Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IFG Life

IFG Life

Hasil Investasi Rp 422 Miliar

Semester I-2022 IFG Life Raup Laba Rp 3,73 Miliar

Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:46 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)



JAKARTA, Investor.id  - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) membukukan laba bersih sebesar Rp 3,73 miliar pada semester I-2022. Perolehan tersebut berbalik positif dari sebelumnya rugi bersih sebesar Rp 2,70 miliar.

Mengacu pada laporan keuangan (unaudited) perseroan, perolehan laba didukung dari pendapatan premi sebesar Rp 273,68 miliar di semester I-2022. Nilai itu meningkat signifikan dibandingkan premi pada semester I-2021 yang hanya tercatat sebesar Rp 7 juta, seiring izin usaha yang baru dikantongi IFG Life dari OJK pada 7 April 2021.

Selain pendapatan premi, IFG Life juga mencatat hasil investasi mencapai Rp 422,31 miliar. Nilai tersebut diperoleh perusahaan dengan total investasi mencapai Rp 25,85 triliun pada semester I-2022, naik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 107,42 miliar.

Ditambah dengan pendapatan lainnya sebesar Rp 45,97 miliar, IFG Life membukukan pendapatan mencapai Rp 735,90 miliar pada semester I-2022. Pendapatan melesat jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang baru sebesar Rp 1,63 miliar.

Dari sisi beban, klaim dan manfaat yang dibayar sampai dengan semester I-2022 mencapai Rp 2,63 triliun dan klaim penebusan unit sebesar Rp 35,11 miliar. Kedua pos beban tersebut dinetralisir dengan penurunan cadangan premi perusahaan sebesar Rp 2,05 triliun dan penurunan cadangan teknis sebesar Rp 36,30 miliar.

Perusahaan juga mencatat total beban komisi sebesar Rp 4,65 miliar dan jumlah beban usaha mencapai Rp 104,40 miliar. Dengan begitu, jumlah beban IFG Life tercatat sebesar Rp 695,58 miliar. Alhasil setelah dikurangi pajak, laba bersih perusahan tercatat mencapai Rp 3,73 miliar di semester I-2022.

Pada saat yang sama, IFG Life masih menjaga rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) di level 215,58%. Jauh menyusut dibandingkan RBC semester I-2021 sebesar 12.944,89%, seiring dengan kondisi liabilitas perusahaan yang masih belum terisi polis-polis hasil restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan polis dari bisnis baru. Namun demikian, rasio RBC masih terjaga jauh diatas batas minimal 120%.

Direktur Keuangan dan Investasi IFG Life Farid Azhar Nasution menyatakan bahwa IFG Life berkomitmen menyelesaikan pengalihan polis eks Jiwasraya. Hal itu sekaligus dibuktikan dengan tanggung jawab atas pembayaran manfaat polis yang sampai saat ini dilakukan.

"Sampai dengan Juni 2022, IFG Life telah membayarkan Rp 3,69 triliun klaim dan telah menerima sebanyak 157.247 polis dengan nilai liabilitas sebesar 28,8 Triliun atau sekitar 87,2%," kata Farid dalam keterangannya, Jumat (5/8).

Selain polis, IFG Life juga telah menerima pengalihan aset lain seperti surat berharga, tanah, dan bangunan dari Jiwasraya. Total pengalihan aset sampai dengan Juni 2022 adalah sebesar Rp 6,56 triliun. Adapun hingga semester I-2022, total aset IFG Life tercatat mencapai Rp 30,27 triliun.

Program restrukturisasi yang telah ditawarkan kepada seluruh pemegang polis Jiwasraya merupakan bentuk penyehatan polis untuk meminimalisir kerugian yang akan dialami oleh pemegang polis, sesuai dengan POJK) Nomor 71 Tahun 2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.

OJK juga menegaskan persetujuannya melalui surat Nomor S-387/NB.2/2021. Dalam hal ini, IFG Life telah disetujui untuk menerima pengalihan polis dari Jiwasraya sebagai bagian dari program restrukturisasi yang diinisiasi pemerintah dalam rangka penyelamatan polis nasabah-nasabah Jiwasraya.

Lebih lanjut, dana fundraising sebesar Rp 6,7 Triliun telah diterima oleh IFG Life pada 10 Juni 2022, menyusul penambahan modal sebesar 20 Triliun pada 24 November 2021. Per Juni 2022, modal disetor IFG Life tercatat sebesar Rp 27,21 triliun. Sedangkan total liabilitas tercatat sebesar Rp 25,51 triliun, dengan mayoritas dibukukan sebagai cadangan premi.

Farid mengatakan, penggunaan dana penambahan penyertaan modal tersebut akan dikelola dan dipergunakan mengikuti tata kelola perusahan yang baik, akuntabel, auditable, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penambahan modal tersebut akan menambah kemampuan IFG Life dalam menerima pengalihan portofolio polis.

Di sisi lain, IFG Life kembali mendapat opini audit tanpa modifikasian (Unmodified Opinion) untuk laporan keuangan tahun 2021 berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh PwC (PricewaterhouseCoopers). Opini audit tersebut menyatakan bahwa laporan keuangan IFG Life, termasuk proses transfer polis, kebijakan investasi, dan pencatatan atas penambahan modal menyajikan data laporan yang wajar, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (PSAK).

Sejak didirikan oleh Holding BUMN klaster Perasuransian dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) pada 22 Oktober 2020, Farid memastikan bahwa IFG Life terus menjaga akuntabilitasnya. Sejak saat itu, perseroan selalu mendapat hasil audit Unmodified Opinion.

"Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan juga kerja sama semua pihak yang terlibat untuk bersama-sama mewujudkan kinerja keuangan. Semoga IFG Life dapat terus mempertahankan akuntabilitasnya dimasa mendatang," pungkas dia.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN