Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi Asuransi. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Asuransi. (Foto: Istimewa)

AAUI: Klaim Asuransi Kematian Tak Segampang yang Dibayangkan Tersangka Wahyu Suhada

Sabtu, 11 Juni 2022 | 21:48 WIB
Mikael Niman (redaksi@investor.id)

JAKARTA,  investor.id – Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Cabang Bekasi, Aditya Yohan Kusuma, mengatakan perusahaan asuransi dapat memutuskan kontrak atau melanjutkan premi nasabah asuransi tersangka Wahyu Suhada (35) alias WS. Menurut Aditya, klaim asuransi kematian dengan nilai belasan miliar rupiah tak semudah yang dibayangkan WS .  

WS diketahui menjadi otak pelaku rekayasa laporan kematian agar dapat mengeklaim asuransi dengan total Rp 15 miliar dari empat perusahaan asuransi jiwa.

“Dengan ada kejadian ini, perusahaan asuransi dapat memutus kontrak nasabah atau melanjutkan premi nasabah. Namun, besar kemungkinan akan dilakukan pemutusan kontrak karena adanya itikad tidak baik dan melawan hukum, melalui rencana untuk merekayasa laporan kematiannya,” kata Aditya Yohan Kusuma saat dihubungi pada Sabtu (11/6/2022).

Diketahui, WS mengincar klaim asuransi dengan total sebesar Rp 15 miliar dari empat perusahaan asuransi jiwa yakni Astra Life, Allianz, FWD dan Mega Life.

Rencana ini dapat dibongkar Kepolisian saat rekan WS melaporkan peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan WS hilang dan tenggelam di Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 4 Juni 2022 lalu.

Menurut Aditya, meskipun WS dan tiga rekannya berhasil merekayasa kematiannya dan membuat laporan kematian di Kepolisian, namun klaim asuransi tak mudah dapat dicairkan kepada nasabahnya.

“Akan ada tim surveyor yang melakukan verifikasi dan validasi ke lapangan untuk meyakinkan bahwa nasabah tersebut memang benar-benar telah meninggal dunia. Jadi, prosesnya tak segampang yang dibayangkan oleh pembuat rekayasa kematian tersebut,” bebernya.

Dia menambahkan, dengan total klaim asuransi jiwa mencapai Rp 15 miliar dapat diperkirakan pembayaran preminya oleh seorang nasabah. “Minimal, satu polis sekitar Rp 20 juta per tahun. Dan, kondisi seperti agak jarang, satu orang sampai memiliki empat polis asuransi kematian sekaligus,” pungkasnya.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com