Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Menteri ll BUMN, Kartika Wirjoatmodjo saat hadir dalam FGD (foto: Dokumen/BUMN)

Wakil Menteri ll BUMN, Kartika Wirjoatmodjo saat hadir dalam FGD (foto: Dokumen/BUMN)

Wamen ll BUMN : Diperlukan Upaya Peningkatan Perlindungan Bagi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 18 Jan 2023 | 20:05 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -  Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, diperlukan upaya peningkatan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas, melalui langkah perluasan asuransi. Pertama, melalui top up besaran pertanggungan. Pertanggungan body injury dalam perlindungan TPL UU 34/1964 memiliki limit sebesar Rp20 juta.

Baca juga: Tahun 2023, Asuransi Bintang (ASBI) Bidik Premi Unit Link Rp 80 Miliar 

"Menurut data dari Jasa Raharja jumlah kecelakaan dengan total biaya rawatan lebih dari Rp20 juta mencapai 19.523 korban atau sebesar 18% dari seluruh korban dengan rata-rata biaya perawatan adalah sebesar Rp 40,7 juta.  Apabila korban merupakan anggota BPJS Kesehatan maka akses biaya rawatan korban kecelakaan akan dibebankan kepada BPJS Kesehatan," ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Peserta Program Penjaminan Polis Hanya Perusahaan Asuransi Sehat

Advertisement

Kedua, lanjut Kartika, adalah perlindungan melalui asuransi TPL untuk property damage yang merupakan kerugian tertanggung dalam bentuk harta benda yang memiliki nilai ekonomi. Berdasarkan data Kemenhub pada tahun 2021 kerugian akibat kecelakaan lalu-lintas mencapai Rp246 miliar. “Untuk mencover kerugian tersebut diperlukan pemberian perlindungan dasar atas kerugian material sebagai korban kecelakaan sebagai bagian dari jaminan Third Party Liability," sambungnya.

Baca juga: Pendapatan Premi Asuransi Maximus (ASMI) Melesat 331%, Bagaimana Prospek Sahamnya? 

Di sesi lainnya, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam paparannya menyebutkan ada beberapa urgensi mengapa perlu pengambangan produk asuransi wajib bagi pemilik kendaraan bermotor dengan coverage yang lebih komprehensif. Pertama, nilai kerugian material akibat lakalantas mencapai Rp246 miliar pada 2020-2021.

"Kedua, potensi kenaikan jumlah kecelakaan ditengah pemulihan mobilitas pasca pandemi. Ketiga, Compulsory third-party liability insurance belum memberikan proteksi atas risiko property damage akibat kecelakaan. Keempat, penetrasi voluntary auto insurance belum optimal, mayoritas terkait kredit pembiayaan kendaraan bermotor," pungkasnya

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com