Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi (ist)

Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi (ist)

Bisnis Asuransi Digital Astra Life Melonjak 500%

Selasa, 4 Mei 2021 | 21:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Pandemi Covid-19 menjadi katalis bagi masyarakat untuk beralih ke layanan digital. Hal tersebut membawa berkah bagi bisnis asuransi digital Astra Life. Per Februari 2021, bisnis asuransi digital Astra Life melonjak hingga 500% secara tahunan (year on year/yoy).

"Ini menunjukkan komitmen penuh Astra Life untuk selalu hadir di tengah masyarakat Indonesia dan mendominasi pasar asuransi digital di Indonesia," ujar Presiden Direktur Astra Life, Windawati Tjahjadi di Jakarta, Selasa (4/5).

Lembaga riset Inventure.id dalam Insurance-Industry Outlook 2021 menyebutkan, secara makro terdapat perubahan karakteristik lanskap industri, yaitu higienis (hygiene), minim sentuhan (low touch), lebih sedikit kerumuman (less crowd), dan mobilitas rendah (low mobility). Alhasil, perusahaan-perusahaan yang sukses pada era pandemi adalah perusahaan yang bisa beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

Sejalan dengan perubahan tersebut, prioritas masyarakat di era pandemi juga bergeser kepada kebutuhan dasar, yaitu keselamatan (safety), keamanan (security), dan kebutuhan psikologis (physiological needs). Kondisi ketidakpastian membuat masyarakat semakin sadar tentang pentingnya memiliki perencanaan keuangan, terutama menyiapkan dana darurat dan asuransi.

Studi yang sama mengungkapkan, sekitar 78,7% dari 629 responden menganggap ancaman terhadap kesehatan selama pandemi membuat mereka semakin sadar perihal pentingnya memiliki asuransi jiwa dan kesehatan.

Serba Online

Windawati Tjahjadi mengakui, digitalisasi yang menjadi fokus utama Astra Life sejak awal berdiri menyebabkan bisnis asuransi digital perseroan bertumbuh pesat.

Menurut Windawati, dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), seluruh kegiatan masyarakat dipaksa untuk dilakukan secara online.

Tak mengheranan, kata dia, jika adopsi digital mengalami percepatan pertumbuhan atau hyper growth. Sejalan dengan itu, transformasi digital di seluruh industri menjadi prioritas pelaku bisnis agar mereka bisa beradaptasi dan tetap kompetitif di masa pandemi.

Windawati mengungkapkan, sejak didirikan pada 2014, Astra Life fokus pada pengembangan infrastruktur berbasis digital yang diyakini menjadi katalis pertumbuhan asuransi jiwa. Layanan asuransi digital memberikan akses dan kemudahan kepada masyarakat Indonesia untuk mendapatkan proteksi.

"Berlandaskan visi kami untuk hadir di setiap rumah orang Indonesia, Astra Life in every home, kami terus memperkuat infrastruktur, produk, dan jalur distribusi berbasis digital dengan membawa pengalaman berasuransi digital end to end,” papar dia.

Astra Life melengkapi produk secara fleksibel, proses pembelian online tanpa tatap muka, polis elektronik, dan klaim online. “Bayangkan, dalam waktu kurang dari lima menit, nasabah sudah langsung terproteksi," tutur dia.

Tidak hanya di kanal distribusi digital milik Astra Life, menurut Windawati, kemudahan-kemudahan tersebut mampu menjangkau nasabah mitra bisnis lewat sistem konektivitas application programming interface (API). "Digitalisasi membuat pengalaman berasuransi menjadi semakin mudah dan cepat," tegas dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN