Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah Sakit Medistra menawarkan program Funsolation. Program tersebut diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan kondisi Orang Tanpa Gejala (OTG) atau pasien dengan gejala minimal dan kondisi medis yang baik dalam menjalankan isolasi mandiri. Uniknya, program tersebut mengusung tema Fun Activity Program tersebut dipatok seharga Rp 1,5 juta per malam.

Rumah Sakit Medistra menawarkan program Funsolation. Program tersebut diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan kondisi Orang Tanpa Gejala (OTG) atau pasien dengan gejala minimal dan kondisi medis yang baik dalam menjalankan isolasi mandiri. Uniknya, program tersebut mengusung tema Fun Activity Program tersebut dipatok seharga Rp 1,5 juta per malam.

Kontribusi Asuransi Mengatasi Risiko Covid-19

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 16:12 WIB
Windarto

JAKARTA - Status pandemi yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yang kemudian direspons pemerintah Indonesia  sejatinya tidak menjadi kewajiban perusahaan asuransi  untuk menyediakan pertanggungan bagi penderita Covid-19. Status pandemi yang ditetapkan, membuat risiko  beralih menjadi  tanggung jawab Pemerintah.

Namun praktiknya tidak demikian. Sejumlah perusahaan asuransi justru menyediakan perlindungan bagi penderita Covid-19 sebagai bagian komitmen perusahaan bagi para nasabah. Komitmen ini patut mendapat apresiasi, terutama pada momen "Insurance Day" yang jatuh pada Minggu, 18 Oktober 2020. 

Salah satu nama yang patut mendapat apresiasi adalah   PT FWD Life Indonesia (FWD Life).  Sejak 2 Maret 2020, FWD meluncurkan Manfaat Khusus tanpa biaya premi tambahan untuk nasabah pemegang polis asuransi individu FWD Life yang positif terdiagnosis dan terinfeksi oleh Covid-19. Manfaat tambahan ini besarnya hingga Rp 100 juta.

Direktur Utama FWD Life Anantharaman Sridharan mengungkapkan, FWD Life mengambil langkah responsif , untuk mengatasi kekhawatiran nasabah terkait situasi darurat yang mendunia. “Manfaat khusus ini menunjukkan bagaimana pendekatan kami yang berfokus pada nasabah dan bagaimana asuransi sebagai sumber kekuatan untuk merayakan hidup bagi nasabah,” ujarnya.

Siapa saja yang berhak mendapat manfaat khusus ini? Semua nasabah yang memiliki produk pada tahun 2020. Manfaat yang diperoleh yakni yakni tunai sebesar Rp 1 juta per hari selama masa perawatan (maksimal 30 hari). Manfaat tunai sekaligus sebesar Rp 10 juta jika tertanggung di rumah sakit selama minimal 30 hari.

Selanjutnya manfaat karantina sebesar Rp5 juta untuk tertanggung dan Rp2,5 juta untuk masing-masing anggota keluarga. Jika pemegang polis meninggal dunia, ia akan mendapat manfaat tambahan senilai Rp 50 juta. FWD Life pun kemudian memperpanjang masa berlaku Manfaat Khusus tersebut hingga akhir April 2020.

PT Sun Life Financial Indonesia (SLFI) juga mengumumkan memberikan perlindungan tambahan untuk nasabah yang positif terinfeksi virus corona. Manfaat tunai maksimum sebesar Rp10 juta akan diberikan satu kali kepada setiap nasabah yang didiagnosa positif Covid-19. Periode perlindungan tambahan ini berlaku selama 1 Februari 2020 – 30 April 2020.

Chief Marketing Officer SLFI Shierly Ge menambahkan, perlindungan tambahan tersebut juga berlaku untuk nasabah Sun Medical Platinum dan Sun Medical Executive, (konvensional dan syariah). Masa Tunggu 30 hari pada kasus infeksi COVID-19 ditiadakan.

“Kami berharap, kondisi wabah Virus Corona ini dapat segera teratasi dan tidak semakin meluas. Kami juga mengingatkan kepada para nasabah untuk mengikuti anjuran langkah-langkah pencegahan yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," tutupnya

Selain mengumumkan untuk memberikan perlindungan atas risiko Covid-19, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bahkan memberikan perlindungan tambahan 10% dari uang pertanggungan (UP) hingga maksimal Rp500 juta. Tambahan tersebut diberikan kepada para pemegang polis individu produk iPLAN yang baru bergabung sejak 16 Maret 2020, jika nasabah positif terdiagnosa Covid-19. Perluasan manfaat ini berlaku hingga 30 September 2020.

Sementara bagi nasabah dengan polis aktif saat ini, Generali memberikan perlindungan tambahan berupa perpanjangan masa tenggang pembayaran premi nasabah yang terdiagnosa Covid-19 selama nasabah dalam masa perawatan rumah sakit. Selain itu, Generali juga memberikan tambahan santunan duka sebesar Rp10 juta rupiah, bagi nasabah individu yang meninggal dunia akibat Covid-19. Periode perlindungan tambahan ini berlaku hingga 30 September 2020.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengungkapkan, perlindungan tambahan bagi nasabah yang terinfeksi Covid-19 ini merupakan bagian dari komitmen Generali Indonesia untuk menjadi lifetime partner bagi mereka dimana perlindungan Generali akan selalu hadir, khususnya di situasi yang menantang seperti saat ini.

“Kami ingin memastikan nasabah terlindungi dengan baik dan memiliki ketenangan pikiran atau peace of mind di tengah penyebaran virus corona. Kami juga turut mendukung upaya pemerintah dalam mensosialisasikan social distancing dan work from home untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui sarana komunikasi yang kami miliki, seperti website dan media sosial. Di saat yang sama, kami juga terus mengedukasi masyarakat agar semakin sadar pentingnya asuransi jiwa dan kesehatan untuk memproteksi hal-hal yang tidak terprediksi sebelumnya, karena hidup selalu memiliki risiko,” terang Edy.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan tidak ada himbauan atau kesepakatan di antara anggota AAJI untuk membuat standar dalam memberikan perlindungan terhadap risiko Covid-19. “Kami menyerahkan kepada kebijakan masing-masing perusahaan. Kalau melihat pemberitaan, banyak kok perusahaan asuransi yang memberikan cover untuk risiko tersebut,” ujarnya. Kejadian pandemi corona ini, menurut Togar, setidaknya membuat masyarakat menyadari pentingnya asuransi untuk menutup risiko yang bisa menimpa siapa saja.

Sementara Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengimbau seluruh tertanggung atau pemegang polis asuransi kesehatan untuk memeriksa polis atau bertanya kepada perusahaan asuransi penerbit polis asuransi. Hal yang perlu diketahui berkaitan dengan risiko penyakit yang dijamin, mengingat polis asuransi mencantumkan manfaat yang bisa jadi berbeda-beda dari setiap perusahaan asuransi.

“Secara umum, polis asuransi kesehatan tidak mengecualikan risiko terkait virus corona dengan catatan sepanjang tidak dikategorikan ke dalam kondisi pandemik oleh Pemerintah Indonesia,” ujar Direktur Eksekutif AAUI, Dody AS Dalimunthe.

Risiko virus Covid-19 lebih besar ada pada domain asuransi kesehatan, sehingga asuransi jiwa dan asuransi umum yang memasarkan produk tersebut punya kepentingan untuk memberikan perhatian kepada tertanggung. Berdasarkan catatan AAJI per kuartal empat 2019, klaim yang dibayarkan untuk asuransi kesehatan mencapai Rp 10,99 triliun, tumbuh 23,6% dibandingkan dengan periode sama 2018 yang tercatat sebesar Rp 8,89 triliun. Dari total Rp 10,99 triliun tersebut, sebesar Rp 5,06 triliun merupakan klaim asuransi perorangan, sisanya, Rp 5,93 triliun untuk klaim asuransi kumpulan.

Sedangkan data AAUI menyebutkan perolehan premi asuransi kesehatan dan kecelakaan diri per kuartal empat 2019 sebesar Rp 6,17 triliun, jumlah ini turun 8,3% dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 6,7 triliun. Sementara jumlah klaim dari lini bisnis ini sebesar Rp 4,36 triliun, naik dari Rp 3,11 triliun, atau tumbuh 40,1%.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN