Sejumlah Perusahaan Swasta Teken Kerjasama Investasi Rp 47 Triliun i

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat acara penandatanganan Pembiayaan Altenatif Non Anggaran Pemerintah di Bali, Sabtu (13/10/18). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Oleh : Mashud Toarik / MT | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 12:21 WIB

Nusa Dua – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyaksikan serangkaian penandatanganan fasilitasi kerjasama investasi pada proyek- proyek di bidang energi terbarukan, perkebunan serta jalan tol yang merupakan bagian dari pengembangan sektor- sektor prioritas yang dilaksanakan di Hotel Nikko Bali Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Pertemuan tersebut diadakan di sela 2018 International Monetary Fund-World Bank Group Annual Meetings yang diselenggerakan 8-16 Oktober 2018. Pembiayaan proyek-proyek ini difasilitasi Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA)- Center for Private Investment atau yang juga dikenal dengan PINA Center Bappenas, entitas di bawah Kementerian PPN/Bappenas. Beberapa di antara proyek-proyek yang dibahas dalam pertemuan tersebut telah mencapai financial closing.

“Pembiayaan alternatif non APBN adalah hal yang sangat elementer untuk menjadi efek pengungkit dalam pembangunan sektor prioritas. Kementerian PPN/Bappenas melalui unit KPBU dan PINA akan terus mendorong pembiayaan alternatif untuk pembiayaan proyek prioritas di berbagai bidang seperti infrastruktur, industri, perkebunan dan pertanian,” ujar Menteri Bambang.

PINA Center Bappenas berhasil memfasilitasi kerja sama investasi dengan perkiraan total nilai 47 triliun yang terdiri dari dua kesepakatan kerja sama di bidang energi terbarukan dengan nilai sebesar Rp 590 miliar, satu kesepakatan kerja sama di bidang perkebunan dengan total nilai sampai dengan Rp 2 triliun, serta tiga kesepakatan kerja sama pengembangan jalan tol dengan perkiraan total nilai Rp 44,5 triliun.

Perjanjian kerja sama yang menandai financial closing ditandatangani untuk proyek-proyek:

1. Kerja sama antara PT Nusantara Infrastucture Tbk melalui anak perusahaannya, PT Energi Infranusantara (EI) dan PT Carpediem Elektrikal Nusantara (CEN) dengan perkiraan nilai investasi sebesar 290 miliar rupiah. PT Energi Infranusantara menyatakan kesediaan awal untuk membiayai pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Kalimantan Barat yang diprakarsai oleh PT Carpediem Elektrikal Nusantara (CEN). Proyek ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik daerah Kalimantan Barat, sekaligus sebagai kontribusi dalam mendukung dan mengembangkan infrastruktur di bidang pembangkit listrik energi baru
terbarukan.

2. Preliminary Investment Agreement antara PINA Center Bappenas bersama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan dengan PT PNM Investment Management dalam rangka restrukturisasi perusahaan dan pengembangan infrastruktur perkebunan di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan. Kerja sama ini menguatkan sinergi antara Pemerintah dan BUMN khususnya dalam mendukung penyaluran dana investasi dari Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor keuangan dan berkontribusi menggerakkan juga mengoptimalkan sektor riil melalui BUMN Perkebunan. Dalam kerja sama ini, PT PNM Investment Management memberikan komitmen menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas atas Surat Utang Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang akan diterbitkan dengan nilai sampai dengan Rp2 Triliun.

3. Kerja sama konstruksi antara PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dengan PT Girder Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk pembangunan jalan tol ruas Ancol Timur – Pluit (elevated) sebagai bagian penambahan ruang lingkup Jalan Tol ruas Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit dan PT Citra Marga Lintas Jabar dengan PT Girder Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk pembangunan North South Link Bandung sepanjang 14,3 kilometer sebagai bagian penambahan lingkup jalan tol ruas Soreang– Pasir Koja dengan perkiraan total nilai investasi sebesar Rp 21,5 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah daerah dan pihak swasta dalam mendorong energi terbarukan dengan pembiayaan yang akan difasilitasi oleh PINA Center Bappenas.

Penandatanganan kerja sama dilakukan antara PT Kaltimex Energy dan Pemerintah Kabupaten Banggai untuk mengupayakan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy) di Luwuk, Sulawesi Tengah dengan menggunakan pengolahan sampah Kota Luwuk sebesar 70 ton/hari menjadi tenaga listrik dengan kapasitas 4 MW.

PINA Center Bappenas juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Konsorsium PT Daya Mulia Turangga (DMT), GAMA Group dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk fasilitasi pembiayaan pembangunan jalan tol ruas Solo–Yogya– New Yogyakarta International Airport (NYIA) sepanjang 91,93 kilometer sebagai pendukung akses menuju bandara di Kulon Progo dengan nilai investasi sebesar Rp 22,5 triliun.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menandai dimulainya proses fasilitasi pembiayaan PINA Center Bappenas pada proyek ini. “Kementerian PPN/Bappenas sangat mendorong pengembangan skema pembiayaan alternatif tersebut untuk memanfaatkan dana investor swasta melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan skema PINA sehingga swasta dan badan usaha juga dapat bersama-sama pemerintah melaksanakan pembangunan Indonesia,” tutup Menteri Bambang.



Selengkapnya
 
MORE STORIES