Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adira Insurance.  Foto ilustrasi: Istimewa

Adira Insurance. Foto ilustrasi: Istimewa

Adira Insurance Bayar Klaim Banjir Rp 126 Miliar di 2020

Jumat, 19 Februari 2021 | 22:21 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance), bagian dari Zurich Insurance Group (Zurich) mencatat telah membayarkan klaim asuransi terkait banjir sebesar Rp 126 miliar sepanjang 2020. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi risiko kerugian material akibat bencana alam, termasuk banjir lewat perlindungan asuransi.

"Sebagai perusahaan asuransi yang memberikan jaminan terhadap risiko banjir melalui beberapa produknya, Zurich memahami tingginya kerugian yang dapat dirasakan masyarakat dari risiko banjir. Pada tahun 2020, Adira Insurance, yang merupakan bagian dari Zurich, membayar lebih dari Rp 126 miliar klaim terkait banjir," kata Direktur Utama Adira Insurance Hassan melalui keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Jumat (19/2).

Dia mengatakan, kebanyakan masyarakat masih berpaku pada dampak, lalu melupakan faktor pencegahan dan pengelolaan risiko yang sebetulnya dapat dilakukan. Setiap individu dapat terlibat aktif dalam upaya menjaga lingkungan karena bagian dari mitigasi yang dapat kita lakukan, seperti pengurangan limbah, memperbanyak tanaman hijau, dan area resapan di sekitar rumah.

Hassan mengatakan, padahal biaya pemulihan dapat mencapai hampir 9 kali lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan. Pihaknya mengajak masyarakat untuk mengubah persepsi penanganan masalah lingkungan.

Menurut dia, semua pihak perlu terlibat dan berkontribusi untuk mencegah dan menangani dampak dari perubahan iklim. Kegagalan mengelola risiko lingkungan dapat memberikan dampak dan kerugian yang tidak terukur bagi masyarakat. Pandemi ini telah memberi kita kesempatan untuk merefleksikan bagaimana kita memperlakukan lingkungan dan bahwa belum terlambat untuk mengelola risiko yang kita hadapi dan mengubah dampaknya.

Global Risk Report 2021 yang dirilis oleh World Economic Forum dan didukung oleh Zurich Insurance Group, menyebutkan kegagalan penanganan masalah iklim adalah risiko jangka panjang yang paling berdampak dan duduk di posisi kedua dalam daftar risiko global dari risiko global. Risiko terbesar yang mungkin timbul dalam rentang 10 tahun adalah cuaca ekstrem, kegagalan penanganan masalah iklim, dan kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

Sementara Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak lingkungan, terlebih dampak perubahan iklim. Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang meningkat memberikan risiko banjir yang kerap tidak dapat dihindari.

Di awal tahun 2021 sejumlah daerah di Indonesia seperti Aceh hingga Maluku diterjang banjir bandang. Di Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 7 Kabupaten/Kota yang terdampak banjir.

Mitigasi bencana dan manajemen risiko harus dilakukan untuk mencegah tingginya kerugian yang muncul dari dampak perubahan iklim. Tidak hanya memakan korban jiwa, bencana banjir juga menimbulkan kerugian material pada rumah, kendaraan, dan aset lainnya.

Dalam hal ini, Hassan menuturkan, Adira Insurance yang merupakan memiliki produk yang dapat memberikan perlindungan dari risiko banjir seperti asuransi kendaraan baik mobil maupun motor. Selain itu, produk proteksi lain adalah  asuransi properti seperti rumah tinggal maupun ruko.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN