Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi Tahun Depan i

Ilustrasi jalan tol.

Oleh : Eko Adityo / GOR | Rabu, 12 Sepember 2018 | 12:43 WIB

JAKARTA -- Progres pengerjaan konstruksi jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Layang (Elevated) hampir mendekati 50%. Proyek tol yang dibangun oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) ini ditargetkan beroperasi pada tahun depan.

“Kami berharap, saat arus mudik Lebaran tahun 2019, jalan tol ini sudah bisa beroperasi fungsional dengan progres konstruksi mencapai 85-90%. Kami harapkan ini semua dapat tercapai,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani dalam pernyataan resminya di Jakarta, Selasa (11/9).

Jajaran direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada Senin (10/9) malam hingga Selasa (11/9) meninjau langsung progres pembangunan proyek jalan tol sepanjang 36,40 km tersebut.

Mereka adalah Direktur Utama Desi Arryani, Direktur Operasi II Subakti Syukur, dan Direktur Pengembangan Adrian Priohutomo.

Turut mendampingi peninjauan adalah Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono dan Pemimpin Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) Iwan Dewantoro. PT JJC adalah anak usaha Jasa Marga yang menjadi pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Pada kesempatan ini, rombongan berkesempatan memantau tiga pekerjaan teknis berbeda, yaitu pemutaran sosro bahu di KM 20+700, pemasangan erection steel box girder di KM 23+200, dan KM 32+050 untuk pemasangan pier head segmental. Sehari-harinya, ketiga pekerjaan teknis tersebut dilakukan pada waktu window time, yakni pukul 23.00-05.00 WIB guna menghindari kepadatan.

Desi meneruskan, pengerjaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang dilakukan berbarengan dengan pengerjaan proyek-proyek lainnya, seperti Light Rail Transit (LRT) dan Jalan Tol Cibitung-Cilincing, memang kurang ideal.

“Tapi, memang ini harus kami lakukan karena kalau tidak dilakukan, kemacetan Jakarta-Cikampek akan lebih parah lagi. Kami mohon maaf dan kepada pengguna jalan harap bersabar sampai pertengahan tahun depan sehingga proyek ini benar-benar beroperasi dan bisa membagi kepadatan ruas Jakarta-Cikampek eksisting. Mohon doa restu semua,” tambahnya.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang berada di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting terbentang dari Cikunir sampai Karawang Barat dengan total panjang 36,4 km. Jalan tol ini terdiri atas dua area, yaitu area Cikunir-Cikarang Utama dan Cikarang Utama-Karawang Barat.

Nantinya, jalan tol ini berfungsi untuk mengurangi kepadatan panjang yang berada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek merupakan jalur alternatif bagi pengguna jalan tol yang akan menuju ke Cikampek maupun Bandung. Jalan tol ini juga dapat menunjang distribusi arus barang dan jasa, baik yang menuju maupun keluar Jakarta dari Jawa Barat dan berlanjut dari atau ke Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Sebelumnya, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mendapatkan pinjaman senilai Rp 11,36 triliun dari 16 lembaga pembiayaan konvensional maupun syariah. Pembiayaan berdurasi 15 tahun tersebut untuk mendanai proyek senilai Rp 16,3 triliun.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna sebelumnya mengungkapkan, proyek ini tercatat menghasilkan banyak pencapaian baik dari sisi konstruksi dan pembiayaan. Pencapaian pertama berupa pembiayaan sindikasi untuk proyek ini merupakan pembiayaan terbesar untuk kategori jalan tol.

"Kedua, dengan panjang sekitar 36 kilometer ini bisa diselesaikan sesuai kontraknya itu 24 bulan. Jadi cepat. Sebagai perbandingan saja, proyek BORR itu sepanjang 2,6 km dikerjakan 13 bulan," jelas dia.

Ketiga, pembiayaan yang ditandatangani ini melibatkan beberapa bank syariah yang total sindikasinya mencapai Rp 2,4 triliun. Nilai ini juga menjadi yang terbesar yang disumbang dari perbankan syariah.

"Sebagai informasi saja, proyek Jalan Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar itu kita ingin buat rekor Muri, tapi kita sedang cari. Tapi kalau di proyek Jakarta-Cikampek II Eleveted ini sudah ada banyak rekor, tinggal pilih," ujar dia. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES