Masa Depan APEC Dipertanyakan i

Presiden Joko Widodo (kiri) saat bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping (kanan) dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela KTT APEC, Sabtu 17 November 2018.

Oleh : Iwan Subarkah / GOR | Senin, 19 November 2018 | 08:46 WIB

PORT MORESBY – Para pemimpin dari 21 negara Asia Pasifik gagal menjembatani perbedaan-perbedaan di antara mereka pada Minggu (18/11). Alhasil, pertemuan puncak dua hari Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC pun berakhir tanpa pernyataan bersama, sehingga masa depan forum tahunan ini pun dipertanyakan.

Pertemuan puncak kali ini dibayangi perang kata-kata antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tentang perdagangan global. Hingga untuk pertama kalinya sejak terbentuk pada 1989, APEC gagal menyepakai deklarasi tertulis resmi.

“Tahu lah ada dua raksasa besar dalam satu ruangan. Apa yang bisa saya katakan?” ujar tuan rumah yang juga Perdana Menteri (PM) Papua Nugini Peter O’Neill.

PM Kanada Justin Trudeau mengakui, kegagalan itu disebabkan perbedaan visi atas hal-hal tertentu terkait perdagangan. Sumber-sumber mengatakan, AS menekan para pemimpin lain untuk mengeluarkan kecaman terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menyerukan perombakan menyeluruh terhadapnya.

Tuntutan tersebut dianggap terlalu jauh oleh Tiongkok. Yang juga bakal mendapatkan perlakuan kuang menguntungkan jika ada perubahanperubahan. O’Neill mengindikasikan bahwa soal WTO lah yang mengganjal tercapainya komunike bersama.

“APEC tidak punya hak atas Organisasi Perdagangan Dunia. Itu adalah fakta. Masalah-masalah yang ada dapat diangkat ke Organisasi Perdagangan Dunia,” tutur dia.

Perdebatan antara AS dan Tiongkok bakal meningkatkan ketegangan, saat Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bakal bertemu pada pertemuan puncak G-20 di Argentina akhir bulan ini.

“Ekspektasi ke depan rendah dan bahkan mungkin tidak akan terpenuhi sama sekali,” ujar William Reinch, analis Center for Strategic and International Studies, mengenai masa depan APEC.

Tuan rumah menghabiskan masa persiapan hampir lima tahun untuk pertemuan ini. Biayanya mencapai jutaan dolar AS dan membutuhkan penggelaran setidaknya satu kapal tempur dan tiga kapal pesiar untuk pengamanan serta perjamuan para tamu negara.

Namun hasilnya tak lebih dari tiga kali foto bersama dan pakaian resmi tahunan ala APEC yang hanya sekali pakai. Padahal APEC dibentuk tiga dekade lalu untuk mempromosikan liberalisasi perdagangan. (afp)



Selengkapnya
 
MORE STORIES