Perpanjangan Runway Kertajati Rampung Desember i

Terminal Bandara Kertajati.

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Selasa, 2 Oktober 2018 | 22:53 WIB

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan perpanjangan landasan Bandara Kertajati, Majalengka Jawa Barat dari 2.500 meter (m) menjadi 3.000 m selesai pada Desember 2018. Dengan penambahan panjang itu, maka Bandara Kertajati bisa melayani pesawat-pesawat berbadan lebar sekaliber Boeing 777.

Ridwan Kamil menjelaskan, meski sudah dioperasikan, pemanfaatan Bandara Kertajati belum optimal karena sejumlah kendala. Karena itu, pada 1 Oktober 2018, diadakan rapat koordinasi terkait Bandara Kertajati di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta. Salah satu yang dibahas pada rapat tersebut perihal perpanjangan landasan.

"Perpanjangan runway menjadi 3.000 m hari ini sepakat akan dilakukan. Ini supaya bandaranya keren dan pesawat-pesawat berbadan lebar bisa mendarat di Bandara Kertajati. Target runway selesai pada Desember," kata Ridwan setelah rapat koordinasi terkait Bandara Kertajati di Jakarta, Senin (1/10).

Dia menambahkan, dalam rapat itu juga dibahas terkait rencana penerbangan umrah melalui Bandara Kertajati. Seluruh pihak terkait sepakat bahwa penerbangan umrah melalui Bandara Kertajati akan dilakukan pada 13 Oktober 2018.

"Karena jamaah umrah Jawa Barat besar sekali setiap tahunnya. Ini menunjukkan ekonomi yang baik karena salah satu indikator ekonomi baik ya kelas menengah banyak umrah. Nah, ini pertama akan take off di sana," imbuh Ridwan Kamil.

Lebih lanjut, ujar Ridwan, dalam rapat juga disepakati bahwa akan ada penggantian jajaran direksi di PT BIJB. "Hal-hal yang bersifat shareholder sudah putus. Adil. Artinya ada rolling direksi. Kalau direksinya permanen kan takut ada hal-hal yang kurang optimal," terang Ridwan.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra menuturkan, salah satu kendala realisasi perpanjangan landasan adalah lahan yang merupakan milik pemerintah provinsi. Menurutnya, selama ini terus diskusi atas model kerja sama apa yang paling tepat terkait lahan itu.

"Jadi lahannya punya pemerintah provinsi tapi mau dibangun oleh PT Angkasa Pura (AP) II runway-nya. Karenanya, alas hukum apa yang paling tepat terkait lahan pemerintah dipakai oleh BUMN," ujar Virda.

Dia memaparkan, perpanjangan landasan bisa segera digarap apabila gubernur Jawa Barat dan AP II sudah meneken surat pemanfaatan lahan. Harapannya, perpanjangan landasan bisa tuntas pada tahun ini.

"Katanya Pak Gubernur mau tanda tangan surat pemanfaatan lahan dua hari lagi. Kalau AP II sepakat dengan surat itu mungkin bisa segera dikerjakan. Perpanjangan runway kalau bisa sebelum akhir tahun selesai karena takut tahun anggarannya terlewat," terang Virda.

Dia menuturkan, untuk total biaya pengembangan sisi udara mencapai Rp 320 miliar. Jumlah itu meliputi overlay taxiway, penambahan apron, dan perpanjangan landasan. "Tapi kalau khusus perpanjangan landasan hanya butuh berapa puluh miliar karena hanya tambah 500 meter saja," papar dia. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES