Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Peter van Zyl dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-2 bertema Akselerasi Pembangunan Pariwisata 2022, Selasa (23/11/2021). Van Zyl mengambil tema Pentingnya Asuransi Dalam Berwisata di Era New Normal. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

President Director PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Peter van Zyl dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-2 bertema Akselerasi Pembangunan Pariwisata 2022, Selasa (23/11/2021). Van Zyl mengambil tema Pentingnya Asuransi Dalam Berwisata di Era New Normal. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Allianz Utama Berinovasi dan Perbaiki Layanan Asuransi Perjalanan

Selasa, 23 November 2021 | 23:52 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) menyadari bahwa kebijakan pembatasan sosial pasti akan berdampak pada kinerja asuransi perjalanan (travel insurance). Tetapi sambil menunggu pandemi mereda dan geliat pariwisata kembali bergairah, pihaknya memilih untuk melakukan sejumlah inovasi dan berbagai layanan tak terkecuali tentu asuransi perjalanan.

Presiden Direktur Allianz Utama Peter van Zyl menyampaikan, meskipun saat ini memperlihatkan bahwa vaksinasi dan protokol kesehatan membantu mengurangi penyebaran Covid-19. Lalu beberapa negara mulai terbuka untuk pengunjung karena penyebaran kasus yang mulai menurun. Tetapi pemerintah tetap konsisten untuk mengurangi penyebaran dengan memberlakukan pembatasan aktivitas di akhir tahun 2021 nanti.

Meski begitu, penting untuk semua pihak mematuhi ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sebagai perusahaan dalam suatu industri, pihaknya juga memikirkan bahwa aturan yang diterapkan pasti memiliki alasan yang jelas dan dipikirkan secara matang oleh pemerintah.

"Namun karena kita adalah pelaku usaha, tetap kita bisa melihat adanya peluang untuk tetap menjalin relasi dengan nasabah dengan memberikan layanan, serta memperbaiki kinerja kita. Di sini menjadikan peluang untuk terus berinovasi, mengeluarkan hal baru yang bisa membantu para nasabah dengan menggunakan kanal distribusi yang dimiliki," kata Peter pada diskusi  virtual bertajuk Akselerasi Pembangunan Pariwisata 2022 di acara Beritasatu Outlook 2022, hari ke-2 Selasa (23/11).

Dia mengungkapkan, semua pihak tentu tidak ingin rencana pemerintah mengurangi tingkat penyebaran kasus Covid-19 terbengkalai sehingga menghambat pemulihan di sektor pariwisata, dan pada akhirnya mengganggu kinerja dari asuransi perjalanan. Namun demikian, asuransi perjalanan menjadi penting, baik untuk bepergian ke dalam atau luar negeri.

"Kami terus memberikan edukasi melalui berbagai platform dan media. Singkatnya betul memang akan mempengaruhi industri kami, tapi dari sisi yang lain ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperbaiki usaha dan layanan yang kami berikan, serta mempererat kolaborasi dengan mitra kami yang lain," jelas Peter.

Sebagai suatu perusahaan, kata Peter, pihaknya harus mengikuti berbagai protokol dan kebijakan dari pemerintah meskipun hal tersebut tidak mendukung laju bisnis perusahaan. Pihaknya meyakini, keputusan itu diambil berdasarkan pemahaman melihat situasi yang ada.

"Ini bukan lari jarak pendek tapi suatu perjuangan yang sangat besar. Mudah-mudahan kita semua bisa mengambil keuntungan setelah pandemi Covid-19 ini mereda. Kita bisa kembali ke bisnis dahulu lagi dan memungkinkan untuk berkembang lebih baik. Kita punya tanggung jawab dalam setiap peran untuk menghadapi tantangan yang ada," ungkap Peter.

Dia mengungkapkan, pandemi memberi pelajaran baru bagi berbagai pihak sehingga tau rencana hingga proses bisnis yang harus diterapkan.

"Kita lebih cerdas dari sebelumnya karena lebih tau apa yang perlu dilakukan lebih dulu. Kita sebagai pemberi layanan dan jasa diharapkan bisa membantu mereka agar setiap perjalanan bisa aman dan nyaman. Kita harus mempererat kerja sama," ular Peter.

Dia menerangkan, penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah sehingga berbagai pihak perlu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Allianz Utama sendiri dalam melakukan sosialisasi dan edukasi selalu menggandeng berbagai pihak seperti lembaga jasa keuangan lain sampai universitas. Terutama dalam penetrasi asuransi pada segmen UMKM.

Menurut dia, masih banyak dari masyarakat yang tidak tahu cara untuk mengakses asuransi atau sekedar berkomunikasi dengan perusahaan asuransi. Hal itu dipersiapkan Allianz Utama dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial. Selain itu, klaim yang dibayarkan juga menegaskan kehadiran dari perusahaan asuransi.

Dalam perbaikan layanannya, Peter bilang, pihaknya berupaya memastikan layanan klaim bisa mudah, produk dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipahami masyarakat. Hal itu akan tepat sasaran jika akses terhadap produk juga bisa tersedia dengan mudah. Tapi sekali lagi, hal itu perlu keterlibatan banyak pihak, sehingga akselerasi penetrasi asuransi bisa berjalan optimal.

"Kita sangat optimis (di tahun 2022) karena asuransi perjalanan ini sangat penting dan sangat relevan dengan kebutuhan nasabah kami. Ini adalah produk yang sangat penting bagi kami karena memungkinkan kami untuk berinteraksi lebih banyak orang-orang disekitar kita," kata Peter. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN