Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kanan atas), Chief Marketing Officer Shierly Ge (kiri atas), Chief Operating Officer Elly Susanti (bawah) tengah berdialog dengan Direktur Pemberitaan Berita Satu Group Primus Dorimulu dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan, dalam Company Visit secara virtual di Jakarta (4/11).

Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kanan atas), Chief Marketing Officer Shierly Ge (kiri atas), Chief Operating Officer Elly Susanti (bawah) tengah berdialog dengan Direktur Pemberitaan Berita Satu Group Primus Dorimulu dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan, dalam Company Visit secara virtual di Jakarta (4/11).

Inovasi Sun Life dalam Merespons Covid-19

Rabu, 4 November 2020 | 19:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id-Pandemi Covid-19 direspons PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) dengan cepat. Salah satu yang terbilang penting terkait pemasaran tatap muka secara virtual untuk penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi). Sebelumnya, regulator memang mengharuskan ada pertemuan tatap muka langsung untuk penjualan produk-produk tersebut. Presiden Direktur Sun Life Indonesia Elin Waty menuturkan, sebelum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan ketentuan yang membolehkan penjualan secara virtual tersebut, Sun Life Indonesia sudah mempersiapkan tools digital yang mampu menjembatani kendala bagi tenaga pemasar dalam interaksi dengan (calon) nasabah, yang kemudian dinamai Sun Connect. “Jadi ketika OJK mengeluarkan izin, software kami sudah jadi. Itu intuisi saja, sehingga Sun Life Indonesia bisa lebih cepat,” tuturnya saat Company Visit secara virtual ke Berita Satu Media Holding, Rabu (4/11).

Sun Life Indonesia menjadi satu dari enam perusahaan yang memperoleh izin untuk melakukan penjualan Paydi secara tatap muka virtual yang tertuang dalam POJK Nomor S-18/D.05/2020 tentang Penyesuaian Teknis Pelaksanaan Pemasarn Paydi dalam Rangka Menyikapi Dampak Penyebaran CoronaVirus Disease 2019 bagi Perusahaan Asuransi Jiwa dan Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah.

Diakui Elin, tatap muka secara langsung masih tetap dibutuhkan, karena kultur masyarakat Indonesia masih lebih senang bila bisa ketemu langsung. Tapi ia berharap, kebijakan tersebut bisa tetap dilanjutkan meskipun pandemi telah selesai, supaya bisa membantu penetrasi asuransi di Indonesia.

Ditambahkan Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia Shierly Ge, pemanfaatan sarana digital termasuk tatap muka virtual selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) meningkat, namun setelah PSBB dibuka atau mulai masa transisi (kenormalan baru), di mana orang-orang kembali bisa bertemu langsung, pemanfaatan digital tersebut mulai menurun. “Kami sedang menyempurnakan layanan tersebut agar jadi ekosistem dalam penjualan,” tuturnya.

Sun Life Indonesia, lanjut Shierly, menerapkan multi distribution channel dalam pemasaran produk-produknya dan tidak hanya fokus pada satu jalur distribusi. Selain keagenan dan bancassurance, jalur digital memang sedang dikembangkan. Sun Life Indonesia pun menggandeng sejumlah mitra untuk mendukung pemasaran secara digital tersebut, antara lain dengan Link Aja, Pasar Polis, dsb. Perusahaan pun bahkan punya produk yang secara khusus memberikan jaminan perlindungan dari Covid-19.

Selain Sun Connect, Chief Operating Officer Sun Life Indonesia Elly Susanti menyebutkan, Sun Life Indonesia juga menyediakan sejumlah layanan digital untuk membantu kenyamanan nasabah dalam berinteraksi dengan perusahaan. Layanan tersebut meliputi, MySunLife Indonesia Client Apps, Whatsapp Interactive, Digital Cashier, Proactive Contact melalui Video Recording Call, Virtual Client Service via Zoom, serta E-Forms. “Itu sebagian dari sekian banyak inisiatif yang sedang kami rencanakan yang akan segera di-launching lagi,” tuturnya.

Selain layanan, juga ada inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Mengutip survei Alvara Research, Shierly menyebut 94,9% orang saat ini cemas atau khawatir dengan keselamatan keluarga terhadap risiko kesehatan. Salah satu komitmen Sun Life Indonesia dalam pengembangan bisnis syariah dan perlindungan terhadap masyarakat adalah dengan merilis produk inovatif berbasis syariah yang dinamakan Asuransi Salam Anugerah Keluarga. Keunikan produk ini adalah cukup memiliki satu polis tapi dapat memberikan perlindungan untuk satu keluarga (suami, istri, dan 2 anak), dengan manfaat 200% dan premi yang cukup terjangkau.

 

Perhatian terhadap Nasabah

Sun Life Indonesia termasuk perusahaan yang memberikan perhatian terhadap nasabah dalam menyikapi pandemi Covid-19. Dikatakan Elin, sejak awal pandemi menyebar ke Indonesia, ia meminta untuk mengecek polis-polis yang diterbitkan, apakah ada ketentuan terkait pertanggungan dari risiko tersebut. Setelah diketahui risiko pandemi Covid-19 termasuk yang dikecualikan, ia pun berupaya untuk memberikan perlindungan dan bernegosiasi dengan reasuransi. Alhasil, semua polis yang diterbitkan Sun Life Indonesia mendapatkan jaminan perlindungan dari Covid-19 selama sesuai ketentuan polis. Selain itu, Sun Life Indonesia pun menjamin kebutuhan vitamin buat orang yang terkena virus tersebut, yang biasanya vitamin tidak masuk dalam jaminan asuransi kesehatan. Hingga Juli 2020, tercatat ada 57 nasabah yang mengajukan klaim atas risiko tersebut.

Perhatian lain yang diberikan Sun Life Indonesia terhadap nasabah terkait dengan polis yang lapse. “Jika sebelumnya, berdasarkan ketentuan hanya 3 bulan, kini kami memberikan hingga 6 bulan buat nasabah untuk memulihkan kembali polisnya agar kembali aktif,” tuturnya.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN