PJT II Jatiluhur Kirim Water Treatment Plant ke Palu dan Donggala i

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro (baju putih), Deputi Usaha Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah (batik biru), Direktur Operasional dan Pengembangan PJT II Agustinus Aris Sudjatmiko (belakang), dan Direktur Keuangan dan SDM PJT II Haris Zulkarnain (batik coklat) menyaksikan demo penyaringan unit water treatment plant di Kantor PJT II, Jl Agus Salim 69, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 9 November 2018. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)

Oleh : L Gora Kunjana / GOR | Jumat, 9 November 2018 | 12:45 WIB

JAKARTA- Untuk membantu penyediaan air bersih siap minum korban terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menyalurkan bantuan dua unit fasilitas penyedia air bersih siap minum (water treatment plant/WTP).

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang konsen pada pengelolaan sumber daya air (SDA), pihaknya berupaya terus menggalang kepedulian terhadap para korban bencana alam di Palu dan Donggala dengan memberikan kontribusi berupa bantuan dua unit fasilitas penyedia air bersih siap minum.

"Mudah-mudah bisa bermanfaat bagi para korban bencana alam di Sulawesi Tengah. Portable water treatment ini, bisa menghasilkan 400 liter air bersih siap minum perjamnya, dengan sistem operasi semi otomatis," kata Djoko dalam sambutannya pada acara penyerahan secara simbolis bantuan dua unit water treatment plant di Kantor PJT II, Jl Agus Salim 69, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Hadir dalam acara itu, Deputi Usaha Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, serta Direktur Keuangan dan SDM PJT II Haris Zulkarnain, dan Direktur Operasional dan Pengembangan PJT II Agustinus Aris Sudjatmiko.

Menurut Djoko, alat tersebut merupakan hasil rekayasa enjeniering tim Litbang PJT II dengan PT Tjakrindo yang menghasilkan portable water treatmet plant dengan keluaran air bersih dan air minum. Sehingga sangat cocok untuk digunakan di daerah-daerah yang sulit air bersih dan lokasi lokasi-lokasi bencana seperti yang telah dilakukan di lokasi gempa Lombok.

"PJT II Jatiluhur telah mengirimkan dua unit mesin WTP ke Lombok yang hingga saat ini beroperasi dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana," kata Djoko Saputro.

Stok WTP
Deputi Usaha Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah menyambut baik bantuan WTP yang diberikan PJT II untuk warga terdampak bencana di Palu dan Donggala.

Mengingat betapa bermanfaatnya WTP, Edwin mengharapkan PJT II bisa menyiapkan alat penyedia air bersih itu lebih banyak lagi sebagai stok.

“Seharusnya PJT II mempunyai stok. Kalau kita punya stok, begitu ada yang memerlukan langsung bisa dikirimkan. Jadi jeda waktunya tidak terlalu lama,” kata Edwin.

Edwin bahkan mendorong PJT II untuk menyediakan alat penyedia air bersih tersebut di kantor PJT sendiri sebagai alternatif air minum untuk karyawan sekaligus menghemat plastik.

Lebih jauh Edwin mengapresiasi langkah PJT II ini sebagai perwujudan BUMN Hadir untuk Negeri.

“BUMN itu bukan semata-mata korporasi, tapi dia juga merupakan agen pembangunan dan harus masuk ke dalam sektor-sektor terkait masyarakat yang menunjukkan bahwa kita memang bagian dari negara ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula demonstrasi penyaringan air dengan alat penyedia air bersih (WTP) dan para direksi PJT II bersama Deputi Usaha Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah berkenan meminum air hasil penyaringan WTP. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES