Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Tetap Dibangun i

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Oleh : Eko Adityo / GOR | Rabu, 24 Oktober 2018 | 17:01 WIB

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan proyek pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta tetap berjalan dan telah mendapatkan persertujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"Jalan tol Bawen-Yogyakarta tetap jadi dilakukan. Memang kemarin ada beberapa catatan karena faktor kegempaan, dan ternyata itu tidak benar," kata Ganjar seusai menyampaikan paparan dalam Musrenbang Provinsi Jateng di Magelang, Selasa (23/10).

Selain itu, katanya, DPRD juga mengkhawatirkan tol tersebut menggunakan lahan subur. Memang terdapat lahan subur, tetapi lebih banyak lahan tadah hujan. Dari sebanyak 1.519 hektare hanya 79 hektare saja yang merupakan lahan irigasi teknis.

Dia menuturkan ,Pemerintah Provinsi Yogyakarta juga sudah menyetujui pembangunan jalan tol tersebut. Apalagi, tol tersebut merupakan program strategis nasional untuk mendukung Borobudur-Yogyakarta.

"Menurut saya kalau ada catatan yang belum pas. Kalau ada data yang belum valid saya kasih tahu dulu dan DPRD sudah setuju, kita duduk merapikan kembali data itu. Kalau memang itu bahaya banget saya siap memindahkan," katanya.

Pada bagian lain, empat ruas jalan tol akan dibangun di Sumatera Selatan pada 2019 untuk meningkatkan daya saing logistik Tanah Air. Keempat jalan tol tersebut yakni Indralaya-Muara Enim sepanjang 88 km, Lubuklinggau-Bengkulu sepanjang 95 km, Palembang-Tanjung Api-Api sepanjang 70 km dan Betung-Jambi sepanjang 191 km.

"Proses pembangunan keempat tol tersebut masih studi kelayakan atau feasibility study. Kami masih mempelajari dampak lingkungan dari pembangunan proyek infrastruktur tersebut," kata Manager Proyek PT Hutama Karya Divisi Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Hasan Turcahyo di Palembang, Selasa.

Ia mengatakan, meskipun masih tahap feasibility study, saat ini sudah ada beberapa tol yang masuk tahap penyediaan lahan. Oleh karena itu, setelah proses ini selesai, maka pekerjaan akan dilanjutkan pada pembebasan lahan. "Setelah semua dibebaskan, barulah pembangunan fisik dapat dilakukan. Kami targetkan proses ini dapat diselesaikan pada awal Januari mendatang," kata dia.

Ia menjelaskan, dari perhitungan sementara, pembangunan untuk 1 km jalan tol ditaksir akan menghabiskan dana sekitar Rp100 miliar. Seluruh tahapan pembangunan ditargetkan tuntas pada 2023. "Kami harap tidak ada kendala dalam pembangunan ini nantinya," kata dia.

Jalan tol sangat efektif untuk memecah kemacetan bahkan dapat memotong waktu tempuh perjalanan. Seperti jalan tol rute Palembang-Bengkulu sepanjang 330 km. Jika jalan tol itu selesai dibangun, waktu tempuh perjalanan bisa dipangkas hingga 4 jam. "Termasuk tol Palindra. Sangat efektif meski sepanjang 22 km," kata dia. (ant)



Selengkapnya
 
MORE STORIES