Konsorsium Margautama Nusantara Tandatangani MoU Proyek BIUTR Rp 10 Triliun i

CEO PT Margautama Nusantara Danny Hassan (kiri), Direktur Operasional I PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito (tengah) dan Direktur Eksekutif PT Mahkota Permata Perdana Hindarko Hasan saat penandatanganan Nota Kesepahaman di Bali, Sabtu (13/10/18). Penandatangan kerjasama itu untuk pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road yang memiliki panjang 25,35 km dan memiliki nilai investasi mencapai Rp 10 triliun. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Oleh : Mashud Toarik / MT | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 14:45 WIB
Kategori :

Nusa Dua - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melalui anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) untuk proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Penandatangan MoU tiga anggota konsorsium proyek BIUTR dilakukan oleh Direktur Utama PT Margautama Nusantara (MUN), Danni Hasan, Direktur Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito dan Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan di Nikko Hotel, Nusa Dua Bali, Sabtu (13/10/2018).

Proyek BIUTR memiliki panjang 25,35 KM dengan nilai investasi kurang lebih mencapai Rp10 triliun akan menghubungkan wilayah Pasteur – Cileunyi (Tol Cisumdawu) dan Gedebage (Tol Purbaleunyi). Pembangunan rute Pasteur – Cileunyi akan melewati Gasibu, Pahlawan, Cicaheum, Ujung Berung, Cibiru. Sementara itu, pembangunan di ruas Ujung Berung juga akan dilanjutkan menuju Gedebage hingga terhubung.

Jalan Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR) rencananya dibuat melayang (elevated road) di atas ruas jalan eksisting yang ada saat ini sehingga kapasitasnya menjadi dua kali lipat lebih banyak. Saat beroperasi nanti, BIUTR diyakini akan memecah konsentrasi kendaraan pada ruas jalan eksisting Kota Bandung yang dilalui.

Direktur Utama PT Margautama Nusantara Danni Hasan mengungkapkan, sejak Perusahaan didirikan 11 tahun lalu, MUN telah dipercaya oleh berbagai mitra strategis baik lokal maupun internasional untuk bersama-sama terlibat dalam pengembangan jalan tol di Indonesia.

“Untuk proyek ini, Perusahaan membentuk konsorsium bersama WIKA dan Summarecon untuk menciptakan konektivitas, khususnya dalam mengurai kemacetan di Kota Bandung” ujarnya disela acara penandatanganan MoU tersebut.

Sebelumnya MUN fokus pada pengembangan wilayah Indonesia Timur di Kota Makassar dan Tangerang, kini Perusahaan memperluas area bisnisnya ke wilayah Jawa Barat dengan menginisiasi Proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk kontribusi Perusahaan yang terus fokus dalam menciptakan konektivitas dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur daerah.

Sementara itu, bagi Agung Budi Waskito selaku Direktur Operasi WIKA, pembangunan BIUTR merupakan langkah strategis dalam mengembangkan bisnisnya melalui investasi di jalan tol.

Agung mengungkapkan, WIKA merupakan pelaku utama pembangunan infrastruktur Indonesia yang telah memiliki pengalaman membangun sarana dan prasarana transportasi terintegrasi berikut pengembangan kawasan di berbagai wilayah Indonesia.

“Oleh karenanya kami yakin hal ini akan menjadi perkuatan pada konsorsium ini dan peningkatan kualitas sarana prasarana transportasi di Bandung,” ujarnya.

Lebih jauh menurutnya, WIKA telah memiliki portofolio investasi di jalan tol yang telah beroperasi diantaranya Jalan Tol Soreang – Pasir Koja, Jalan Tol Surabaya – Mojokerto. Salah satu proyek investasi yang tengah dibangun adalah Jalan Tol Serang – Panimbang dimana WIKA bertindak sebagai pemegang saham mayoritas di PT WIKA Serang – Panimbang sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Agung kemudian menyatakan kebanggaannya karena proyek BIUTR yang dibangun nanti akan menjadi ikon baru di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tersebut. Menurutnya, pengerjaan proyek-proyek ikonik telah menjadi ciri khas dari Perseroan.

Adapun Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan mengatakan, sebagai salah satu perusahaan properti yang telah eksis selama lebih dari 40 tahun, Summarecon mulai merintis bisnis jalan tol dengan ikut serta secara minoritas dalam kerja sama dengan PT Wijaya Karya (persero) Tbk dan PT Margautama Nusantara.

“Summarecon bekerjasama membangun Tol BIUTR dengan dasar tol di dalam Kota Bandung ini memiliki sinergi dengan salah satu pengembangan township PT Summarecon Agung Tbk, dalam hal ini adalah Summarecon Bandung,” katanya.

Saat ini, pihak MUN, WIKA dan SMRA sebagai Pemrakarsa proyek tengah memasuki proses penyusunan dokumen studi kelayakan (FS). Rencananya proyek ini akan membutuhkan waktu kontruksi selama 2 tahun (2019-2021) dengan dengan masa konsesi selasa 45 tahun.

Proyek PLTBm

Sebelumnya, ditempat yang sama, PT Nusantara Infrastucture Tbk (META) melalui anak perusahaannya, PT Energi Infranusantara (EI) juga menandatangani kesepakatan investasi dengan PT Carpediem Elektrikal Nusantara (CEN) untuk pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Kalimantan Barat.

Proyek yang diprakarsai CEN tersebut diperkirakan menelan investasi Rp 290 miliar. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik daerah Kalimantan Barat, sekaligus sebagai kontribusi dalam mendukung dan mengembangkan infrastruktur di bidang pembangkit listrik energi baru
terbarukan.

Perjanjian kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur META Ridwan Irawan dan Direksi CEN yang disaksikan oleh Direktur Utama META, Ramdani Basri. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.



Selengkapnya
 
MORE STORIES