Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah asuransi mendapatkan pelayanan di sebuah kantor asuransi umum di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah asuransi mendapatkan pelayanan di sebuah kantor asuransi umum di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Koasuransi Merah Putih Sasar Peningkatan Pangsa Pasar 10%

Rabu, 13 Oktober 2021 | 05:12 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian BUMN meresmikan pembentukan Koasuransi Merah Putih pada Senin (11/10). Empat perusahaan asuransi dan dua reasuransi yang tergabung membidik peningkatan 10% pangsa pasar (market share) di tahun pertama.

Kerja sama Koasuransi Merah Putih merupakan program inisiasi Tim Percepatan Penguatan BUMN klaster asuransi dan dana pensiun yang dibentuk melalui keputusan Menteri BUMN dengan nomor: SK-37/M-BU/02/2021 jo SK-75/M-BU/Wk2/08/2021 di bawah supervisi Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Dalam keterangan tertulis, Kartika mengatakan bahwa kerjasama Koasuransi Merah Putih ini dilakukan untuk menciptakan mode kolaborasi atau sinergi yang tepat sasaran sehingga mendapatkan keuntungan untuk kedua belah pihak. Hal itu sekaligus guna memperkuat implementasi mitigasi risiko.

"Kami terus melakukan transformasi secara fundamental di dalam kluster asuransi dan dana pensiun BUMN agar kemudian perusahaan asuransi BUMN tidak hanya menjadi kuat, kompetitif, dan memiliki expertise di industri, tetapi juga ditunjang oleh manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik. Di sisi lain, saya juga menekankan perlunya mitigasi risiko yang tepat untuk mendapatkan pricing polis yang efektif dan tepat antara Premi dan Klaim," ujar pria yang akrab disapa Tiko itu, Selasa (12/10).

Koasuransi Merah Putih beranggotakan PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Raharja Putera dan PT Asuransi Asei. Pelaksanaan keempat perusahaan asuransi itu juga didukung dua perusahaan reasuransi yaitu PT Reasuransi Indonesia Utama dan PT Reasuransi Nasional Indonesia.

"Kerja sama dan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam percepatan dan penguatan bisnis di klaster asuransi dan dana pensiun," imbuh Ketua Tim Kerja Tim Percepatan Penguatan Badan Usaha Milik Negara Klaster dan Dana Pensiun Robertus Billitea.

Ketua Tim Pengembangan Bisnis Tim Percepatan Penguatan BUMN Klaster Asuransi dan Dana Pensiun Pantro Pander Silitonga menyatakan, kehadiran koasuransi ini turut memproyeksi untuk meningkatkan pangsa pasar sebesar 10% di tahun pertama. "Kami yakin, koasuransi ini juga tetap menjaga persaingan yang sehat antar penyedia asuransi pengangkutan," beber dia.

Pantro mengakui bahwa selama ini kinerja premi dari masing-masing anggota koasuransi belum optimal. Seperti yang tercermin dari penguasaan pangsa pasar dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

“Jika kita melihat angka market share masing-masing anggota koasuransi merah putih selama tahun 2017 hingga 2019, Asuransi Jasindo memiliki market share sebesar 2%, 1%, dan 2%. Adapun Askrindo, pada rentang waktu yg sama, memiliki market share secara berturut-turut sebesar 0,14%, 0,13%, dan 0,11%. Sedangkan Asuransi Asei memiliki market share sebesar 0,04%, 0,28% dan 0,09%. Kemudian Jasa Raharja Putera memiliki market share sebesar 0,29%, 0,28% dan 0,25%," papar Pantro.

Dia berharap, penggabungan kapasitas bersama dalam bentuk koasuransi dapat mendorong penetrasi pangsa pasar asuransi pengangkutan. Namun dengan tetap memperhatikan ketentuan sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pantro juga mengungkapkan, pihaknya akan mengembangkan inovasi produk dan layanan asuransi dari berbagai line of business (LOB). Langkah strategis awal Koasuransi Merah Putih ini adalah dengan meluncurkan produk asuransi pengangkutan (cargo). Selanjutnya, koasuransi akan merambah ke produk-produk asuransi lainnya seperti asuransi kebakaran, asuransi perjalanan, asuransi kecelakaan diri dan kesehatan, serta asuransi kendaraan bermotor.

Pantro menerangkan, industri pengangkutan menjadi salah satu industri yang mengalami peningkatan secara signifikan di Indonesia. Sejumlah faktor yang mendorong hal tersebut salah satunya peningkatan aktivitas ekspor-impor. Oleh karena itu, kebutuhan perlindungan asuransi pengangkutan terutama menyangkut kemudahan akses pengajuan polis pun semakin meningkat.

Pantro menuturkan, semakin bertumbuhnya kebutuhan asuransi pengangkutan dapat dilihat dari pendapatan premi asuransi pengangkutan secara nasional yang cenderung meningkat. Pada 2017 tercatat pendapatan premi nasional sebesar Rp 3,1 triliun, naik pada 2018 sebesar Rp 3,5 triliun. Khusus di tahun 2019, terjadi penurunan pendapatan premi sebesar Rp 3,4 triliun. Penurunan itu dinilai sebagian besar karena pandemi Covid-19.

"Pasca pandemi Covid-19, pemerintah kemudian mencanangkan sejumlah inisiatif perbaikan kondisi ekonomi, yang pada gilirannya memunculkan potensi baru pada industri pengangkutan yang bersumber dari industri farmasi, alat-alat kesehatan dan barang-barang konsumsi (consumer goods) dengan pertumbuhan hingga mencapai 40% pada 2020," ungkap Pantro.

Sementara itu, Ketua Workstream Market Diwe Novara menuturkan, pihaknya telah menyiapkan inovasi sebagai pembeda dari pelaku asuransi lain.

"Salah satu inovasi yang telah kami siapkan sebagai value proposition dari kerjasama koasuransi ini adalah tersedianya aplikasi e-marine yang dapat dipergunakan oleh klien BUMN maupun di luar BUMN untuk mengajukan polis asuransi pengangkutan (cargo)," ucap dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN