Pemerintah Targetkan Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Cikajang 2 Tahun i

Pekerja memasang bantalan rel pada proyek pengerjaan reaktivasi jalur kereta Cianjur-Padalarang di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 10 Desember 2018

Oleh : Winda Ayu Larasati / WIN | Jumat, 18 Januari 2019 | 22:20 WIB
Kategori :

Garut - Pemerintah akan reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Cikajang, Jawa Barat. Tujuannya untuk menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, terutama di kawasan wisata.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan reaktivasi jalur kereta harus segera dimulai. Ia menargetkan reaktivasi dapat selesai dalam waktu dua tahun. Hal itu ia sampaikan saat meninjau rencana reaktivasi di Stasiun Cibatu, Garut, Jawa Barat.

"Reaktivasi empat jalur kereta api baru akan dimulai, termasuk jalur yang melintasi jalur-jalur wisata. Saya targetkan dua tahun, tapi mungkin mundur sedikitlah," kata Jokowi di Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1).

Reaktivasi memakan biaya sekitar Rp 400 miliar, dana tersebut sebagian besar untuk ganti rugi kepada 1.500 kepala keluarga, lantaran lahan yang mereka tempati berada di jalur perlintasan kereta.

Saat ini, Stasiun Cibatu merupakan stasiun yang masih beroperasi dan menjadi tahap awal dimulainya rekativasi. Selanjutnya, disusul dua stasiun lain yakni Stasiun Wanaraja dan Stasiun Garut.

Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (PTKAI) jalur Cibatu-Cikajang ditutup pada 1982, sementara jalur Cibatu-Garut ditutup pada 1983. Selama tidak beroperasi, kedua jalur tersebut dimanfaatkan warga sebagai jalan umum sampai lokasi bangunan.



Selengkapnya
 
MORE STORIES