Pesawat Jatuh, Lion Air Siap Tanggung Jawab i

Personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL mengevakuasi puing dan korban penumpang pesawat Lion Air JT 610�yang jatuh di perairan utara Karawang, Jawa Barat,�Senin (29/10/2018).

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Selasa, 30 Oktober 2018 | 08:18 WIB

JAKARTA – Manajemen maskapai Lion Air memastikan pihaknya siap bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat JT 610 yang membawa 188 orang, yang terdiri atas 181 penumpang dan tujuh awak. Pihak maskapai di bawah Bendera Lion Air Group itu akan memenuhi semua hak yang dimiliki penumpang maupun keluarga korban sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi keberangkatan para keluarga korban untuk menuju Jakarta. “Kepada keluarga korban, kami akan memenuhi tanggung jawab kami sesuai aturan yang berlaku. Untuk keluarga korban, crisis center kami buka di Bandara Soekarno Hatta sampai nanti menunggu informasi lebih lanjut,” kata Daniel di Tangerang, Senin (29/10).

Sebanyak 90 orang dari pihak keluarga penumpang juga sudah didatangan ke Jakarta dari berbagai daerah, yakni disiapkan fasilitas akomodasi (penginapan) serta pusat informasi di Hotel Ibis di daerah Cawang, Jakarta Timur, agar memudahkan mobilitas ke posko Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

Selain itu, keluarga penumpang drencanakan bakal didatangkan lagi sebanyak 76 orang. Putut menambahkan, dari 188 orang yang berada di pesawat yang jatuh, dua di antaranya berkewarganegaraan asing, yakni pilot yang berasal dari India dan satu penumpang yang tercatat berkewarganegaraan Italia. PT Jasa Raharja juga menjamin seluruh penumpang pesawat Lion Air yang jatuh terjamin perlindungan Jasa Raharja.

“Jasa Raharja siap menyerahkan hak santunan sebesar Rp 50 juta dan dalam hal korban luka-luka, Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan rumah sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp 25 juta," jelas Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo.

Lebih jauh, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta Kemenhub untuk memastikan bahwa pihak Lion Air bertanggung penuh terhadap hak-hak keperdataan penumpang sebagai korban, terkait kompensasi dan ganti rugi. Menurut Permenhub No 77/2011, penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat (meninggal dunia) berhak mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1,25 miliar per penumpang.

“Bahkan managemen Lion Air harus bisa memastikan keluarga/ ahli waris yang ditinggalkan, masa depannya tidak terlantar, ada jaminan biaya pendidikan/ beasiswa untuk ahli waris yang masih usia sekolah,” jelas Tulus. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES