Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe

Ekonomi Melambat, AAUI Turunkan Target Premi 2020

Prisma Ardianto, Minggu, 22 Maret 2020 | 08:03 WIB

JAKARTA, investor.id  – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) akan menurunkan target pertumbuhan pendapatan premi industri asuransi umum, seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi. Pada awal 2020, AAUI memproyeksikan premi asuransi umum tahun ini tumbuh 17% secara year on year (yoy).

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, kondisi akhir-akhir ini sangat berdampak pada aktivitas perekonomian, bahkan memberi indikasi adanya penurunan pertumbuhan ekonomi.

Dia menerangkan, kondisi tersebut meliputi bahan baku produksi yang sulit didapat, barang tidak terjual, pendapatan turun, sampai daya beli yang mulai menurun. Akhirnya, permintaan asuransi turut berkurang. Begitu juga timbulnya fenomena keterlambatan pembayaran premi pada setiap polis yang ada.

“AAUI akan mengkoreksi proyeksi pertumbuhan tahun 2020. Angkanya masih belum bisa kami sampaikan. Tapi harapan kami sampai akhir tahun 2020 pendapatan premi masih tumbuh 10%,” kata Dody kepada Investor Daily, Rabu (18/3) malam.

Dody mengemukakan, pihaknya terus mendorong para pelaku industri asuransi umum untuk melakukan inovasi produk. Khususnya yang ditujukan untuk asuransi individu atau asuransi dengan katarakteristik perlindungan secara langsung kepada masyarakat pada umumnya.

Dalam hal ini, peranan teknologi mesti dimaksimalkan oleh para pelaku. Sementara itu, lanjut dia, salah satu faktor yang memberi imbas perlambatan perekonomian yakni pandemi Virus Korona (Covid-19). Hal tersebut turut memberi dampak kepada kinerja lini asuransi kendaraan bermotor. Salah satu contributor terbesar pendapatan premi asuransi umum itu juga bahkan kinerjanya diprediksi makin melambat pada kuartal I-2020.

Berdasarkan data AAUI tahun 2019, lini kendaraan bermotor merupakan kontributor terbesar kedua setelah asuransi harta benda. Lini tersebut menyumbang 23,5% dari total premi industri.

Tahun lalu, asuransi kendaraan bermotor tumbuh tipis sebesar 0,3% secara tahunan (year on year/yoy) atau mencapai Rp 18,73 triliun. Sementara total premi industri asuransi umum mencapai Rp 79,72 triliun, naik 14,1% (yoy).

Sementara itu, Direktur PT Asuransi Central Asia (ACA) Debbie Wijaya mengatakan, bisnis asuransi merupakan gerbong paling ujung yang bakal terdampak dari adanya perlambatan ekonomi akibat Covid-19. Lini kendaraan bermotor ACA misalnya, bahkan diprediksi makin tumbuh negatif pada kuartal I-2020.

“Semua sektor ekonomi lagi slow down. Mungkin di kuartal I-2020 bahkan kami tumbuh negatif, sepertinya sama dengan para pemain lain. Ekonomi masih belum bergerak. Kami ini kan di gerbong ekonomi paling belakang, kalau ekonomi yang depan saja belum bergerak, mana bisa kami ikut bergerak.” kata dia.

Perlambatan lini bisnis asuransi kendaraan bermotor itu sejalan dengan penurunan kinerja penjualan mobil domestik. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah Grup Astra mencatat, hingga Februari 2020, penjualan mobil domestik turun 2,54% (yoy) menjadi sebanyak 159.997 unit.

Secara rinci, penjualan mobil domestik turun 2,7% (yoy) menjadi 79.573 unit pada Februari 2020. Jumlah tersebut lebih rendah 1% dari pencapaian bulan Januari 2020 sebanyak 80.424 unit.

Adapun sampai akhir tahun, penjualan mobil tumbuh 5% dari tahun sebelumnya. Debbie menyatakan, pihaknya tidak bisa melakukan banyak hal untuk mengantisipasi dampak dari Covid-19. Baik perseroan atau industri berharap masalah pandemi tersebut bisa cepat teratasi, sehingga mobilitas perekonomian bisa kembali bergairah.

“Sekarang ini banyak yang sedang menahan diri. Untuk pabrik-pabrik saja misalnya, barang-barang impornya masih tertahan, dan segala macamnya dan tidak bisa apa-apa,” imbuh dia.

Diversifikasi Bisnis

Dihubungi terpisah, Chief Marketing Officer PT Asuransi Astra Buana Gunawan Salim mengatakan, lini bisnis kendaraan bermotor perseroan masih tumbuh sesuai target yang dicanangkan. Bahkan ditengah belum pulihnya pasar kendaraan bermotor, lini tersebut masih menunjukan kinerja yang lebih baik.

Dia menerangkan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemungkinan melambatnya lini asuransi kendaraan bermotor. Salah satunya yakni dengan melakukan diversifikasi bisnis. Utamanya agar lini non-otomotif bisa membantu menyanggah potensi perlambatan.

“Kami akan terus menerapkan strategi diversifikasi portofolio secara keseluruhan di tengah kondisi yang penuh tantangan pada tahun ini. Penerapan strategi diversifikasi portofolio ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya dimana pada saat segmen otomotif mendapat tekanan dapat di-cover oleh segmen non-otomotif, begitu pula sebaliknya,” ujar Gunawan.

Secara umum, lanjut Gunawan, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok membuat beberapa survei mengatakan bakal terjadi perlambatan perekonomian, dan berimbah pada kinerja dari industri asuransi umum. Apalagi belakangan sentiment pandemi Covid-19 turut memperparah keadaan.

“Untuk industri asuransi semestinya juga akan terkena dampak baik langsung maupun tidak langsung,” tambah dia.

Gunawan menuturkan, Asuransi Astra mengharapkan tahun ini pasar otomotif bisa kembali bergairah. Jika hal tersebut tidak terjadi, kembali pada langkah diversifikasi yang diharapkan dapat diandalkan untuk membantu pertumbuhan perseroan.

“Proyeksi ekonomi global dan domestik tahun 2020 masih diliputi oleh berbagai tantangan, namun demikian kami berharap industri asuransi umum dalam negeri masih tetap dapat bertumbuh. Melalui diversifikasi portofolio dan strategi di masing-masing lini bisnis, kami berharap dapat melalui berbagai tantangan dan tumbuh pada tahun ini,” ungkap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN