Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder dan CEO Pasar Polis Cleosant Randing : digitalisasi perlu dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi

Founder dan CEO Pasar Polis Cleosant Randing : digitalisasi perlu dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi

Ekosistem Digital untuk Mendorong Literasi dan Inklusi Asuransi

Rabu, 18 November 2020 | 14:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id-Pandemi Covid-19 ternyata berdampak dalam percepatan proses digitalisasi pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam bisnis jasa keuangan. Memang, dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya peralihan dari model konvensional ke arah digital sudah banyak dilakukan. Pemerintah, bahkan memberikan dukungan melalui lima langkah percepatan transformasi digital.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo menuturkan, melalui langkah tersebut, pemerintah menyediakan 'jalan tol' buat memfasilitasi kepentingan-kepentingan masyarakat untuk kebutuhan bertransaksi atau menjalankan kebutuhan sosial melalui sarana digital. Percepatan tersebut, di antaranya memperluas akses dan peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet. Mempersiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis seperti sektor pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, maupun penyiaran.

Para Pembicara Webinar Membangun Ekosistem Digital di Asuransi. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo, Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2, Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS, Kristianto Andi Handoko, Dekan FEB UI Beta Yulianita Gitahari, Founder dan CEO Pasar Polis Cleosant Randing, Kepala Lembaga Manejemen FEB UI WIllem Makaliwe, yang dipandu Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holding Primus Dorimulu dan Presenter Chakry Miller
Para Pembicara Webinar Membangun Ekosistem Digital di Asuransi. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo, Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2, Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS, Kristianto Andi Handoko, Dekan FEB UI Beta Yulianita Gitahari, Founder dan CEO Pasar Polis Cleosant Randing, Kepala Lembaga Manejemen FEB UI WIllem Makaliwe, yang dipandu Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holding Primus Dorimulu dan Presenter Chakry Miller

Selaku regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti disampaikan Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2, Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS, Kristianto Andi Handoko, memperhatikan fenomena shifting yang terjadi di industri asuransi dari skema konvensional menjadi asuransi berbasis digital. Untuk itu, sejak 2016 OJK sudah menyiapkan POJK 69 dan 73 agar menciptakan sistem manajemen risiko dan tata kelola bagi perusahaan asuransi yang sehat dan baik. Hal itu dituangkan dalam regulasi yang terkait dengan manajemen risiko dan tata kelola dari sistem teknologi informasi.

Dikatakan Krisitanto, pandemi Covid-19 jangan dilihat sebagai suatu bencana belaka atau permasalahan, tapi ada pula hikmah yang dapat diambil. “Ini menjadi kesempatan yang baik untuk shifting secara total, karena kita tidak bisa bertemu secara tatap muka langsung. Industri asuransi melihat, harus ada cara bagaimana memasarkan produk, bagaimana memitigasi risiko, bagaimana berinovasi secara digital,” tuturnya. OJK memberi dukungan terhadap hal ini, dengan menyiapkan rancangan POJK untuk layanan pialang, asuransi, dan reasuransi berbasis digital. Upaya tersebut, lanjut Kristianto, merupakan langkah OJK untuk mewadahi shifting yang terjadi di industri asuransi yang berbasis tradisional dan konvensional menjadi berbasis teknologi digital.

Menangkap kecenderungan peralihan model bisnis ke arah digital, Pasar Polis, insuretech terkemuka di Indonesia mulai merintis bisnis sebagai agregator asuransi sejak beberapa tahun lalu. Kehadiran Pasar Polis menjadi salah satu upaya mendekatkan masyarakat, terutama generasi milenial dan generasi Y dan Z mengenal asuransi.

Founder dan CEO Pasar Polis, startup insuretech Cleosant Randing mengungkapkan, masyarakat Indonesia semakin sadar pentingnya asuransi. Karena itu, dari sisi pelaku bisnis berupaya agar dapat membuat produk-produk yang sangat Indonesia, dan customize. “Iterasi dalam membuat produk-produk yang cocok memang sesuatu yang sangat penting bagi kita. Kita bikin produk-produk yang sangat unik memang untuk Indonesia contohnya asuransi untuk sopir Gojek, itu tidak ada di Singapura atau di negara-negara lain,” tutur Cleo.

Cleo mengibaratkan Pandemi seperti digital officer terbaik untuk Indonesia saat ini. Sebab, yang semula butuh waktu 3-5 tahun untuk mendorong digitalisasi dengan cepat, ternyata hanya butuh waktu 6 bulan saja. Tantangannya, bagaimana insuretech ini bekerja sama dengan regulator dan industri asuransi untuk mempercepat produk-produk yang sifatnya mikro. Hal ini penting dalam mendorong inklusi dan litersi asuransi bagi masyarakat. Cleo pun mencontohkan, asuransi pengiriman atau kerusakan barang dalam pembelian e-commerce sebagai produk yang cocok dan customize, karena ada kebutuhan di tengah tren penjualan e-commerce yang kian meningkat di tengah pandemi saat ini.

Kepala Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia Willem Makaliwe mengingatkan, perkembangan teknologi akan berdampak terhadap industri jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi. Disrupsi yang terjadi pada beberapa bisnis akibat perkembangan teknologi digital perlu menjadi sesuatu yang perlu dicermati. Kompetisi ini tidak hanya datang dari perusahaan-perusahaan asuransi, tapi juga datang dari perusahaan IT. “Karena cara menghitung probabilitas-probabilitas yang kemungkinan dihadapi atau terjadi bisa menggunakan big data. Perilaku konsumen yang dapat meningkatkan probabilitas masalah kesehatan atau secara umum,” tuturnya. Menurut Willem, para pelaku bisnis penting untuk terus melakukan inovasi dalam mengantisipasi perubahan-perubahan itu.

Literasi Goes to Campuss terselenggara berkat kerjasa Majalah Investor-Berita SAtu Media Holding dengan Pasar Polis serta didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Otoritas Jasa Keuangan, dan Universitas Indonesia.
 

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN