Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asuransi AJB Bumiputera (Foto: Istimewa)

Asuransi AJB Bumiputera (Foto: Istimewa)

Penyelesaian Terindikasi Melawan Hukum

BPA Tetapkan Tiga Nama Direksi AJB Bumiputera 1912

Kamis, 23 Juni 2022 | 04:23 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Sidang Luar Biasa (SLB) Badan Perwakilan Anggota (BPA) akhirnya menetapkan tiga nama direksi terpilih Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Tapi pada saat bersamaan, upaya menemukan solusi terbaik bagi perusahaan mutual itu dinilai dinilai menerabas koridor hukum.

Juru Bicara BPA sekaligus Anggota BPA DP VI (Jawa Bagian Tengah) RM Bagus Irawan menyampaikan, SLB BPA yang terselenggara pada 21-22 Juni 2022 di Wisma Bumiputera dengan agenda pemilihan dan penetapan direksi berjalan dengan lancar. Ada sebanyak 16 calon direksi yang diusung dari masing-masing anggota BPA untuk menempati tiga posisi yakni direktur utama, direktur bisnis, serta direktur operasional dan SDM.

"SLB dihadiri 10 Anggota BPA dari 11 daerah pemilihan yang ada. Satu Anggota BPA atas nama Hardi dari DP II (Sumatera Bagian Tengah) sedang menjalankan Ibadah Haji. Ketua BPA H Muhammad Idaham memimpin jalannya sidang ini dengan mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat untuk menentukan Direksi Perusahaan Asuransi tertua di Indonesia ini," ujar Bagus dalam keterangannya, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Jasa Raharja Dukung Perluasan Markah Zona Berbahaya di Jalan Raya

Pada hari pertama, dilakukan dengan penyampaian program kerja para calon direksi yang terdiri dari empat orang calon direktur utama yaitu Irvandi Gustari, Nirwan Daud, Dece Kurniadi dan Agus Sigit Kusnadi. Kemudian enam orang calon direktur bisnis, antara lain, Desty Pongsikabe, Sampulawa, Ary Budi Prasetyo, Rahadhian Inu Kertapati, Arie Setiyono dan Suliadi. Serta tiga calon direktur operasional dan SDM yaitu Tiopulus Pasaribu, Firman Alamsyah dan Arif Wibowo.

"Para calon direksi memaparkan programnya sesuai dengan kompetensi yang dipilih dihadapan 10 orang anggota BPA. Mereka harus menjawab semua pertanyaan secara tepat, sistematis dan komprehensif terkait upaya penyehatan Bumiputera ke depannya," beber Bagus.

Memasuki hari kedua, dalam SLB terjadi kesepakatan dan keputusan BPA bahwa direktur yang ada saat ini yaitu Dena Chaerudin masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugasnya yang kurang lebih tinggal satu tahun. Dena Chaerudin dipercaya mengawal masa transisi direksi baru terpilih.

Baca juga: Gubernur Perry Beri Sinyal Belum Naikkan Suku Bunga Acuan Pekan Ini

"BPA memutuskan Dr Irvandi Gustari SE MBA sebagai direktur Utama dan L I Sampulawa sebagai Direktur Bisnis. Sedangkan calon Direktur Operasional dan SDM akan diprioritaskan dan dipertimbangkan kembali oleh BPA, saat Dena Chaerudin tidak menjabat lagi sebagai direktur atau telah selesai masa jabatannya," ungkap Bagus.

Selanjutnya, kata dia, direksi terpilih akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tahap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit & proper test). Dengan begitu, BPA berharap nantinya direksi baru terpilih bisa segera menjalankan kembali roda organisasi Bumiputera.

"Diharapkan dengan terpilihnya direksi baru ini akan mempercepat jalannya roda organisasi perusahaan dan upaya penyehatan AJB Bumiputera 1912, yang secara langsung berdampak pada penyelesaian klaim pemegang polis," tandas RM Bagus.

Di sisi lain, Ketua Tim Advokasi Penyelamatan AJB Bumiputera Jaka Irwanta menyampaikan, bahwa upaya penyelamatan yang kini sedang berlangsung terindikasi menyalahi ketentuan yang berlaku. Hal tersebut bermula saat proses pembentukan panitia pemilihan BPA digelar serampangan. Dia khawatir jika langkah BPA yang telah berjalan sejauh ini bisa menjadi sia-sia.

Baca juga: Tingkatkan Taraf Ekonomi, DD Jawa Timur Dorong Petani Belimbing Lebih Berdaya

"Penyelesaian permasalahan ini seharusnya tidak mengabaikan aturan yang berlaku. Kalau hukum dilanggar maka tidak sah, sehingga nantinya apapun keputusannya bakal percuma. Sekecil apapun pelanggaran hukum pasti akan menimbulkan konsekuensi," kata dia.

Mengacu pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Selatan, dua orang penggugat masing-masing bernama Arrival Boy dan Subari melayangkan gugatan dengan klasifikasi perkara perbuatan melawan hukum. Adapun tiga tergugat adalah Panitia Pemilihan Anggota BPA Bumiputera, Direktur SDM Bumiputera, dan Ketua IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Beberapa poin dari delapan petitumnya menyatakan bahwa secara hukum pembentukan panitia pemilihan BPA tahun 2021-2026 tidak sah. Menyatakan batal demi hukum Anggota BPA terpilih sesuai Pengumuman Manajemen Bumiputera pada 17 Mei 2022, seiring keputusan OJK per 13 Mei 2022 yang menyatakan telah memenuhi persyaratan dan disetujui untuk menjadi Anggota BPA.

Selanjutnya, penggugat menuntut agar OJK melakukan audit atas proses pemilihan BPA oleh Panitia Pemilihan. Selain itu, audit juga perlu dilakukan kepada Direktur SDM Bumiputera yang telah mengelola perusahaan dengan melanggar anggaran dasar (AD).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN