Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
WanaArtha Life.

WanaArtha Life.

Forsawa Harapkan Masalah WanaArtha Life Masuk Agenda Panja Jiwasraya

Thomas E Harefa, Senin, 29 Juni 2020 | 22:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Forum Nasabah WanaArtha Life (Forsawa) sangat berharap masalah yang sedang dihadapi oleh nasabah atau pemegang polis PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life), masuk dalam agenda rapat Panja Jiwasraya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pada awal Februari 2020, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya yang terdiri atas 32 orang, dengan Ketua Komisi III Herman Hery ditunjuk sebagai ketua panja.

Berdasarkan berita dari media online m.medcom.id, pada Senin (29/6/2020), Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni akan mendalami polemik yang sedang dihadapi para nasabah WanaArtha Life yang akan ditindaklanjuti melalui rapat Panja Pengawasan dan Penegakan Hukum Jiwasraya, pada Kamis (2/7/2020).

Berkaitan pemberitaan itu, Forsawa ingin mengklarifikasi berita yang dimuat di media online m.medcom.id, pada Senin (29/6/2020), yang menyatakan bahwa Forsawa sudah bertemu dengan Komisi III DPR dan sudah menyampaikan permasalahan yang dihadapi. "Ini tidak benar. Sejauh ini kami hanya bertemu dengan Komisi XI DPR," kata Ketua Forsawa Parulian Sipahutar dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2020).

Parulian menjelaskan, pada Kamis (25/6/2020), Forsawa diundang oleh Komisi XI DPR untuk bertemu di Gedung DPR, Jakarta. Pertemuan dihadiri oleh 5 orang perwakilan Forsawa dan 2 orang perwakilan Komisi XI DPR, yaitu Fathan Subchi (wakil ketua Komisi XI) dan Puteri Komarudin.

Menurut Parulian, "Tanggapan dari Komisi XI DPR RI sangat positif. Mereka berjanji akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan memanggil OJK selaku lembaga otoritas negara dalam bidang keuangan, khususnya IKNB dan pasar modal, di mana perusahaan WanaArtha Life berada di bawah pengawasan OJK. Kami berharap OJK bisa mengawal proses pengembalian dana nasabah WanaArtha Life yang sudah lima bulan tertunda, sebab sebentar lagi sudah memasuki bulan Juli 2020,” kata dia.

Komisi XI DPR RI juga akan menegur WanaArtha Life yang telah mengabaikan hak-hak nasabah melalui OJK dan tidak boleh terganggu dengan proses hukum yang sedang berlangsung.

Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) Asuransi Jiwasraya tidak hanya memakan korban para nasabah Asuransi Jiwasraya, tetapi juga nasabah WanaArtha Life. Para nasabah WanaArtha Life mengalami dampak buruk akibat dari pemblokiran rekening efek WanaArtha Life pada Januari 2020 dan berlanjut dengan penyitaan pada April 2020 oleh Kejaksaan Agung.

WanaArtha Life tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayarkan manfaat tunai setiap bulan dengan lancar dan polis asuransi yang sudah jatuh tempo tidak dapat dicairkan. Padahal, begitu banyak nasabah WanaArtha Life yang menggantungkan hidupnya pada manfaat tunai setiap bulan, terutama bagi para pensiunan dan yang sudah lanjut usia

Salah satu nasabah WanaArtha Life menceritakan kisahnya melalui pesan WhatsApp kepada salah satu pengurus Forsawa. Nasabah itu menceritakan, dia dan mamanya adalah nasabah atau pemegang polis WanaArtha Life berdomisili di Tulungagung. “Mama saya bekerja puluhan tahun, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, kemudian diinvestasikan di WanaArtha Life untuk masa tua beliau. Mama sangat menggantungkan hidupnya pada manfaat tunai yang diterima setiap bulan. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, penghasilan depot kami terhenti karena sepi,” terang nasabah tersebut.

Dia juga menceritakan, belum lagi harus membiayai biaya pengobatan papa pascaoperasi jantung yang tidak sedikit. Kondisi seperti ini sungguh sangat membuat keluarga kami kesusahan. “Kami terpaksa harus berhutang kepada saudara untuk operasi jantung karena polis kami yang sudah jatuh tempo tidak bisa dicairkan. Semoga penderitaan kami ini segera berlalu dan dana hasil dari jerih payah kami bisa segera cair," jelas nasabah itu.

 

Kirim Surat ke Presiden

Parulian mengatakan WanaArtha Life memiliki reputasi yang bagus dan berada di bawah pengawasan OJK. “Makanya kami mau mengambil polis asuransi di WanaArtha Life. Kami telah menyampaikan surat kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk memohon perhatian dari Bapak Presiden atas kasus ini. Kami akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan karena seharusnya posisi kami sebagai nasabah atau pemegang polis tidak ada kaitannya dengan kasus tipikor Asuransi Jiwasraya," jelas dia.

Salah satu pengurus Forsawa, Desy Widyantari, yang berprofesi sebagai advokat, menambahkan, "Barang bukti yang disita oleh Kejaksaan Agung bukan hanya milik WanaArtha Life tetapi sebagian besar merupakan dana kelolaan premi pemegang polis atau nasabah WanaArtha Life. Kejaksaan Agung patut mengetahui dan menduga dana yang disita bukan hanya milik WanaArtha Life tetapi juga milik pemegang polis atau nasabah karena kegiatan usaha WanaArtha Life adalah asuransi yang menghimpun dan mengelola dana premi pemegang polis," kata dia.

Sebelumnya, Forsawa mengharapkan keadilan melalui sidang gugatan praperadilan yang diajukan oleh WanaArtha Life terkait tidak sahnya penyitaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Namun sidang praperadilan tersebut dinyatakan gugur oleh Hakim tunggal Merry Taat Anggarasih, pada 23 Juni 2020 dengan alasan sidang perkara pokok tipikor Asuransi Jiwasraya sudah diperiksa lebih dulu daripada sidang praperadilan.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN