Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Kepatuhan PT AXA Mandiri FInancial Services (AXA Mandiri) Rudy Kamdani.

Direktur Kepatuhan PT AXA Mandiri FInancial Services (AXA Mandiri) Rudy Kamdani.

Covid Mendorong Efisiensi dan Kreativitas

Rabu, 6 Januari 2021 | 11:36 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Pandemi tidak selalu dilihat dari sisi negatif dan kerugian bisnis. Memang, secara umum dampak dari Covid-19 terlihat begitu dahsyat mengubah banyak hal dalam kehidupan dan dunia bisnis. Namun, perubahan-perubahan tersebut membuat masyarakat dan pelaku bisnis mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru, yang bisa jadi akan menjadi model bisnis ke depan.

Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Rudy Kamdani menyebut, pandemi justru membuat pelaku bisnis tertantang untuk lebih kreatif dalam menjalankan dan membuka peluang bisnis. Di sisi lain, dengan pembatasan jumlah sumber daya (SDM) dalam menjalankan operasional perusahaan menjadi parameter baru. Setidaknya, dengan jumlah SDM yang dikurangi, tidak menganggu jalannya perusahaan dan produktivitas tetap berjalan. Dengan fakta tersebut akhirnya mendorong perusahaan menjadi lebih efisien.

Menurut Rudy, AXA Mandiri menyiasati perubahan pola kerja tersebut dengan cukup baik. Kendati menerapkan work from home (WFH), perusahaan memiliki tools yang memonitor produktivitas tenaga penjual dan karyawan. Sejak awal pandemi, AXA Mandiri ingin memastikan karyawan sehat dan WFH. Bagi karyawan yang siap kerja (Work from office/WFO) atau yang WFH, perusahaan menyiapkan tools. Termasuk dengan menyiapkan koneksi seperti virtual private number (VPN), pulsa, juga recording (untuk kebutuhan telemarketing). Diakui Rudy, di awal-awal pandemi, produktivitas tenaga pemasaran sempat menurun, dan hal tersebut juga dialami semua pelaku industri asuransi. Namun setelah memasuki semester kedua, bisa dikatakan kembali stabil.

Lebih jauh, AXA Mandiri menyiapkan psikolog untuk memantau perkembangan psikis karyawan dan memberikan bantuan konsultasi bagi karyawan yang membutuhkan. Sebab, ada dampak psikologis yang dialami karyawan karena selama berbulan-bulan melakukan WFH. “Mungkin itu tidak terpikirkan oleh yang lain, tapi kami siapkan sebagai bagian governance-nya AXA Mandiri, untuk memastikan bahwa employee adalah number one,” urai Rudy dalam perbincangan dengan Investor baru-baru ini.

Selain menyiapkan tools, memonitor, juga ada survei untuk mengukur kepuasan karyawan dan tenaga pemasar terhadap perusahaan selama pandemi. Di luar dugaan, hasil survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan atau para karyawan tersebut happy dengan sistem yang diterapkan AXA Mandiri. “Jadi sebenarnya dengan adanya pandemi kita bisa berpikir beyond apa yang kita punya. Pada awalnya exiceted, kemudian turun, terus naik lagi. Karena masalah kebiasaan dan norma baru,” tutur Rudy.

Tak sebatas memperhatikan kebutuhan karyawan dan tenaga pemasar, AXA Mandiri pun menciptakan inovasi untuk nasabah, seperti dalam hal penjualan yang dilengkapi dengan end to end digital. Tools tersebut membantu masyarakat bisa tetap terlayani meski tidak harus datang ke kantor AXA Mandiri.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN