Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan (kiri), Direktur Keuangan Jasa Raharja Myland (tengah), Kepala Divisi Teknologi Informasi Jasa Raharja Tri Haryanto (kanan), saat sesi tanya jawab dengan media dalam Media Gathering di Jakarta (4/9)

Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan (kiri), Direktur Keuangan Jasa Raharja Myland (tengah), Kepala Divisi Teknologi Informasi Jasa Raharja Tri Haryanto (kanan), saat sesi tanya jawab dengan media dalam Media Gathering di Jakarta (4/9)

Jasa Raharja Bayar Klaim Rp 1,47 T

Windarto, Rabu, 4 September 2019 | 17:35 WIB

Jakarta-PT Jasa Raharja (Persero) hingga Juli 2019 sudah membayarkan santunan (klaim) untuk korban meninggal dunia dan luka-luka senilai Rp 1,47 triliun. Angka klaim ini diperkirakan masih akan bertambah hingga akhir tahun. Direktur Keuangan Jasa Raharja Myland mengatakan, kalau dilihat dari fatality, klaim terbesar lebih banyak yang luka-luka dibandingkan dengan meninggal dunia. Kendati demikian, kenaikan biaya klaim tersebut disebabkan pula terjadinya kenaikan biaya berobat di rumah sakit. “Secara korban jumlahnya relatif turun, tapi karena ada kenaikan biaya pengobatan, angka klaim naik,” ujarnya di Jakarta (4/9).

Myland berharap hingga akhir tahun klaim bisa terkendali. “Kami berharap klaim tahun ini bisa lebih rendah dari 2018, tapi pengalaman event-event seperti mudik dan akhir tahun dimana traffic meningkat kecelakaan juga tinggi,” ujarnya. Tahun 2018 Jasa Raharja membayarkan klaim sebesar Rp 2,5 triliun. Sebagian besar korban kecelakaan didominasi kendaraan roda dua yang mencapai angka 70% dari total kecelakaan, dan berada di usia muda.

Guna menekan angka klaim, Jasa Raharja membuat berbagai program edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas dan berkendara kepada para pengemudi, pelajar dan mahasiswa, juga masyarakat umum. Di antara program yang gencar dilakukan adalah 'JR Goes to Campuss'. Hal ini karena kalangan mahasiswa merupakan usia muda dan umumnya pengendara roda dua. Dua faktor yang menjadi penyumbang angka kecelakaan tinggi.

Tapi program tahunan yang terbilang efektif menekan angka kecelakaan adalah Mudik Gratis. Menurut Myland, saat musim mudik beberapa waktu lalu berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas hingga 50%.

Sementara itu, inovasi Jasa Raharja melalui aplikasi JR-ku diharapkan bisa lebih banyak digunakan oleh masyarakaat. Selain membantu para pengguna kendaraan bermotor, aplikasi tersebut juga menurut Myland bisa dijadikan informasi dan data untuk memetakan daerah mana saja yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas sehingga bisa dibuat mitigasi untuk mencegah kecelakaan terulang.

 

Kecelakaan Tol Cipularang

Kecelakaan maut akibat tabrakan beruntun di tol Cipularang pada Senin (2/9) langsung mendapat respons dari Jasa Raharja. Dalam tempo 14 jam dari kejadian, pihak Jasa Raharja sudah menyerahkan santunan kepada para korban yang sudah teridentifikasi pada. Ada 7 korban meninggal dunia dan 28 orang mengalami luka-luka. “Itu semua kami cover, tinggal tiga yang belum teridentifikasi, begitu sudah teridentifikasi kami langsung lakukan pembayaran, karena yang luka-luka sudah kami terbitkan gurantee letter sehingga terjamin semua,” ujar Myland.

Jika merujuk pada ketentuan, korban meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp 50 juta, sementara luka-luka sebesar maksimum Rp 20 juta. Dengan kata lain dari total korban kecelakaan di tol Cipularang tersebut estimasi klaim yang dibayarkan Jasa Raharja sebesar Rp 910 juta.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA