Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Askrindo

Askrindo

Hingga Mei 2022, Askrindo Jamin KUR Rp 62,6 T

Kamis, 16 Juni 2022 | 05:42 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo memberi penjaminan kepada sebanyak 1,34 juta debitur kredit usaha rakyat (KUR) dalam rentang Januari-Mei 2022. Adapun nilai KUR yang dijamin mencapai Rp 62,6 triliun.

Direktur Operasional Askrindo Erwan Djoko Hermawan menyampaikan, pemerintah menargetkan perbankan dapat penyaluran KUR mencapai Rp 373 triliun di tahun ini. Askrindo telah menyiapkan berbagai strategi guna mendukung target pemerintah tersebut. Strategi yang dimaksud adalah melakukan sosialisasi kebijakan dan produk KUR kepada mitra bank penyalur, agar akseptasi maupun pelayanan klaim dapat dilaksanakan sesuai SLA yang disepakati. Perseroan turut melakukan pengembangan sistem operasional untuk menyederhanakan proses bisnis penjaminan KUR.

“Dukungan pengembangan sistem operasional penjaminan KUR melalui pemanfaatan teknologi host to host untuk klaim dan subrogasi online," kata Erwan dalam keterangannya, Rabu (15/6/2022).

Erwan mengungkapkan, Askrindo ikut serta mendukung pengembangan UMKM melalui pendampingan bersama sejumlah pemangku kebijakan dan bank penyalur. Dengan begitu, diharapkan tercipta UMKM yang sehat dan kuat, sekaligus membuka kesempatan kepada para pelaku UMKM mendapatkan dukungan fasilitas keuangan dari bank penyalur.

Baca juga: Laba Bersih Askrindo Syariah 2021 Tumbuh 520,1% 

Di sisi lain, Askrindo yang merupakan Anggota Holding Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) dipercaya untuk melakukan Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK). Program penjaminan tersebut menjadi bagian dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Dalam hal ini, Askrindo berperan dalam membantu akses permodalan UMKM ke perbankan untuk mendapatkan fasilitas KUR dan fasilitas KMK PEN. Di samping itu, Askrindo juga menjamin risiko gagal bayar atas kredit yang akan disalurkan perbankan ke UMKM.

Adapun kinerja penjaminan KUR Askrindo terus mengalami peningkatan. Rentang Januari-Mei 2022, perseroan berhasil merealisasikan penjaminan KUR sebesar Rp 62,6 triliun atau 33,5% dari total target Penjaminan KUR Askrindo tahun 2022 sebesar 186,5 triliun. Sementara jumlah UMKM yang dijamin selama Januari-Mei 2022 sebanyak 1.346.897 debitur.  

Penjaminan KUR yang telah diserap berbagai sektor tersebut menandakan indikasi semakin kuatnya pemulihan daya beli masyarakat dan gerak perekonomian yang semakin membaik. Kini, pemerintah terus mengakselerasi berbagai langkah dukungan bagi para pelaku ekonomi agar segera pulih dari dampak pandemi Covid-19 melalui program KUR tahun 2022.

Baca juga: Retail Lender Akseleran Dukung Penyaluran Pinjaman Rp 1,1 T

Dari sisi KMK PEN, Askrindo merealisasikan KMK PEN senilai Rp 20,9 triliun. Jumlah UMKM yang dijamin sebanyak 34.005 debitur, terhitung sepanjang 2020 hingga 2021.

Berbagai langkah dilakukan pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022. Alhasil, pertumbuhan perekonomian sebesar dicatatkan mencapai 5,01% year on year (yoy).

Namun demikian, per April 2022 inflasi tercatat meningkat, bertepatan dengan momen Ramadhan tahun ini. Kondisi tersebut juga menjadi penanda bahwa daya beli masyarakat di masa Ramadan dan lebaran telah kembali ke level pra-pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 didominasi oleh industri pengolahan sebesar 19,19%, dan diikuti oleh sektor perdagangan. "Dalam sektor tersebut, UMKM tentunya turut berkontribusi dalam mendukung pemulihan pertumbuhan perekonomian," jelas Menko Perekonomian. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN