Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Firdaus Djaelani. Foto: David

Firdaus Djaelani. Foto: David

Ini Masukan dari Firdaus Djaelani untuk Pansel Calon Dewan Komisioner OJK

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:22 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Masa jabatan anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017–2022 akan segera berakhir pada tanggal 20 Juli 2022. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 145/P Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Periode 2022–2027 pada 24 Desember 2021, mencari pimpinan baru OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK periode 2012-2017 Firdaus Djaelani memberikan masukan kepada panitia seleksi (pansel) pemilihan calon anggota dewan komisioner OJK 2022-2027. Dia menjelaskan, terdapat empat tahapan seleksi calon anggotan dewan komisioner OJK oleh pansel, yakni tahap seleksi administrasi; tahap penilaian makalah, rekam jejak, dan masukan masyarakat; tahap penilaian asesmen dan tes kesehatan; serta tahap afirmasi atau wawancara.

Baca juga: Oh No! OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Fasilitasi Kripto

Firdaus menekankan pada tahapan seleksi rekam jejak dan masukan masyarakat. Dia mengharapkan, apabila pansel menerima masukan masyarakat terhadap seorang calon, apalagi calon potensial, sebaiknya betul-betul dikonfirmasi kebenarannya.

“Saya bilang ke teman-teman yang sekarang menjadi pansel, saya bilang kalau memang ada calon potensial tapi ada masukan dari masyarakat yang negatif tolong diklarifikasi karena kalau tidak jadi unsur fitnah,” ungkap Firdaus dalam diskusi media bertajuk Mengawal Pansel OJK, Mengawal Pengawasan Industri Jasa Keuangan secara daring, Selasa (25/1).

Dia menambahkan, pansel sebaiknya jangan melayani masukan masyarakat yang tanpa nama karena berarti datang dari seorang pengecut. Dia mengingatkan, jangan sampai calon potensial yang bagus gugur karena ada masukan masyarakat yang tak bagus tapi didengar saja langsung tanpa diklarifikasi.

Selain itu, Firdaus menyebutkan, untuk tahapan wawancara juga sebaiknya diterapkan secara independen demi mendapatkan calon-calon terbaik anggota dewan komisioner OJK.

“Terakhir wawancara. Tolong betul-betul harus independen karena kita ingin mencari anggota dewan komisioner OJK jilid 3 yang sangat bagus. Untuk ini harus bertindak independen kira-kira begitu,” papar Firdaus.

Sesuai pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK beserta penjelasannya, panitia seleksi berjumlah sembilan orang dan keanggotaannya terdiri atas unsur pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan masyarakat. Adapun unsur masyarakat adalah akademisi di sektor jasa keuangan, masyarakat industri perbankan, industri pasar modal, dan/atau industri keuangan non-bank yang meliputi perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Baca juga: Waspadai Skema Ponzi Bermodus Kripto, OJK Minta Perketat Aturan Penggunaan Rekening Bank

Susunan pansel sesuai Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2021 menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai ketua merangkap anggota (mewakili pemerintah), Perry Warjiyo sebagai anggota (mewakili Bank Indonesia), Kartika Wirjoatmodjo sebagai anggota (mewakili pemerintah), dan Suahasil Nazara sebagai anggota (mewakili pemerintah).

Kemudian, Dody Budi Waluyo sebagai anggota (mewakili Bank Indonesia), Agustinus Prasetyantoko sebagai anggota (mewakili masyarakat akademisi), Muhamad Chatib Basri sebagai anggota (mewakili masyarakat industri perbankan). Ada pula Ito Warsito sebagai anggota (mewakili masyarakat industri pasar modal), dan Julian Noor sebagai anggota (mewakili masyarakat industri keuangan non-bank).

Adapun pada Selasa (25/1) adalah hari terakhir pendaftaran seleksi calon dewan komisioner OJK periode 2022-2027. Pendaftaran telah dibuka sejak 7 Januari 2022.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN