Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Finance Director PT KSK Insurance Indonesia Suharjo P Lumbanraja pada acara Beritasatu Outlook 2022 - Stimulus Ekonomi 2022, Senin, 22 November 2021. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Finance Director PT KSK Insurance Indonesia Suharjo P Lumbanraja pada acara Beritasatu Outlook 2022 - Stimulus Ekonomi 2022, Senin, 22 November 2021. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Tahun 2022, KSK Insurance Proyeksi Premi Tumbuh 20-25%

Senin, 22 November 2021 | 15:54 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT KSK Insurance Indonesia memproyeksikan pertumbuhan premi berkisar 20-25% tahun 2022. Premi utamanya akan dikerek oleh lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti.

Finance Director KSK Insurance Suharjo P Lumbanraja menyampaikan, pertumbuhan bisnis industri asuransi umum, termasuk perusahaan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada 2019, ketika ekonomi tumbuh 5%, asuransi umum naik 15% dan premi KSK Insurance meningkat 38%. Pada 2020, ketika pandemi Covid-19 mulai melandai, ekonomi susut sekitar 2%, industri asuransi umum terkontraksi 4%, dan premi perusahaan tumbuh melambat jadi 17%.

Untuk tahun 2021, ketika ekonomi bangkit 5%, KSK Insurence memproyeksikan, pada Desember 2021, industri asuransi umum tumbuh 9%, dan secara internal perusahan tumbuh sekitar 29%.

“Untuk 2022, ketika ekonomi tumbuh di kisaran 5%, industri asuransi asuransi akan tumbuh kisaran 9-11%. Sementara itu, perusahaan sendiri memproyeksikan premi tumbuh di antara 20-25%," kata Suharjo, di acara Beritasatu Outlook 2022 - Stimulus Ekonomi 2022, Senin (22/11).

Berdasarkan analisa internal, lanjut dia, sektor-sektor yang menjadi kontributor pertumbuhan berdasarkan lapangan usaha tahun depan, di antaranya jasa kesehatan, pertambangan, infokom, perdagangan, pengadaan air, jasa keuangan, pengadaan listrik dan gas, konstruksi, industri pengolahan, real estat, dan pertanian. 

Hingga Kuartal III-2021

Ada pun, sampai kuartal III-2021, KSK Insurance telah membukukan pendapatan premi mencapai Rp 375,62 miliar, atau tumbuh 26,59% secara tahunan (year on year/yoy). Premi bruto juga tercatat tumbuh 25,44% (yoy) menjadi Rp 281,77 miliar.

Lebih lanjut, KSK Insurance pun meyakini premi industri asuransi umum akan tumbuh positif 9-11% tahun 2022. Lini bisnis yang menjadi pendorong di antaranya asuransi kredit dengan proyeksi pertumbuhan 20-25%.

Salah satu penopang pertumbuhannya melihat kebijakan dari bank sentral Bank Indonesia yang memberikan kebijakan bunga rendah dan akhirnya mendorong geliat aktivitas masyarakat.

Kemudian, asuransi properti juga diproyeksikan tumbuh sebesar 7%. Lini tersebut pun dipercaya akan turut memberikan dampak positif pada bisnis KSK Insurance.

"Pertumbuhan memang akan dikontribusi dari sisi properti mengingat perusahaan memfokuskan pada bisnis-bisnis di sisi perbankan. Dengan tingkat kredit yang diasumsikan bakal meningkat, bunga dijaga di level rendah, kami optimistis bisnis properti di KSK Insurance juga akan meningkat," ujar Suharjo.

Tren positif pun nampaknya bakal ikut dicatatkan lini asuransi kecelakaan diri dan kesehatan. Apalagi, melihat kesadaran berasuransi masyarakat atas pandemi  meningkat cukup baik. Secara industri, lini itu dipercaya akan tumbuh sekitar 5-8% di tahun 2022. 

Asuransi Kendaraan dan Konstruksi

Sementara itu, untuk asuransi kendaraan bermotor, dengan melihat data dan proyeksi dari Gaikindo, diperkirakan premi asuransi kendaraan bermotor dari asuransi umum tumbuh pada kisaran 1-5% tahun 2022. Pertumbuhannya diproyeksi hanya satu digit walau melihat pertumbuhan yang pesat pada 2021. 

Suharjo menerangkan, penjualan kendaraan bermotor meningkat signifikan hampir 69% tahun 2021 sebagai dampak dari relaksasi PPnBM. Hal ini mendorong perbaikan pada premi asuransi kendaraan bermotor yang pada 2020 pertumbuhan preminya sempat susut sekitar 21%.

Selanjutnya, melihat potensi di sektor konstruksi, pihaknya akan mencari ceruk bisnis baru dan tetap melanjutkan upaya yang telah dilakukan. Keikutsertaan perusahaan di sektor konstruksi sudah dimulai tahun ini dengan menangani proyek pemerintah, seperti jalan tol di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

"Namun demikian, kunci utama terkendalinya Covid-19 menjadi salah satu faktor utama, mengingat hal itu menjadi kunci atas pergerakan masyarakat. Lalu, tercapainya asumsi-asumsi pemerintah juga akan menjadi kunci, karena industri asuransi sangat terkait dengan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Menurut Suharjo, faktor kunci lain adalah terkait Undang-Undang Harmonisasi Pajak bahwa sampai saat ini, industri asuransi menjadi salah satu objek PPN dan masih menunggu aturan terkait.

Strategi KSK Insurance

Dalam strategi bisnisnya, KSK Insurance memulai dengan mendefinisi ulang bisnis, seperti membuat inovasi produk sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini diikuti efektivitas operasional dan ekspansi yang terukur.

Berikutnya yang juga penting adalah dengan upaya mengadopsi teknologi informasi sebagai bagian dari proses bisnis tahun 2022.

Adopsi teknologi informasi diterapkan perusahaan melalui polis digital (e-policy), dengan membuat aplikasi untuk mitra yang bisa memberikan pelayanan klaim dan jasa lainnya.

Kemudian, upaya meningkatkan dana analisa agar produk bisa tepat sasaran serta otomatisasi akseptasi underwriting, sehingga prosesnya bisa lebih singkat dan efisien.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN