Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Start-up Insurtech Rey

Start-up Insurtech Rey

Start-up Health Insurtech Rey Hadir di Indonesia

Selasa, 14 September 2021 | 19:18 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Rey, sebuah start-up health insurtech berbasis aplikasi hadir di Indonesia. Rey berfokus pada asuransi kesehatan, jiwa, dan penyakit kritis.  

Ide Rey dimotori oleh Evan Tanotogono yang menjabat sebagai CEO & Co-Founder dan Bobby Siagian sebagai CTO & Co-Founder. Rey memiliki visi menghadirkan model baru berasuransi, yaitu pemaduan produk asuransi jiwa dan kesehatan yang dirancang khusus dengan ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi secara digital. Mulai dari pemeriksaan gejala mandiri berbasis AI, telekonsultasi dengan dokter,  hingga pemesanan dan pengiriman obat sesuai resep dokter.

Berbeda dari asuransi konvensional, platform Rey menawarkan paduan produk asuransi dan layanan kesehatan yang dikemas dalam program Membership berbasis langganan (subscription). Pola ini serupa dengan layanan streaming film dan lagu online. Sistem berlangganan bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman berasuransi dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu mulai dari Rp69 ribu/bulan. Setelah berlangganan, Member Rey dapat menikmati akses ke ekosistem layanan kesehatan kapan dan dimanapun tanpa dikenakan biaya tambahan.

Adapun kemunculan Rey berawal dari keinginan untuk turut berkontribusi meningkatkan penetrasi asuransi jiwa & kesehatan di Indonesia melalui pendekatan yang baru dan berbeda. Rey  memang hanya berfokus pada produk-produk asuransi kesehatan, jiwa, dan penyakit kritis saja. Namun, dijalankan dengan inovasi secara end-to-end–mulai dari distribusi digital, integrasi dengan layanan kesehatan baik online maupun offline, serta pemanfaatan fitur-fitur wellness.

“Banyak pain points yang kami lihat di industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia yang sifatnya mengakar sehingga pendekatan yang Rey lakukan bukan sekadar mendigitalisasi bagian dari proses yang sudah lama ada melainkan mendesain ulang bagaimana seharusnya asuransi kesehatan, jiwa, dan penyakit kritis ditawarkan di Indonesia,” tutur Evan dalam keterangan resmi, Selasa (14/9).

Masalah lain yang menjadi peluang bagi perusahaan health insurtech seperti Rey untuk meningkatkan penetrasi asuransi digital di Indonesia adalah perubahan yang terjadi dalam masyarakat sejak pandemi COVID-19, yaitu cara menangani kesehatan. Masyarakat mulai sadar pentingnya memiliki perlindungan melalui asuransi, adanya upaya hidup lebih sehat, hingga kesadaran untuk memanfaatkan teknologi di bidang kesehatan. 

Hadirnya Rey akan semakin memudahkan masyarakat yang peduli pada kesehatan dan masa depan karena Rey memberikan akses penuh bagi para Member untuk mengakses layanan kesehatan, seperti layanan pengecekan gejala mandiri (self-diagnostics) berbasis Artificial Intelligence, layanan telekonsultasi dokter, dan pemesanan dan pengiriman obat sesuai resep, hingga kunjungan ke dokter di klinik rekanan secara cashless berbekal aplikasi Rey.

“Dari sisi layanan kesehatan, Rey menitikberatkan lebih kepada kualitas perawatan (quality of care). Fitur dan alur yang ada di Rey, mulai dari dari self-diagnostics hingga telekonsultasi dan pembelian obat, dirancang agar para Member Rey bisa mendapatkan kenyamanan menyeluruh yang maksimal meskipun dari layanan telekesehatan. Rey juga menyediakan dokter khusus yang sudah terpilih dan terkurasi untuk layanan telekonsultasi sehingga standar pelayanan dapat dijaga secara baik,” sebut Evan.

Rey meyakini bahwa experience dalam berasuransi seharusnya tidak hanya sebatas kegiatan membeli polis dan membayar premi. Karena itu, Rey ingin dikenal sebagai penyedia produk asuransi yang lebih dari sekedar menghadirkan sebuah polis. Rey ingin mengenal dan berinteraksi dengan Member-nya secara lebih personal, baik melalui layanan kesehatan hingga berbagai fitur untuk memperbaiki kualitas hidup ke arah yang lebih sehat. 

Adanya peranan data dan analitik juga ikut berperan meningkatkan kualitas layanan telekonsultasi Rey. Bobby mengungkapkan bahwa adanya kemampuan data dan analitik akan membantu meningkatkan kenyamanan karena dokter menerima informasi kesehatan menyeluruh dari masing-masing Member. Hasilnya, dokter bisa memberikan layanan yang lebih personal dalam waktu yang relatif lebih singkat dengan diagnosis yang lebih akurat.

Rey juga melengkapi aplikasinya dengan fitur-fitur kebugaran yang dirancang dengan modul reward, yang ditujukan agar Member termotivasi untuk memiliki hidup yang lebih sehat. Ini adalah manfaat yang dapat dinikmati Member selain mendapatkan perlindungan asuransi dan ekosistem layanan kesehatan. Dengan adanya fitur kebugaran, Member Rey tidak hanya mendapatkan perlindungan dan perawatan tapi juga pencegahan dari terjadinya risiko kesehatan yang tidak diharapkan tapi dapat menyerang kapan saja. 

“Pada dasarnya, kami percaya bahwa Member yang sehat akan menghasilkan klaim yang lebih optimal di kemudian hari, lebih baik mencegah dari sekarang daripada harus mengobati,” sebut Bobby.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN