Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konferensi pers virtual AAJI mengenai laporan kinerja industri asuransi jiwa semester I-2021.

Konferensi pers virtual AAJI mengenai laporan kinerja industri asuransi jiwa semester I-2021.

Semester I, Total Pendapatan Asuransi Jiwa Rp 119,74 Triliun

Selasa, 14 September 2021 | 15:32 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan mencapai Rp 119,74 triliun atau tumbuh 64,1% secara tahunan (year on year/yoy) sampai semester I-2021. Pendapatan tersebut didorong pertumbuhan premi dan perbaikan pada hasil investasi.

Seperti yang dilaporkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terhadap 60 perusahaan asuransi jiwa, total pendapatan premi semester I-2021 mencapai Rp 104,72 triliun atau tumbuh 17,5% (yoy). Kontributor terbesar yakni peningkatan 27,4% (yoy) pada premi bisnis baru dengan nilai total Rp 68,02 triliun. Sedangkan premi lanjutan tumbuh sebesar 2,8% (yoy) atau Rp 36,7 triliun.

Selanjutnya, hasil investasi tumbuh 122,6% menjadi Rp 4,90 triliun. Pada periode sebelumnya, hasil investasi asuransi jiwa negatif Rp 21,64 triliun. Adapun klaim reasuransi sebesar Rp 3,60 triliun atau naik 12,7% (yoy). Serta pendapatan lainnya sebesar Rp 7,06 triliun atau meningkat 149,7% (yoy) di semester I-2021.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, sinyal kuat pemulihan ekonomi muncul secara meyakinkan dalam kinerja industrinya semester pertama tahun ini. Salah satunya, tergambar pada sisi pendapatan asuransi jiwa dimana industri meraih pertumbuhan premi sebesar 17,5% dibandingkan periode sama di tahun lalu.

"Sinyal pemulihan terlihat jelas di beberapa indikator pendapatan utama kami yang terus menguat di semester satu tahun ini. Membaiknya pendapatan dari premi, investasi, premi reasuransi dan lainnya di semester satu tahun ini secara year on year telah membangun optimisme kami tentang pemulihan ekonomi di masa yang akan datang," kata Budi dalam konferensi pers daring, Selasa (14/9).

Besarnya pertumbuhan premi bisnis baru tersebut ditopang oleh menguatnya peran penjualan kanal bancassurance yang tumbuh 37,5% atau setara nilai premi Rp 37,96 triliun semester I-2021. Saking dominannya, porsi kontribusi bancassurance mengambil 55,8% total premi bisnis baru. Sedangkan kanal keagenan mengambil porsi 29% dan sebesar 25% pada kanal alternatif seperti telemarketing, digital, dan employee benefit.

Sementara itu, Budi mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kinerja positif industri asuransi jiwa yang hadir di semester I-2021. Beberapa prasyarat regulasi dan kolaborasi pemangku kepentingan industri bisa jadi kunci keberhasilan.

Dia menjelaskan, AAJI berharap pemerintah dan regulator industri senantiasa memperkuat ekosistem dan mendukung peran positif-sistemik dari industrinya ke perekonomian. Diantaranya lewat pengaturan dan penciptaan iklim yang mendukung pertumbuhan positif mulai dari lini pendapatan lewat relaksasi kebijakan PAYDI, perlindungan konsumen lewat Lembaga Penjamin Polis LPP), insentif perpajakan, insentif investasi melalui alokasi SBN hingga insentif pengembangan produk asuransi berbasis digital di industri asuransi jiwa.

"Kami berharap para pembuat kebijakan akan terus mendorong industri asuransi jiwa berada di zona positif. Semua pelaku industri kami memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung stabilitas perekonomian. Dengan sedemikian besarnya dana kelola yang kami upayakan terus berada dalam pasar modal dan SBN, membuat industri asuransi jiwa makin memiliki dampak yang positif dan sistemik ke perekonomian. Mudah-mudahan kita jadi makin tangguh dan mampu selalu memberi sumbangsih besar bagi kemajuan Indonesia," tandas Budi.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN