Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo. (Ist)

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo. (Ist)

Hasil Investasi BP Jamsostek Capai Rp 29,91 Triliun

Selasa, 15 November 2022 | 21:21 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek membukukan hasil investasi mencapai Rp 29,91 triliun atau meningkat 19,18% year on year (yoy) sampai September 2022. Perolehan tersebut didukung perkembangan pasar investasi yang bergerak positif tahun ini.

Data BP Jamsostek mencatat, yield on investment (YoI) berhasil mencapai level 6,87% sampai dengan September 2022. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan target yang telah dicanangkan yakni sebesar 6,55%.

Penghimpunan premi berikut pengembangan investasi mendorong dana kelolaan BP Jamsostek per September 2022 menembus Rp 607,51 triliun, nilai ini tumbuh 16,3% (yoy) hingga September 2022. Dana mencakup 83,17% ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang, serta sisanya sebesar 16,43% di instrumen berbasis saham.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengakui, bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari perkembangan pasar investasi Indonesia yang bergerak dalam tren positif. IHSG misalnya 6,98% secara year to date (ytd) sampai September 2022.

Selain itu, peningkatan suku bunga dari bank sentral ikut mengerek sejumlah instrumen surat utang. Adapun obligasi negara meningkat dari 6,55% pada Desember 2021 menjadi 7,41% per 30 September 2022.

"Jadi kalau melihat indikator-indikator ini, BI rate meningkat, dampaknya pada suku bunga perbankan, yield surat utang negara, ini akan berdampak pada instrumen yang kita miliki," jelas Anggoro dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Pengawas BP Jamsostek dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (15/11/2022).

Perkiraan imbal hasil ini sejalan dengan kebijakan investasi yang diterapkan BP Jamsostek sejak akhir tahun lalu. Hal ini tercermin dari porsi masing-masing instrumen, mulai dari obligasi yang naik menjadi 71,33%, deposito naik 11,85%, saham turun menjadi 10,80%, reksadana turun menjadi 5,63%, properti 0,33%, dan penyertaan sebesar 0,06%.

Anggoro menuturkan, penurunan porsi di instrumen saham dan reksa dana menimbang kondisi yang volatil. Manajemen memilih untuk lebih banyak menempatkan dana pada instrumen dengan risiko rendah dengan tenor pendek. Oleh karena itu, di tahun ini obligasi dipandang menjadi instrumen yang baik seiring kondisi pasar. Sedangkan deposito juga akan terus ditingkatkan karena suku bunga bank yang diyakini akan meningkat.

"Hal ini sudah dilakukan BPJS Ketenagakerjaan sejak akhir tahun lalu dengan proyeksi kecenderungan suku bunga yang bakal meningkat karena adanya inflasi. Maka kita meletakkan di instrumen-instrumen deposito dan obligasi," jelas dia.

Pada intinya, kata Anggoro, fokus BP Jamsostek adalah untuk mengantisipasi risiko melalui penempatan portofolio investasi dengan baik. Penempatan investasi disesuaikan dengan kebutuhan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dengan konsep liability-driven investing dan dynamic asset allocation.

Strategi Hadapi Resesi

Lebih lanjut, Anggoro menerangkan, pihaknya telah menyiapkan strategi investasi untuk menghadapi resesi di tahun depan. Strategi yang dimaksud secara umum adalah kelanjutan dari kebijakan yang dalam beberapa waktu terakhir dilakukan yakni dengan fokus pada penempatan di instrumen-instrumen jangka pendek.

Menurut dia, hal ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan era kenaikan suku bunga. Selain itu, kebijakan penempatan instrumen jangka pendek adalah bagian mengelola likuiditas, khususnya mengantisipasi potensi peningkatan klaim.

"Di awal tahun deposito kita ada sekitar Rp 100 triliun, dan sejak saat itu kita mengelola deposito cukup besar karena kita bisa bargaining dengan industri perbankan untuk mendapatkan return yang baik," jelas Anggoro.

Selain deposito, porsi surat utang negara (SUN) juga akan ditingkatkan dengan jenis tenor pendek. Kebijakan ini didasarkan asumsi BPJS Ketenagakerjaan bahwa kondisi suku bunga yang semakin meningkat. Dalam hal ini, SUN dengan tenor pendek dinilai menjadi instrumen yang fleksibel, cepat dicairkan dan kembali masuk dengan yield yang lebih bagus.

Selanjutnya, strategi preservation of capital yakni condong memprioritaskan menjaga likuiditas dibandingkan masif melakukan jual-beli aset dalam rangka optimalisasi return. "Kebijakan ini sejalan dengan tren investor global yang memilih instrumen jangka pendek namun tetap likuid, serta menghindari aset-aset berisiko," imbuh Anggoro.

Di samping itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Subhan Gatot mengatakan, ada lima strategi yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan dana keloalaan seiring dengan perkembangan ekonomi saat ini. Strategi ini dilahirkan dari monitoring dan evaluasi dewan pengawas bersama dewan direksi.

Pertama, BPJS Ketenagakerjaan mengoptimalkan momentum kenaikan suku bunga yang berdampak pada yield investasi obligasi di dalam negeri. Kedua, memanfaatkan peningkatan suku bunga deposito. "BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki deposito sebesar 12% ini mampu menjadikan daya tawar kepada bank untuk dilakukan renegosiasi adjustment terhadap bunga-bunga deposito yang ada di perbankan, baik itu Himbara maupun bank daerah," kata Subhan.

Ketiga, strategi peningkatan aset portofolio saham. Di instrumen ini dilakukan building agar berkembang dengan tetap melihat momentum pasar dan waktu yang tepat. "Jadi dalam situasi fluktuasi pasar itu bisa juga jadi opportunity BPJS Ketenagakerjaan di dalam mengoptimalkan portofolionya," ungkap dia.

Keempat, mempertimbangkan penambahan alokasi pada balance fund dan fixed income fund. Terutama melanjutkan pemilihan reksa dana pasar uang dana pendapatan tetap untuk menjaga tingkat risiko. Kelima, mengoptimalkan imbal hasil dari portofolio reksa dana eksisting yang telah meningkat sampai dengan 5%.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com