Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kejagung Berharap Aset Sitaan Kasus Jiwasraya Bisa Dikembalikan Seluruhnya

Rabu, 14 Oktober 2020 | 04:49 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) berharap aset sitaan pada perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bisa dikembalikan seluruhnya kepada negara. Hal itu sejalan dengan harapan jaksa penuntut umum (JPU) agar dana nasabah Jiwasraya pun dapat dikembalikan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidus) Kejagung Febrie Adriansyah menyampaikan, hakim sudah memutus hukuman bagi empat terdakwa kasus Jiwasraya. Terbaru, pihaknya telah mentapkan Pieter Rasiman (PR) menjadi tersangka.

Menurut dia, tuntutan hukuman badan berupa kurungan seumur hidup memungkinkan untuk diajukan. Tapi di sisi lain, putusan hakim mengenai pengembalian sita aset kepada negara, untuk kemudian diteruskan ke nasabah Jiwasraya lebih diharapkan saat ini.

"Ada yang penting selain hukuman badan, seluruh dari kita, termasuk nasabah, terutama menginginkan sekali hakim sependapat dengan tuntutan jaksa soal aset. Karena ini menyangkut orang banyak di Jiwasraya dan (apalagi) saat ini dalam masa sulit. Kita berharap betul hakim sependapat," kata Febrie, Selasa (13/10) malam.

Seperti yang diketahui, Kejagung telah menyampaikan bahwa aset sitaan dari skandal Jiwasraya itu tercatat mencapai Rp 18,4 triliun. Nilai itu melebihi dugaan kerugian negara yang dipaparkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp 16,8 triliun.

Seiring proses yang terus berjalan, Febri menyatakan, nilai sitaan itu bisa jadi meningkat. "Di penuntutan kalau tidak salah ada (penambahan nilai penyitaan). Di proses penuntutannya ada," imbuh dia.

Lebih lanjut, Febrie turut menjelaskan alasan Kejagung menetapkan status tersangka terhadap PR. Menurut dia, sejak sedari awal PR telah mufakat untuk memainkan dan mencari keuntungan dari pengelolaan dana investasi Jiwasraya.

Peran PR pun berbeda dari tersangka lainnya yang bertindak sebagai tenaga profesional yang menjalankan tugas. Dalam hal ini, PR diketahui bertindak sebagai pihak yang menjalankan bisnis sendiri, seperti membangun delapan perusahaan terkait terdakwa Heru Hidayat. Adapun sampai saat ini Kejagung masih menghitung nilai keuntungan yang dihimpun PR atas perbuatannya itu.

"Masih dihitung. Jadi dia (PR) yang titik awalnya tidak seperti yang lain. Kalau yang lain itu menjalaninya karena perintah, kalau dia memang sepakat dari awal, ada mufakat diantara mereka untuk memutar uang (investasi) tersebut," tandas Febrie.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN