Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rizal Ariansyah, Direktur Keuangan dan Umum IFG (kiri) dan Robertus Billitea, Direktur Utama IFG (kanan).

Rizal Ariansyah, Direktur Keuangan dan Umum IFG (kiri) dan Robertus Billitea, Direktur Utama IFG (kanan).

IFG Progress Diresmikan untuk Awasi dan Menata Industri Jasa Keuangan.

Rabu, 28 April 2021 | 12:19 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -  Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) meresmikan lembaga think thank IFG Research Institute, yang diberi nama IFG Progress. Dengan tujuan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada regulator dan stakeholder untuk menata dan mengawasi industri jasa keuangan.

Direktur Utama IFG, Robertus Billitea menjelaskan bahwa IFG perlu memaksimalkan kontribusi bagi perekonomian nasional, khususnya dalam penguatan literasi industri jasa keuangan.

“Hari ini kami luncurkan IFG riset institute diharapkan bisa memberikan inovasi lain untuk memajukan perekonomian Indonesia, khususnya untuk industri jasa keuangan,”tuturnya dalam peluncuran IFG Progress, Rabu (28/4).

Ia mengatakan bahwa program IFG Progress  terkait primary research dan secondary research terkait isu-isu yang mengemuka di industri jasa keuangan.

Selain itu juga akan memfasilitasi forum diskusi antar pakar di industri jasa keuangan untuk memberikan edukasi kepada berbagai pihak termasuk stakeholder, penegak hukum dan regulator.

Sehingga dapat menciptakan iklim industri jasa keuangan semakin sehat dan bermanfaat bagi publik dan mendukung reformasi di BUMN.  

“Sehinga bisa terwujud sesuai harapan kita semua dan berikan sumbangan pemikiran kepada regulator dan stakeholder untuk menata, regulasi dan mengawasi industri jasa keuangan,” ujarnya.

Selamatkan 3 Juta Pemegang Polis Jiwasraya

Tak hanya itu, fokus dari IFG  yang menjadi salah satu resolusi IFG demi menyelamatkan dana-dana 3 juta pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya.  Menurutnya penyelesaian masalah pemegang polis ini menjadi penting.

"Kenapa ini jadi penting bagi kami? Sebab resolusi terhadap Jiwasraya mengedepankan penyelamatan kepada 3 juta pemegang polis," kata dia

Menurutnya hingga saat ini proses restrukturisasi terhadap para nasabah tersebut masih terus dilakukan dengan pola penyelamatan yang didasari atas Undang-Undang Nomor 9 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan.

"Restrukturisasi masif sedang dilakukan dengan pola penyelamatan meminjam model bridge bank yang dia punya dalam UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Keuangan diberikan kewenangan ke LPS," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat IFG Progress Agus Martowardojo mengatakan bahwa pertimbangan pembentukan lembaga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan industri keuangan yang kuat dan berdaya saing tinggi baik di lingkup nasional maupun kancah global.

Bahkan ia mengatakan bahwa pembentukan IFG Progress juga tak lepas dari kondisi yang terjadi di industri asuransi pasca terjadinya kasus pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“Kita melihat bagaimana perusahaan asuransi dan penjaminan di lingkungan BUMN sekarang sudah dibangun Holding company untuk asuransi dan penjaminan, dan kita tentu semua terpanggil untuk bangun industri asuransi penjaminan yang baik dan betul betul kredibel dan nantinya bisa tumbuh kesinambungan,” tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN