Kemenhub Persiapkan Groundbreaking Patimban i

Pelabuhan Patimban (Sumber: youtube)

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Selasa, 16 Oktober 2018 | 08:00 WIB

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih terus mempersiapkan pelaksanaan groundbreaking pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Sejalan dengan itu, pemerintah juga memantapkan persiapan lelang operator Patimban yang rencananya digelar pada Oktober ini.

"Kami masih melakukan persiapan lelang operator Pelabuhan Patimban. Jadi masih disiapkan tendernya," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo saat dihubungi Investor Daily, Senin (15/10).

Lebih jauh, pembangunan Pelabuhan Patimban bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran, termasuk area eksplorasi migas.

Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan dapat melayani sekitar 3,5 juta peti kemas (twenty foot equivalent units/TEUs) dan 600.000 kendaraan bermotor. Pada tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 juta TEUs, dan pada tahap ketiga akan bertambah kembali hingga 7,5 juta TEUs.

"Nantinya Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor yang diangkut menggunakan kapal ferry roro. Pelabuhan Patimban juga akan didukung area sarana penunjang (backup area) untuk mendukung efisiensi logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban seluas 356 hektare (ha)," ujar Agus.

Sementara itu, Direktur Kepelabuhan Kemenhub M Tohir mengungkapkan, meski lahan untuk Pelabuhan Patimban belum terbebaskan semua, hal tersebut tidak menjadi kendala dimulainya pembangunan pelabuhan tersebut. Pasalnya, pekerjaan pelabuhan dilakukan di sisi laut dengan reklamasi. Sedangkan, lahan yang belum terbebaskan mayoritas untuk keperluan back up area di sisi darat.

Adapun, perkiraan kebutuhan biaya pembebasan lahan secara keseluruhan mencapai Rp 800 miliar. Tahun ini, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) baru menyediakan anggaran senilai Rp 500 miliar. Menurut Tohir, sisa biaya lahan sekitar Rp 300 miliar disiapkan pada 2019.

"Lahan back up area belum dibayar, baru jalan akses yang sudah sebagian dibayar. Kami mengharapkan tahun ini sudah dibebaskan lahan untuk back up area-nya," jelas Tohir. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES