Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Ketua Bidang Operasional Excellence, IT & Digital Customer Centricity AAJI Edy Tuhirman (kiri), dan Kepala Departemen Hubungan Dalam Negeri AAJI Kustiawan, berbincang mengenai data kinerja  industri asuransi jiwa kuartal III/2022 di Jakarta (23/11)

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Ketua Bidang Operasional Excellence, IT & Digital Customer Centricity AAJI Edy Tuhirman (kiri), dan Kepala Departemen Hubungan Dalam Negeri AAJI Kustiawan, berbincang mengenai data kinerja industri asuransi jiwa kuartal III/2022 di Jakarta (23/11)

Tahun 2023, Asuransi Jiwa Tumbuh dalam Kehati-hatian

Rabu, 23 November 2022 | 14:20 WIB
Windarto (redaksi@investor.id)

Jakarta, Investor.id – Industri asuransi jiwa tetap optimistis tahun depan ada pertumbuhan bisnis kendati sejumlah tantangan menghadang. Ancaman 'Black Storm' yang diperkirakan bakal melanda dunia tahun depan diakui sebagai faktor yang membuat industri asuransi harus lebih berhati-hati.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengakui sejumlah tantangan sudah di depan mata. Meski demikian Indonesia terbilang masih cukup baik meskipun dalam kondisi penuh tekanan. Ekonomi Indonesia berhasil dijaga dengan baik oleh Pemerintah, dan ini menjadi salah satu sumber harapan untuk bertumbuh di tahun depan. Alasan kedua, lanjut Budi, kesadaran berasuransi terus meningkat terlebih untuk asuransi kesehatan. Hal ketiga yang menjadi indikasi ada ruang bertumbuh adalah kanal keagenan untuk pertama kalinya sejak pandemi mencatat pertumbuhan positif. Budi berharap pertumbuhan jalur distribusi utama asuransi jiwa ini dapat terus melanjutkan pertumbuhan positif.

“Kalau ada satu atau dua kata yang dapat mencerminkan industri tahun depan, grow tapi prudent. Dugaan saya tidak banyak perusahaan asuransi jiwa yang mencanangkan target pertumbuhan yang tinggi, tapi semua masih mencanangkan pertumbuhan. Harus berhati-hati,” ujarnya dalam paparan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III/2022 di Jakarta (23/11).

Menurut Budi, asuransi kesehatan bisa dikatakan punya potensi untuk bertumbuh lebih baik. Antara lain karena pola pembiayaan asuransi kesehatan yang masih out of pocket di Indonesia masih tinggi. Artinya pada kalangan seperti ini terbuka celah peluang yang dapat dicermati perusahaan asuransi.

Kepala Departemen Hubungan Dalam Negeri AAJI Kustiawan menambahkan, masih adanya peluang bertumbuh industri asuransi jiwa dapat dilihat dari konsistensi pertumbuhan jumlah pertanggungan asuransi perorangan yang mencapai 26 juta orang. Selain itu, konsistensi kenaikan premi yang dibayarkan secara reguler juga mengindikasikan masyarakat Indonesia sudah lebih memahami produk asuransi jiwa sebagai proteksi keuangan.

Dikatakan Kustiawan,  beberapa indikator makro memperlihatkan kondisi market yang relatif masih oke seperti IHSG masih sideways, sementara S&P 500 naik tapi terlihat kecil dibandingkan penurunan akhir tahun lalu. Rupiah masih melemah tapi terjadi penguatan dalam seminggu terakhir. Pasar obligasi mulai membaik dilihat dari yield yang sudah mulai turun. “Proyeksi market ke depan akan mempengaruhi proyeksi industri asuransi jiwa. Proyeksi pasar modal Indonesia diperkirakan membaik, minimal tidak seburuk pasar global,” imbuh Kustiawan.

Dia memperkirakan masyarakat semakin banyak yang terdorong kesadarannya untuk mulai berinvestasi dan semakin banyak yang membeli produk asuransi tradisional.

Berdasarkan Laporan AAJI hingga kuartal III/2022, industri asuransi jiwa nasional membukukan total pendapatan sebesar Rp164,55 triliun, dibandingkan raihan periode sama tahun 2021 (year on year/yoy) sebesar Rp171,36 triliun atau turun 4%. Penurunan total pendapatan ini terutama karena terjadinya penurunan pada pendapatan premi. Data AAJI pun menyebut pendapatan premi pada kuartal ini turun 3,8%, dari Rp149,36 triliun menjadi Rp143,75 triliun yoy. Adapun total klaim dan manfaat yang sudah dibayarkan sebesar Rp128,09 triliun, naik dari Rp118,84 yoy. Sebesar Rp10 triliun di antaranya merupakan klaim terkait dengan Covid-19.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com