunikasi, konstruksi, minyak dan gas, hingga pembangkit listrik.

 



Selengkapnya
 
MORE STORIES