Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, pada Peluncuran Nomor Layanan Care Center 165, Simplifikasi Rujukan Pelayanan Thalassemia Mayor dan Hemofilia, dan Peluncuran Jurnal JKN, Senin (13/9). Foto: Investor Daily)/Prisma Ardianto

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, pada Peluncuran Nomor Layanan Care Center 165, Simplifikasi Rujukan Pelayanan Thalassemia Mayor dan Hemofilia, dan Peluncuran Jurnal JKN, Senin (13/9). Foto: Investor Daily)/Prisma Ardianto

BPJS Kesehatan Simplifikasi Akses Layanan dan Administrasi

Selasa, 14 September 2021 | 04:29 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan simplifikasi terhadap sejumlah pelayanan dan proses administrasi. Diantaranya yakni mempermudah akses administrasi pasien thalassemia mayor dan hemofilia, serta secara bertahap mengganti pusat informasi dan pengaduan dari kontak 1500 400 menjadi 165.

Berbagai inovasi layanan tersebut diperkenalkan serentak dan dihadiri oleh Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, di Jakarta, Senin (13/09).

"Ini juga merupakan komitmen kami, terlebih dalam memperingati Hari Pelanggan yang jatuh 4 September lalu serta HUT ke-53 BPJS Kesehatan, kami persembahkan kepada pelanggan kami, peserta BPJS Kesehatan serta masyarakat berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi untuk menunjang penyelenggaraan Program JKN yang berkeadilan dalam melayani peserta di seluruh Indonesia," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Senin (13/9).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam acara peluncuran nomor layanan Care Center 165 yang secara bertahap akan menggantikan Care Center 1500400, Senin, 13 September 2021.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam acara peluncuran nomor layanan Care Center 165 yang secara bertahap akan menggantikan Care Center 1500400, Senin, 13 September 2021.

Ghufron berharap, layanan yang diluncurkan dapat memberikan kemudahan akses layanan serta mengakomodir harapan dan memenuhi kebutuhan peserta maupun para pemangku kepentingan.

"Kami juga mohon dukungan dari seluruh stakeholder, untuk bersama-sama mengawal berjalannya Program JKN-KIS, agar seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik," kata Ghufron.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati menyampaikan, pihaknya menghadirkan kemudahan akses pelayanan dan administrasi bagi penyandang thalassemia mayor dan hemofilia yang menjalani terapi rutin transfusi darah, obat antihemofilia, dan obat kelasi besi di rumah sakit. Dengan simplifikasi layanan tersebut, mereka tak perlu lagi mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperbarui surat rujukannya.

Sesuai mekanisme yang berlaku saat ini, surat rujukan peserta JKN-KIS yang menjalani perawatan thalassemia mayor dan hemofilia berlaku selama 90 hari. Jika masa berlakunya habis, maka peserta JKN-KIS harus mengunjungi FKTP untuk kembali mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit. 

Suasana pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan di Pancoran, Jakarta Selatan Kamis (25/2/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Suasana pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan di Pancoran, Jakarta Selatan.   Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

"Dengan adanya simplifikasi layanan, nantinya surat rujukan tersebut bisa langsung diperpanjang oleh pihak rumah sakit melalui aplikasi V-Claim. Prosesnya pun cepat, hanya dalam hitungan menit," ungkap Lily.

Dia mengatakan, penyederhanaan layanan tersebut akan diimplementasikan segera pada bulan September 2021 ini di seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk memperpanjang masa berlaku surat rujukan yang sudah habis, peserta JKN-KIS penyandang thalassemia mayor dan hemofilia cukup menunjukkan kartu JKN KIS dan surat keterangan kontrol kepada petugas administrasi rumah sakit. Selanjutnya, dengan aplikasi V-Claim, petugas rumah sakit akan memperpanjang masa berlaku surat rujukan peserta JKN KIS tersebut untuk 90 hari berikutnya.

Lily menerangkan, thalassemia mayor maupun hemofilia membutuhkan perawatan jangka panjang, dengan biaya perawatan dan obat-obatan yang tidak murah. Biaya bahkan disebut dapat mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.

"Dengan memanfaatkan Program JKN-KIS, para penyandang thalassemia mayor dan hemofilia bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai tanpa khawatir terbebani biaya besar. Kami berharap, simplifikasi alur layanan ini bisa kian membantu mereka saat akan mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit," ujar Lily.

Suasana pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan di Pancoran, Jakarta Selatan Kamis (25/2/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Suasana pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan di Pancoran, Jakarta Selatan. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sementara itu, BPJS Kesehatan pun secara bertahap mengubah nomor layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 menjadi 165. Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan David Bangun mengatakan, berubahnya nomor layanan BPJS Kesehatan Care Center diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mengingat nomor tersebut jika sewaktu-waktu memerlukan informasi atau akan melakukan pengaduan terkait layanan JKN-KIS.

"Selama masa transisi sampai Desember 2021, masyarakat masih dapat menggunakan secara paralel nomor 1500 400 maupun 165 untuk menghubungi BPJS Kesehatan Care Center," ujar David.

Sejumlah fitur yang dapat diakses masyarakat melalui BPJS Kesehatan Care Center antara lain permintaan informasi dan pengaduan, layanan administrasi seperti penambahan anggota keluarga Pekerja Penerima Upah (PPU) Penyelenggara Negara dan swasta, PBPU, serta BP. Selain itu, pendaftaran bayi baru lahir non PBI Jaminan Kesehatan, peralihan segmen peserta ke PBPU, dan perubahan data. Di samping itu, peserta JKN-KIS juga bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter umum melalui pelayanan Tanya Dokter yang tersedia di BPJS Kesehatan Care Center.

"Untuk pengaduan yang sifatnya memerlukan koordinasi dengan kantor cabang BPJS Kesehatan ataupun stakeholder lainnya, BPJS Kesehatan Care Center memiliki sistem yang terhubung dengan kantor cabang. Dengan demikian, kantor cabang dapat segera menyelesaikan pengaduan tersebut sesuai dengan Standard Level Agreement (SLA) target waktu penyelesaian atas pengaduan tersebut," kata David.

Hingga pada tahun 2020, tercatat BPJS Kesehatan Care Center melayani 1.631.535 panggilan. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS yang melonjak menjadi lebih dari 200 juta jiwa yang menyebabkan naiknya akses panggilan ke BPJS Kesehatan Care Center.

Luncurkan Jurnal JKN

BPJS Kesehatan meluncurkan layanan Care Center 165,  simplifikasi rujukan thalasemia mayor dan hemofilia serta Jurnal JKN secara daring, Senin, 13 September 2021.
BPJS Kesehatan meluncurkan layanan Care Center 165, simplifikasi rujukan thalasemia mayor dan hemofilia serta Jurnal JKN secara daring, Senin, 13 September 2021.


BPJS Kesehatan meluncurkan Jurnal JKN yang merupakan web portal sarana berbagai pengetahuan terkait program JKN-KIS melalui publikasi jurnal ilmiah. Laman ini berfungsi untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan karya ilmiah dari berbagai pihak yang telah dilakukan baik secara nasional maupun internasional dalam bentuk digital.

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal, mengungkapkan Jurnal JKN bisa menjadi wadah ilmu pengetahuan dan informasi yang telah teruji dan bisa dijadikan referensi yang kredibel dalam rangka pengembangan program JKN-KIS ke depan. Keterlibatan masyarakat seperti peneliti, akademisi, mahasiswa maupun Duta BPJS Kesehatan itu sendiri dapat dielaborasi dalam Jurnal JKN.

"Kita tahu, baik BPJS Kesehatan maupun pihak-pihak lain di luar organisasi ini melakukan banyak penelitian, kajian serta pengelolaan data dan informasi. Jika dapat ditulis ke dalam jurnal ilmiah tentu akan berkontribusi besar pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu diharapkan jurnal ilmiah yang ada di Jurnal JKN juga berguna bagi pembuat kebijakan, praktisi, peneliti, akademisi, dan masyarakat untuk program JKN-KIS serta pembangunan kesehatan pada umumnya,” kata Afdal.

Masyarakat yang berminat berkontribusi menyampaikan karya ilmiahnya yang terkait dengan Program JKN-KIS dapat melakukan registrasi di laman www.jurnal jkn.bpjs-kesehatan.go.id. Jurnal JKN menggunakan mekanisme peer-review, setiap artikel yang dikirimkan akan dinilai secara anonim oleh tim ahli yang ditunjuk oleh Chief Editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel penelitian dan artikel ulasan ilmiah (hasil kajian).

Jurnal JKN ini diterbitkan per semester atau dua kali dalam setahun (Juli dan Desember), berikut setiap edisi terdiri atas minimal lima artikel dalam Bahasa Indonesia dan/atau Inggris. Adapun ruang lingkup karya ilmiah yang dapat disampaikan dalam Jurnal JKN bertemakan Risk Pooling, Strategic Purchasing, Revenue Collection, Stakeholder Engagement dan Institutional Capability.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN