Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asuransi ABDA

Asuransi ABDA

Asuransi Bina Dana Artha Bakal Bagi Dividen Rp 41,6 Miliar

Rabu, 9 Juni 2021 | 05:36 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) mengumumkan bakal menebar dividen senilai Rp 41,6 miliar atau Rp 67 per saham. Nilai itu mencakup 29% dari laba bersih perusahaan tahun 2020 sebesar Rp 138,19 miliar.

Keputusan itu menjadi bagian dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan di Plaza Asia, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Dijelaskan bahwa dividen sebesar Rp 67 per saham atau senilai Rp 41,6 miliar yang akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham pada tanggal 9 Juli 2021.

Adapun pada akhir 2020, ABDA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 138,19 miliar atau naik 57,89% dibandingkan laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 87,52 miliar. Dengan demikian, nilai dividen tersebut setidaknya mencakup 29,88% dari laba bersih yang dihasilkan perseroan.

Direktur Utama ABDA Herlin Sutanto mengatakan, peningkatan kinerja laba bersih tersebut didukung sejumlah faktor. Pertama, volume klaim yang lebih rendah dan terkendali sebagai akibat dari pandemi Covid-19 serta hasil dari seleksi bisnis yang prudent. Kedua, pengeluaran yang lebih efisien selama masa pandemi. Ketiga, penempatan investasi yang tepat.

"Penurunan angka kerugian yang disertai dengan pengelolaan pengeluaran yang efisien dan terkontrol telah berhasil membukukan hasil underwriting yang positif sebesar Rp 365,22 miliar atau naik 44,63% dibanding tahun 2019 senilai Rp 252,53 miliar," jelas dia, Selasa (8/6).

Namun demikian, menurut Herlin, tantangan pencapaian finansial terbesar ada pada pendapatan premi. Sepanjang tahun 2020, pendapatan premi bruto perseroan turun 25,8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 573 miliar. Hal tersebut utamanya dipengaruhi kondisi perekonomian nasional yang melambat sebagai imbas dari pandemi Covid-19.

Dia pun memaparkan, lebih ketatnya pemberian pembiayaan (loan) dan menurunnya penjualan kendaraan berakibat besar terhadap pendapatan premi perusahaan. Apalagi mengingat asuransi kendaraan melalui saluran distribusi kerja sama dengan perusahaan pembiayaan masih merupakan lini bisnis utama ABDA.

"Dalam menghadapi tantangan ini, ABDA akan terus berupaya melakukan diversifikasi produk dan diversifikasi saluran distribusi serta transformasi operasional untuk meningkatkan kecepatan layanan dan kepuasan pelanggan dalam mencapai tujuan perseroaan, pertumbuhan bisnis yang menguntungkan," ungkap dia.

Herlin mengatakan, ABDA berhasil melakukan rasionalisasi kantor cabang dan pemasaran area Jabodetabek dalam rangka mengungkit pertumbuhan bisnis yang lebih optimal walaupun dalam masa pandemi.

“Dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan, ABDA juga berhasil melakukan digitalisasi proses survey kendaraan dan layanan 'WA for business', sehingga mempermudah dan mempersingkat waktu pemrosesan klaim," tandas Herlin.

Saat ini ABDA telah memiliki 35 kantor cabang dan pemasaran serta didukung oleh 479 karyawan yang kompeten dan profesional. Berdiri sejak 1982, ABDA fokus pada sejumlah lini usaha seperti kendaraan bermotor, kebakaran, kesehatan, kecelakaan, perjalanan, peralatan berat, pengangkutan, dan lain-lain.

Saat ini pemegang saham pengendali ABDA adalah Mapfre Internacional SA (Mapfre). Mengambil alih 20% modal saham disetor perusahaan pada 2013, Mapfre kembali menambah porsi kepemilikan menjadi 51% pada 12 Juni 2017 dan tercatat sebagai pemegang saham pengendali. Berakhirnya masa tender wajib, kini Mapfre menggenggam 62,33% saham ABDA.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN