Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah mendengarkan penjelasan mengenai produk asuransi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)  di Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Nasabah mendengarkan penjelasan mengenai produk asuransi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) di Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Askrindo Jamin Kredit Modal Kerja PEN Rp 2,5 Triliun

Senin, 7 September 2020 | 15:19 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo sampai saat ini telah menyelesaikan program penjaminan kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 2,5 triliun dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penjaminan tersebut bekerja sama dengan perbankan yang telah menyalurkan KMK kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejak diluncurkannya program penjaminan KMK PEN pada bulan Juli 2020 sampai 7 September 2020, Askrindo terus melakukan sosialisasi penjaminan kredit modal kerja kepada UMKM.

Direktur Operasional Bisnis Ritel Askrindo Anton Siregar mengatakan, perseroan telah menjamin kredit modal kerja dari 4.123 debitur perbankan.

"Askrindo terus melakukan sosialisasi KMK PEN hingga saat ini dan tentunya Askrindo juga melakukan jemput bola agar program ini bisa efektif serta mencapai tujuan yang pemerintah inginkan," kata Anton dalam keterangan tertulis, Senin (7/9).

Sosialisasi Penjaminan KMK PEN oleh Askrindo ini dilakukan secara merata ke seluruh pelosok wilayah Indonesia yang bekerja sama dengan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (Himbara), bank-bank swasta, serta Bank Pembangunan Daerah (BPD).

"Tercatat beberapa wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan mencatatkan pencapaian Penjaminan KMK PEN yang terbesar. Sektor usaha perdagangan dan pertanian pun mendominasi penyerapan penyaluran KMK PEN ini," jelas dia.

Skema penjaminan KMK UMKM telah diatur melalui PMK 71/2020 dan dalam pelaksanaannya, pemerintah menugaskan Askrindo dan Jamkrindo untuk melaksanakan penjaminan program PEN. Adapun kriteria untuk terjamin pelaku usaha UMKM terdampak Covid-19, yakni plafon pinjaman maksimal Rp 10 miliar per debitur termasuk tambahan fasilitas yang telah diterima.

"Tenor pinjaman yang diberikan bagi UMKM yakni maksimal 3 tahun, tidak termasuk ke dalam daftar hitam nasional, serta memiliki performing loan lancar per tanggal 29 Februari 2020. Penerima jaminan pun dapat berbentuk usaha perseorangan atau badan usaha," sambung Anton.

Penjaminan KUR
Selain melalui penjaminan KMK PEN, program pemerintah yang mendukung UMKM juga terus dicanangkan oleh Askrindo yakni program penjaminan kredit usaha rakyat (KUR). Sejak Januari hingga 31 Agustus 2020, realisasi penjaminan KUR mencapai Rp 61 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 2,6 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan Outstanding penjaminan KUR Askrindo hingga akhir Agustus 2020 senilai Rp 109 triliun.

Menurut Anton wilayah pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat masih mendominasi dalam penyerapan terbesar KUR. "Program Penjaminan KUR Askrindo juga masih terus berjalan, secara nasional sektor usaha perdagangan juga masih mendominasi pencapaian Penjaminan KUR di tahun 2020," terang Anton.

Dengan adanya program KMK PEN dan KUR ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kedua program ini sebaik-baiknya sehingga kegiatan pemulihan ekonomi, khususnya sektor UMKM dapat pulih lebih cepat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN