Menu
Sign in
@ Contact
Search
Warga menyelamatkan barang-barang dari rumah yang rusak pada 22 November 2022 akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat. (Foto: ADITYA AJI/AFP)

Warga menyelamatkan barang-barang dari rumah yang rusak pada 22 November 2022 akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat. (Foto: ADITYA AJI/AFP)

Klaim Asuransi Akibat Gempa Cianjur Berpotensi Capai Rp 38,4 Triliun

Selasa, 22 November 2022 | 21:13 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Potensi klaim yang harus dibayarkan perusahaan asuransi umum terhadap peristiwa gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, mencapai Rp 38,4 triliun. Nilai itu dicatatkan dari portofolio di wilayah dengan intensitas kerugian ringan hingga sedang.

Direktur Teknik PT Reasuransi Maipark Indonesia Heddy Agus Pritasa menyampaikan, Maipark mengeluarkan data mengenai eksposur dan potensi klaim menyangkut gempa bumi di seluruh Indonesia. Khusus di peristiwa di Cianjur, gempa bumi dengan magnitudo (M) sebesar 5,6 dicatatkan berada di level III-VII Modified Mercalli Intensity (MMI). Dalam hal ini, kerusakan akibat gempa yang biasanya menjadi klaim terjadi di level VI dan VII.

Baca juga: BNPB: 268 Orang Meninggal Akibat Gempa Cianjur

"Eksposur gempa bumi Cianjur itu Rp 1.601 triliun, terdiri dari 148.245 risiko. Jumlah itu yang terdampak, belum yang dinyatakan rusak. Dari angka tadi, 97% itu mengalami sedikit kerusakan. Tetapi yang 3% mengalami kerusakan nyata dengan VI dan VII MMI, ini yang menjadi potensi klaim," jelas Heddy kepada Investor Daily, Selasa (22/11/2022).

Dengan perhitungan sederhana, cakupan kerusakan 3% dari Rp 1.601 triliun itu menghasilkan nilai Rp 48,03 triliun. Namun demikian, data Maipark menerangkan bahwa 3% portofolio yang dimaksud meliputi 5.516 sebaran risiko senilai Rp 38,4 triliun di wilayah intensitas VI dan VII yang berpotensi menimbulkan kerugian atau klaim ringan hingga sedang.

Heddy menerangkan, umumnya yang sering rusak dan menjadi klaim bagi asuransi umum adalah barang berupa rumah tinggal. Sebab, rumah tinggal memiliki konstruksi sederhana yang kerap tidak tahan terhadap guncangan gempa bumi. Klaim atas risiko gempa bisa juga terkait dengan barang yang ada di dalam rumah.

Baca juga: BRI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Cianjur

Imbas gempa juga bisa terjadi pada kerusakan di sektor perindustrian, komersial dan agrikultur, baik itu berupa gedung, pabrik, mesin, dan lainnya. Namun demikian, Maipark dan perusahaan asuransi umum belum mendapat data dan laporan kerusakan spesifik dari sektor tersebut. Laporan yang lebih akurat akan masuk dan tergambar jelas setelah sepekan sejak peristiwa.

"Kemungkinan pabrik-pabrik yang terdampak, sedangkan hotel mungkin hanya akan ada 1-2 risiko. Yang menarik mungkin akan ada laporan kerusakan di aset barang milik negara misalnya kantor pajak daerah, ini yang dipertanggungkan dengan konsorsium. Nah ini pembagian risikonya berbeda dari nilai eksposur tadi," jelas Heddy.

Baca juga: BSI Turunkan Tim Rescue dan Bantuan Logistik ke Lokasi Gempa Cianjur

Berkaca dari peristiwa di Cianjur, Heddy menerangkan, perlindungan asuransi gempa bumi atau Earthquake (EQVET) Insurance menjadi sangat penting untuk dimiliki masyarakat maupun pemerintah. Dalam kasus pemerintah, saat ini belum semua aset gedung dan bangunan pemerintah diasuransikan dalam Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (BMN).

Padahal, kata dia, nilai satu aset gedung dan bangunan pemerintah setidaknya bisa mencapai miliaran sampai triliunan Rupiah. Dengan asuransi, jika risiko yang tidak diinginkan seperti gempa bumi terjadi, maka ketahanan keuangan pemerintah akan ikut terbantu dan bisa fokus dialokasikan untuk kepentingan lain.

Baca juga: Bank Mandiri Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur

Sementara bagi masyarakat umum, asuransi gempa bumi juga menjadi penting untuk dimiliki mengingat Indonesia rawan terjadi gempa bumi. Indonesia diapit tiga lempeng bumi, termasuk wilayah yang berada dalam Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

"Maka masyarakat perlu asuransi gempa bumi, baik itu risiko sederhana sampai risiko yang kompleks. Karena intensitas gempa terus meningkat. Data BMKG dari jumlah 81 sesar gempa pada 2010 menjadi 294 sesar gempa pada 2017. Jadi wajar kalau memang ada peningkatan aktivitas gempa bumi di Indonesia," ujar Heddy.

Dia mengatakan, risiko yang dijamin dalam polis EQVET Insurance di Indonesia mencakup risiko gempa bumi dan tsunami. Perlindungan ini lebih lengkap dibandingkan beberapa negara lain yang memisahkan jenis risiko tersebut per produk.

Lebih lanjut, Heddy mengungkapkan, tahun ini pembelian asuransi gempa bumi sudah mulai meningkat di sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. Misalnya yang terjadi di sektor komersial, industri, dan agrikultur. "Hal ini menandakan bahwa pelaku usaha mulai memikirkan mengenai gempa bumi," imbuh Heddy.

Baca juga: Asuransi Properti, Upaya Mengurangi Risiko Kerugian Finansial Akibat Gempa

Sedangkan pembelian asuransi gempa bumi di sektor rumah tinggal belum terlihat membaik. Pihaknya menyadari tantangan mengenai literasi masih menjadi penyebab utama. Tercermin bahwa peningkatan minat asuransi gempa bumi terjadi di beberapa wilayah seperti Padang dan Lombok, wilayah yang sebelumnya mengalami gempa bumi.

"Awareness terhadap risiko ini masih short term minded, karena gempa ini bukan seperti banjir yang potensi terjadinya per tahun. Gempa bumi tidak memandang waktu, bisa ketika pandemi, resesi, atau kapanpun," ungkap Heddy.

Adapun dari sisi klaim, Maipark mencatat tidak terjadi lonjakan yang signifikan hingga Oktober 2022. Data ini seiring dengan imbas kerusakan gempa yang minim meski frekuensinya meningkat.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com