PUPR Mulai Bangun 2 Bendungan Baru di Jateng Rp 1,8 Triliun i

Bendungan

Oleh : Eko Adityo / GOR | Minggu, 11 November 2018 | 10:31 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora dan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal itu menyusul telah ditandatanganinya kontrak Pekerjaan Pembangunan dan Suvervisi kedua bendungan tersebut.

“Pembangunan bendungan, embung, dan infrastruktur sumber daya air lainnya adalah upaya mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan sebagai bagian dari Nawacita,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran resminya di Jakarta Jumat (9/11).

Pembangunan Bendungan Randugunting yang berada di wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dikerjakan oleh PT WIKA–PT Andesmont Kerjasama Operasi (KSO). Nilai kontrak sebesar Rp 858 miliar dengan waktu pelaksanaan November 2018 – November 2022.

Sedangkan untuk konsultan supervise dilakukan oleh PT. Virama Karya dan PT. Tuah Agung Anugrah KSO. Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih mengatakan Bendungan Randugunting memiliki kapasitas tampungan efektif 8,61 juta m3 dan memiliki manfaat untuk mereduksi debit banjir sebesar 81,42 m3/detik, penyedian air irigasi seluas 630 ha, penyediaan air baku sebesar 150 liter/ detik, serta pariwisata.

Sedangkan Proyek Bandungan Jlantah yang berada di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk– PT Adhi Karya Tbk KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 965 miliar. Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampungan efektif 8,3 juta m3. Bendungan dengan multimanfaat untuk sumber air irigasi seluas 1.493 ha, konservasi pemeliharaan aliran sungai sebesar 120 liter/detik, serta penyedia tenaga listrik 625 KW.

Dengan tambahan dua bendungan tersebut, jumlah bendungan baru yang dimulai konstruksinya menjadi lima bendungan di tahun 2018. Tiga bendungan yang sudah tandatangan kontrak sebelumnya yakni Bendungan Tiga Dihaji di Provinsi Sumatera Selatan, Bendungan Bener di Provinsi Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Provinsi Bali pada 16 Oktober 2018.

Secara total dari target 65 bendungan, jumlah bendungan selesai sebanyak 9 bendungan, dalam tahap konstruksi berjumlah 39 bendungan dan sisanya ditargetkan bisa tandatangan kontrak pada akhir 2018 dan tahun 2019.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Muhammad Arsyadi mengingatkan, pelaksanaan pekerjaan proyek itu harus memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), kualitas dan lingkungan.

“Pekerjaan harus dilakukan full speed sejak awal. Sebagaimana disampaikan Menteri PUPR, langgamnya harus rock and roll dengan menambah personel dan shift kerja. Untuk konsultan supervisi, kualifikasi tenaga ahli yang ditugaskan harus sesuai dengan yang dijanjikan dalam penawaran,” kata Arsyadi. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES