Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon  saat paparan kinerja industri asuransi jiwa kuartal I-2021 secara virtual, Selasa (8/6).  Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon saat paparan kinerja industri asuransi jiwa kuartal I-2021 secara virtual, Selasa (8/6). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Indikasi Rebound, Pendapatan Asuransi Jiwa Melonjak 13.591,6%

Rabu, 9 Juni 2021 | 04:29 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri asuransi jiwa dinilai mulai mengalami pemulihan dan mengindikasikan tren positif (rebound) di kuartal I-2021. Hal itu tercermin dari semua pos pendapatan yang tumbuh positif, sehingga total pendapatan berhasil dibukukan sebesar Rp 62,66 triliun atau melonjak 13.591,6% secara tahunan (year on year/yoy).

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengungkapkan, industri asuransi jiwa mencatat pertumbuhan pada total pendapatan premi, total pendapatan hasil investasi, total aset, total cadangan teknis, serta total klaim dan manfaat asuransi jiwa. Peningkatan kinerja pada kuartal I-2021 didorong membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya asuransi jiwa, pemberian vaksin Covid-19 oleh pemerintah, dan strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun ini.

"Jika sebelumnya asuransi jiwa mencatatkan perlambatan di kuartal I-2020, maka tanda rebound sudah terlihat di kuartal I-2021. Industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp 62,66 triliun.

AAJI menilai untuk menjaga konsistensi dan momentum positif industrinya, semua pihak perlu terus meningkatkan literasi dan tata kelola menyangkut kebutuhan masyarakat atas asuransi jiwa," kata Budi saat paparan kinerja industri asuransi jiwa kuartal I-2021 secara virtual, Selasa (8/6).

Dia menilai, mulai naiknya aktivitas masyarakat dan dunia bisnis terlihat juga meningkatnya pendapatan asuransi jiwa, masifnya pendapatan premi dari bisnis baru, dan positifnya hasil investasi di kuartal I-2021 membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam. Dengan begitu, asuransi jiwa mampu mencatatkan perbaikan pendapatan menjadi sebesar Rp 62,66 triliun atau tumbuh 13.591,6% (yoy), dibandingkan periode sama tahun sebelumnya negatif Rp 0,46 triliun.

Semua pos pendapatan menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data yang dikumpulkan AAJI terhadap 58 perusahaan asuransi jiwa dari 59 perusahaan asuransi jiwa, premi asuransi, hasil investasi, klaim reasuransi, dan pendapatan lainnya memang berhasil dibukukan positif.

Total pendapatan premi asuransi jiwa naik 28,5% (yoy) menjadi Rp 57,45 triliun. Dipengaruhi pendapatan pada premi bisnis baru dan premi lanjutan, masing-masing tumbuh 42.3% (yoy) menjadi RP 37,04 triliun dan naik 9,3% (yoy) menjadi Rp 20,41 triliun. Premi bisnis baru berkontribusi 64,5% dan premi lanjutan menyumbang 35,5% dari total premi.

Berdasarkan saluran distribusi, pertumbuhan pendapatan premi utamanya didorong dari saluran bancassurance dengan kontribusi 56% atau senilai Rp 30,47 triliun, tumbuh 55,9% (yoy). Sementara perlambatan dicatatkan dari saluran keagenan dan telemarketing, masing-masing sebesar 5,8% dan 14,3%. Tapi pertumbuhan masih dicatatkan saluran alternatif yang tumbuh 35% menjadi Rp 10,83 triliun.

Jika ditilik dari jenis produk, untuk jenis produk unit link mencatatkan premi mencapai Rp 35,83 triliun atau tumbuh sebesar 31,7% (yoy). Produk unit link berkontribusi sebesar 62,4% dari keseluruhan premi asuransi jiwa di kuartal I-2021.

"Hal itu menunjukkan unit link masih diminati masyarakat karena nasabah mendapatkan dua manfaat sekaligus yaitu proteksi asuransi dan investasi dalam satu produk maupun layanan," ungkap Budi.

Sedangkan untuk produk asuransi tradisional, total pendapatan premi tercatat Rp 21,62 triliun atau tumbuh 23,4% (yoy). Produk tradisional memiliki kontribusi sebesar 37,6% dari keseluruhan premi industri asuransi jiwa.

Berdasarkan jenis pembayaran, premi tunggal (single premium) maupun premi reguler (reguler premium) sama-sama mencatatkan pertumbuhan. Premi tunggal tumbuh 59,9% (yoy) menjadi Rp 30,61 triliun. Sementara premi reguler tumbuh 4,9% (yoy) menjadi Rp 26,84 triliun.

Jika diuraikan berdasarkan jenis tertanggung, pertumbuhan premi dicatatkan dari segmen individual maupun grup. Tertanggung individual menyumbang premi mencapai Rp 49,90 triliun atau tumbuh 31,1% (yoy) pada kuartal I-2021. Pada saat yang sama, premi dari tertanggung segmen grup berkontribusi Rp 7,55 triliun atau tumbuh 13,3% (yoy).

Pendapatan asuransi jiwa juga dikontribusikan klaim asuransi sebesar Rp 1,55 triliun atau tumbuh 3,6% (yoy). Sedangkan pendapatan lainnya mencapai Rp 1,21 triliun atau naik 5,7%. Jadi semua item pendapatan asuransi jiwa mengalami peningkatan.

Budi menambahkan, pertumbuhan yang positif serta kontribusi yang signifikan dari saluran bancassurance serta produk unit link menjadi capaian yang positif.

"AAJI berharap agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan regulator terkait dapat terus mendukung perkembangan dan pertumbuhan seluruh saluran distribusi dan varian produk yang tersedia bagi masyarakat. Harapannya seluruh saluran distribusi dan produk asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan terus bertumbuh positif dalam beberapa waktu ke depan," ucap dia.

Hasil Investasi
Sementara itu, Ketua Bidang Keuangan, Pajak, dan Investasi AAJI Simon Imanto memaparkan, hasil investasi naik 105,1% (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun, atau membaik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat negatif Rp 47,83 triliun. Hasil investasi menyumbangkan 3,9% untuk total pendapatan premi industri.

Menurut dia, perbaikan itu tentu dipengaruhi kondisi pasar saat ini yang jauh lebih baik dibandingkan satu tahun sebelumnya yang sempat memburuk karena merebaknya Covid-19. Perbaikan yang terjadi di kuartal I-2021 juga menjadi indikasi awal pulihnya perekonomian setelah tertekan sekian waktu karena pandemi.

Adapun total investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp 511,01 triliun atau tumbuh 14,1% (yoy) di kuartal I-2021. Asuransi jiwa Indonesia menempatkan dananya pada reksa dana, saham, dan SBN sebagai tiga portofolio terbesar. Reksa dana memiliki porsi 33,5% atau senilai Rp 170,95 triliun, tumbuh 16,9% (yoy). Saham memiliki porsi 28,5% senilai Rp 145,73 triliun, dengan pertumbuhan 25,0% (yoy). Sedangkan SBN memiliki porsi 17,5% atau senilai Rp 89,45 triliun, tumbuh 15,8% (yoy).

"Ada dua hal yang mempengaruhi pertumbuhan, penambahan dari premi baru dan perbaikan nilai pasar selama kuartal I-2021. Industri berkomitmen menjaga stabilitas pasar modal lewat portofolio  investasi sampai kuartal I-2021. Begitu juga dengan surat berharga negara, serta instrumen lain yang berorientasi jangka panjang," terang Simon.

Adapun total aset seluruh perusahaan asuransi jiwa mencapai Rp 578,86 triliun atau tumbuh 9,9% (yoy) per kuartal I-2021. Sedangkan total cadangan teknis sebesar Rp 458,59 triliun atau tumbuh 13,2% (yoy).

Di samping itu, asuransi jiwa juga membuktikan komitmennya dengan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 47,68 triliun atau meningkat 25,27% (yoy).  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN